Kategori
Kesaksian Staf

     Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. “Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. “Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah r  mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Demikianlah penggalan ayat firman Tuhan dari Yeremia 1 : 4-10 inilah yang menjadi jawaban Tuhan atas pergumulan saya menjawab panggilan Tuhan untuk melayani-Nya melalui pelayanan Perkantas dan melayani di Perkantas Waingapu saat itu.  Tuhan yang memanggil, Dia yang akan menolong hambaNya yang lemah dan berdosa ini untuk mengerjakan panggilanNya dan itu terbukti hingga saat ini bertahun-tahun mengerjakan pelayanan, pertolongan Tuhan bagi saya untuk taat dalam mengerjakan pelayanan ini tidak ada habis-habisnya. Ketika mulai patah semangat, ketika mulai berpikir untuk berhenti di tengah jalan, ketika tergoda dengan tawaran pelayanan di tempat lain di masa lampau, firman ini terus muncul untuk menguatkan sehingga saya tidak berhenti di tengah jalan. Lewat saat teduh beberapa kali ayat ini selalu muncul sehingga saya yakin akan penyertaan dan panggilan Tuhan masih sama bagi saya.

     Selain Tuhan dan firmanNya, motivasi saya di dalam melayani adalah perasaan berhutang kepada Tuhan atas Injil yang telah saya dengar di masa-masa mahasiswa. Saya tidak membayangkan jikalau Tuhan tidak membuka pintu anugerah-Nya kepada saya di masa-masa kuliah, entah apa yang akan terjadi dengan hidup saya saat ini. Saya bersyukur karena Tuhan memakai senior pelayanan di kampus untuk mendoakan dan memberitakan Injil kepada saya secara pribadi. Perasaan berhutang itulah yang membuat saya ingin membalas kasih Tuhan itu dengan melayani sesama yaitu generasi-generasi muda dan kaum intelektual di kampus-kampus dan sekolah-sekolah melalui pelayanan Perkantas. Visi dan Misi Perkantas yang begitu mulia untuk menjangkau siswa dan mahasiswa agar memuridkan dan mempersiapkan mereka menjadi berkat dalam marketplace, bagi saya ini adalah visi-misi yang ilahi dan saya bersyukur saya diberikan kesempatan untuk bertumbuh, dan bukan hanya itu, saya juga diberikan kesempatan menjadi rekan sekerja Allah untuk menjangkau banyak jiwa bagi-Nya.

     Selama melayani di dalam pelayanan Perkantas, tidak terhitung pengalaman berkesan di dalam pelayanan ini, baik dalam diri saya sendiri saya diajar Tuhan untuk benar-benar mengenal siapa Tuhan yang saya percaya dan layani dan belajar menggantungkan hidup pada Tuhan dan pemeliharaan-Nya. Di dalam keluarga saya melihat bagaimana keluarga saya diubahkan dengan pilihan hidup saya untuk melayani Tuhan. Di dalam ladang pelayanan saya diijinkanTuhan untuk bertemu ratusan anak-anak muda untuk dilayani dan menolong mereka bertumbuh, membuat saya tidak berhenti kagum dengan kebesaran kuasa Tuhan di dalam dan melalui pelayanan ini.

     Kalau saya bisa sampai dengan saat ini, masih bisa melayani dan terus melayani itu semua karena kemurahan Tuhan. karena itu, sepanjang kaki ini masih berjejak saya akan terus taat dengan panggilan dan janji Tuhan yang belum berubah ini. Firman Tuhan yang juga menjadi ucapan syukur saya sepanjang pelayanan hingga saat ini adalah Habakuk 3:19 “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.”

SOLIDEO GLORIA

Kategori
Kesaksian Staf

Pelayanan Traveling ke Pulau Sumba

TRAVELLING KAK IMANUEL MEOK, M.Div

DI PULAU SUMBA

6-12 APRIL 2022

 

     Puji dan syukur hanya bagi Tuhan, sang pemilik pelayanan yang terus mengasihi dan mengijinkan kita untuk melayani Dia. Bulan April menjadi bulan traveling bagi pelayanan Perkantas di Pulau Sumba. Atas ijin Tuhan, Kak Imannuel Meok, Staf Perkantas Kupang dapat melakukan travelling ke Pulau Sumba pada tanggal 6-12 Mei 2022. Dalam kegiatan travelling tersebut, Kak Nuel melayani di empat daerah pelayanan Perkantas, yaitu di Waitabula, Waibakul, Waikabubak dan Waingapu.

     Kak Nuel memulai pelayanannya di Sumba dari Perkantas Waitabula pada tanggal 6 April 2022 dengan memimpin ibadah gabungan TP3 Waitabula, alumni, mahasiswa dan siswa Waitabula dengan tema “Murid Sejati”.

     Selanjutnya pada tanggal 7 April 2022, kak Nuel melanjutkan pelayanannya di Perkantas Waibakul. Di sana kak Nuel memimpin Ibadah Siswa, bertempat di Panti Asuhan Sinar Harapan Kasih dengan tema “Your Decision, Your Future”. Adik-adik yang hadir berjumlah kurang lebih 35-50 orang dan pelayanan firman Tuhan yang disampaikan oleh Kak Nuel meneguhkan mereka dalam mengerjakan tanggung jawab pelayanan juga study mereka. Kak Nuel juga memimpin Ibadah Alumni di tempat yang sama dengan tema “Financial Principles For Belivers”. Alumni yang hadir berjumlah 15 orang dan lewat firman Tuhan mereka kembali diingatkan dan diteguhkan tentang prinsip mengelola harta dan merencakan setiap berkat Tuhan dengan tepat dan benar sesuai kehendak Tuhan.

     Sabtu, 9 April Kak Nuel melayani di Waikabubak dengan memimpin ibadah di SMP Negeri 3 Waikabubak, bertempat di halaman sekolah dan dihadiri oleh siswa-siswi beserta para guru. Malam hari, bertempat di sekretariat Perkantas Waikabubak, Kak Nuel memimpin Ibadah Alumni sekaligus regenerasi badan pengurus alumni yang baru.

     Di Waingapu, Kak Nuel melayani dalam pembinaan board dan pengurus komponen pada tanggal 10 April serta melayani dalam Ibadah Alumni pada tanggal 11 April 2022. Pada traveling hari pertama dilakukan pembinaan dan doa, bertempat di rumah persekutuan Perkantas Waingapu yang dihadiri oleh pengurus komponen (siswa, mahasiswa, alumni) serta board Perkantas Waingapu dengan tema “Pelayanan yang Dipimpin Oleh Roh Kudus”. Hari kedua, dilanjutkan dengan pembinaan alumni.

     Melalui tema “Misi di Tengah Krisis Zaman” alumni yang hadir makin diteguhkan bahwa selalu ada tantangan yang dihadapi dalam mengerjakan misi, namun salib dan pengorbanan Kristus menjadi kekuatan untuk meresponi panggilan misi dengan ketaatan penuh, tidak hanya hidup di zona nyaman (bekerja dan berkeluarga).

Kategori
Siswa

Berserah Pada Tuhan

Kita bisa menjalani hidup yang memuaskan dan penuh dengan sukacita dengan hidup mengikuti rancangan Tuhan. Semua yang direncanakan Tuhan bagi kita adalah rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan. Maka adalah penting bagi kita untuk mengetahui tujuan hidup kita seperti yang digariskan Tuhan. Berdoalah senantiasa, ucapkan syukur senantiasa, agar kita mengetahui apa yang dikehendaki Tuhan untuk terjadi dalam hidup kita.

     Halo, Perkenalkan nama saya Umbu Yudho dari persisten Fatuleu. Ada satu pengalaman pribadi yang ingin saya bagikan tentang bagaimana saya berserah diri kepada Tuhan. Saat itu saat saya terpilih sebagai Ketua Osis. Saya sadar sungguh bahwa pada saat itu saya merasa khawatir karena saya berpikir saya tidak mampu memikul tanggung jawab besar ini.  Tetapi kemudian saya menyadari bahwa saya tidak  mungkin lalui semua ini tanpa campur tangan Tuhan. Saya perlu memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan agar saat saya bekerja dapat sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Hal ini tidak mudah karena sebagai manusia berdosa, terkadang saya cenderung mengandalkan kekuatan dan kepintaran diri sendiri dibanding tunduk kepada kehendak Tuhan. Saya belajar bahwa berserah kepada Tuhan bukan berarti bersikap pasif atau menjadi malas. Berserah berarti membawa segala pergumulan yang saya rasakan dan kuatirkan kepada Tuhan dengan penuh penyerahan dalam doa, permohonan, dan ucapan syukur.

     Semua itu nyata adanya selama setahun ini, dengan berbagai tantangan dan masalah, selalu ada kuasa Tuhan yang saya alami. Saya teringat juga dengan ayat firman Tuhan yang mengatakan “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filipi 4:13. Seperti apapun tantangannya, saya dapat hadapi dengan baik. Entah itu  kata-kata cibiran maupun  masalah pribadi, saya lalui karena Kuasa Tuhan dan akhirnya tujuan dan motivasi yang saya bangun dari awal, visi misi pelayanan saya sebagai ketua OSIS dapat berjalan dengan baik adanya. Saya bersyukur Untuk semua Itu, ketika Di percayakan untuk memimpin  selama 1 tahun sebagai Ketua Osis dengan berbagai pengalaman berharga yang Tuhan ijin untuk saya dapatkan.

     Ketika saya memiliki masalah dan bergumul dengan Tuhan. Saya terus melibatkan Tuhan dalam hidup dan dalam kerendahan hati saya mau untuk berjalan bersama Dia dan karena itu saya percaya setiap ada masalah pasti ada berkat dan pengajaran dari Tuhan bagi saya. Keberhasilan seseorang sangat ditentukan bagaimana ia memiliki penyerahan diri kepada Tuhan dan tunduk pada kehendakNya, karena rancanganNya selalu yang terbaik!

Kategori
Siswa

Mengatasi Bosan Bersaat Teduh

     Shalom, saya Axel salah satu Badan Pengurus Persisten SMAN 1 Kupang.  Saya ingin menceritakan pengalaman saya mengatasi rasa bosan dalam bersaat teduh. Awalnya saya ingin bergabung dalam pelayanan siswa persisten karena diajak oleh teman, saat itu saya belum mengenal sama sekali yang namanya KTB, dan sebelumnya saya tidak pernah melakukan Saat Teduh. Namun, seiring berjalannya waktu saya tergabung mengikuti KTB. Dalam KTB saya dibimbing untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, yakni dengan bersaat teduh.

     Di awal-awal memang saat teduh saya selalu lancar, tapi karena cara saat teduh yang monoton lama kelamaan saya merasa jenuh dalam bersaat teduh. Saat saya merasa jenuh dan mulai jarang bersaat teduh, saya sering melakukan saat teduh dengan buru-buru tanpa menikmati hadirat Tuhan. Saya juga menunda-nunda waktu untuk saat teduh, waktu saya lebih banyak terbuang untuk melakukan hal-hal lain karena saya merasa bosan melakukan saat teduh dengan cara yang monoton. Kali ini saya akan membagikan cara-cara saya dalam mengatasi rasa bosan dalam bersaat teduh.

  1. Lakukan saat teduh dengan cara yang berbeda.

     Biasanya saya akan melakukan saat teduh dengan cara yang berbeda, bisa juga dengan waktu yang berbeda, misalnya saya biasanya hanya membaca firman Tuhan tapi untuk mengatasi rasa bosan, saya juga terkadang menuliskan bagian-bagian penting dalam ayat yang saya baca untuk renungan, untuk waktu yang berbeda biasanya saat teduh saya selalu malam tapi kalau saat saya merasa jenuh saya ubah waktu ke pagi atau sore, pilih waktu yang tepat untuk bersaat teduh dimana kita merasa nyaman dan tidak terganggu untuk bersaat teduh dan mengutarakan isi hati kita kepada Tuhan.

  1. Sharing saat teduh dengan teman-teman.

     Biasanya saya sharing saat teduh dengan teman-teman saya, karena kalau saya mendapatkan sebuah respon yang positif dari teman-teman saya, saya merasa mendapat semangat baru untuk terus bersaat teduh dan membagikan saat teduh saya pada orang lain.

     Setelah menerapkan kedua cara diatas puji Tuhan, saat teduh saya kembali lancar dan saya mulai menikmati waktu-waktu saat teduh saya.

Kategori
Siswa

4 Tips Rutin Bersaat teduh

     Jika kita memutuskan untuk konsisten dalam bersaat teduh, maka kita harus mampu menjadi orang yang mampu menciptakan sebuah komitmen dalam membangun relasi dengan Tuhan. Status sebagai umat orang percaya tidak boleh menghalangi kehendak untuk lebih dekat dengan Tuhan. Meskipun untuk lebih dekat dengan Tuhan tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi memerlukan proses belajar dan perlu tahapan yang religius. Namun jika kita memiliki keyakinan besar dan tetap taat, setia, maka kita mampu membuktikan diri menjadi Pelayan dan murid serta anak-anak Tuhan yang mampu bertanggung jawab. Untuk itu kita perlu meluangkan waktu kita untuk bisa bersekutu bersama Tuhan, salah satunya lewat saat teduh.

     Saat teduh adalah saat di mana kita sebagai umat yang percaya kepada Yesus Kristus, memberikan seutuhnya hati kita di hadapan hadirat Allah dan membangun hubungan pribadi yang erat dengan-Nya. Namun saat kita menjalaninya, tanpa kita sadari bahwa saat teduh bukan lagi menjadi kebutuhan melainkan dapat menjadi rutinitas. Pada kondisi seperti ini juga biasanya muncul rasa jenuh, yang akhirnya kita tidak lagi menikmati setiap firman Tuhan yang sudah dibaca atau direnungkan, dan tidak menikmati relasi dengan Tuhan. Agar kita tidak terjebak dalam kondisi seperti ini maka ada baiknya kita kembali mengecek diri kita masing-masing, apa yang sebenarnya menjadi motivasi kita bersaat teduh. Berikut 4 hal yang penting dimiliki saat bersaat teduh:

  1. Miliki motivasi bersaat teduh yang benar

     Memiliki motivasi akan sangat membantu kita agar dapat melakukan saat teduh dengan konsisten. Besarnya kasih Allah kepada kita membuat kita bergerak untuk melakukan kehendak-Nya dengan rela, bukan dengan keterpaksaan. Kasih Allah kepada kita juga menyadarkan kita bahwa bukan Allah yang membutuhkan kita tetapi kitalah yang membutuhkan-Nya. Dialah yang telah memberikan kita hikmat dan kekuatan untuk menjalani aktivitas kita sepanjang hari, tanpa Dia kita tidak dapat melakukan segala sesuatu.

  1. Miliki waktu terbaik dan pasang pengingat/alarm

     Kita bisa datang kepada Tuhan kapan saja. Tetapi Tuhan sangat layak mendapatkan waktu terbaik kita, waktu yang kita khususkan bagi-Nya, bukan hanya sekedar waktu luang yang kita sisakan ditengah kesibukan kita. Waktu terbaik kita mungkin sama atau berbeda satu sama lain, tetapi yang terpenting adalah kita dapat mempersembahkan waktu itu sebagai momen terbaik untuk menikmati hubungan dengan Tuhan, dengan begitu kita juga dapat mengatur alarm sebagai pengingat agar kita dapat bersekutu dengan Tuhan diwaktu yang terbaik. Kita bisa memilih pada pagi hari sebelum memulai aktivitas kita atau pada malam hari sebelum kita beristirahat.

  1. Minta dukungan teman atau orang-orang kita kasihi

     Hal yang sangat membantu kita untuk bersaat teduh dengan konsisten adalah dengan meminta bantuan orang lain untuk mengingatkan serta mendoakan kita. Itu mengapa kita butuh komunitas yang bertumbuh dalam Tuhan. Ketika kita bergabung dalam komunitas orang percaya kita dapat bertumbuh bersama-sama dan ada seorang yang lemah maka ada teman komunitas yang dapat mengulurkan tangannya untuk membantu menguatkan. Kita dapat menemukan komunitas itu di dalam persekutuan Gereja atau juga di dalam KTB di persekutuan kampus.

  1. Jangan berhenti hanya karena pernah gagal

     Pernahkan kita sering mencoba untuk melakukan saat teduh dengan rutin tapi selalu gagal atau selalu ada halangan? Ya, pastinya masing-masing dari kita pernah mengalaminya. Namun ada firman Tuhan berkata bahwa Tuhan mengasihi kita bahkan ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Tuhan Yesus tidak pernah menuntut kita untuk menjadi seorang yang sempurna tetapi Ia ingin kita terlebih dahulu mengasihi-Nya. Bahkan saat kita megakui dosa kita di hadapan-Nya dan berbalik mengikuti-Nya, Tuhan akan melihat ketulusan hati kita dan mengampuni kita. (1 Yohanes 1:9).

     Ketika kita mulai merasa tidak layak dihadapan Tuhan, sebenarnya itu adalah saat di mana Tuhan rindu untuk memulihkan kita. Jadi, datanglah kepada-Nya sekarang, ambilah waktu untuk bersaat teduh dan curahkanlah semua isi hati kepada-Nya sebab Dia adalah Allah yang rindu berkomunikasi dengan kita. Dia akan mendenngar serta mampu menjawab setiap doa-doa kita pada waktu-Nya dengan cara-Nya yang terbaik. Pakailah waktu di hari-hari ini dengan Tuhan.

Kategori
Siswa

Mengatasi Jenuh Bersaat Teduh

      Perkenalkan saya Rambu Mery dari Waingapu. Kelas 11 SMK adalah masa-masa yang sangat luar biasa, luar biasanya adalah ketika diajak untuk ikut kelompok Tumbuh bersama oleh Ibu guru matematika yang super duper luar biasanya. Namanya Ibu Mince. Singkatrnya, Ibu Mince adalah guru matematika dan sekaligus kakak KTB.

     Dari KTB saya belajar untuk bersaat teduh yang awalnya saya tidak tau sama sekali apa itu saat teduh. Awalnya saat teduh itu hanya biasa-biasa saja bagi saya, karena saya menganggap saat teduh yang dilakukan setiap jam 4 subuh itu hanya sebuah rutinitas atau takut di tanya pada saat KTB. Singkat ceritanya, saya sudah tidak lagi menikmati saat bersaat teduh. Saya terus melakukan saat teduh tetapi tidak menikmati.

     Awal bersaat teduh biasanya saya lakukan jam 4 subuh. Ketika sudah lewat dari jam 4 subuh pastinya saya tidak bersaat teduh dalam sehari. Akhirnya, saat teduh saya selalu bolong atau tidak rutin, padahal saat teduh memiliki nilai yang luar biasa dalam hidup saya. Dengan bersaat teduh banyak hal yang bisa saya dapatkan. Saat teduh membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik, ketika saya bisa menikmati dan memilki kerendahan hati dan peka dengan apa yang dikatakan Tuhan kepada saya.

Bagaimana Mengatasi Kejenuhan dalam Bersaat Teduh?

     Saya memiliki pengalaman jenuh bersaat teduh, yang membuat saya jenuh ialah bingung mau pakai bahan saat teduh apa, bosan dengan kalimat yang panjang, malas bangun pagi, sibuk dengan urusan pribadi, mengantuk pada saat berdoa. Akan tetapi seiring berjalannya waktu saya semakin menikkmati saat teduh dan bahkan kalau tidak saat teduh rasanya hambar. Saat  tidak saat teduh sehari saja seperti tidak saat teduh setahun. Seiring berjalannya waktu saya sadar saat teduh itu sangat penting bagi orang kristen, karena saat teduh ialah membangun dan menjaga relasi pribadi kita dengan Tuhan. Tidak cukup kalau kita katakan “saya percaya Tuhan”, karena percaya Tuhan harus punya relasi dengan Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan komitmen.

     Saat saya mulai jenuh bersaat teduh saya mengatasinya dengan cara:

  1. Sadar siapa diri saya
  2. Membangun komitmen
  3. Meminta bimbingan dari kakak rohani
  4. Berbagi dengan sesama anggota KTB. Bisa juga dengan mengajak saat teduh bersama saudara KTB atau orang yang juga sedang bertumbuh atau percaya kristus.
  5. Mennggunakan bahan saat teduh “warung SATE kamu atau renungan harian”
  6. Mendengarkan saat teduh yang menggunakan audio atau vidio.

     Itulah tips-tips mengatasi jenuh bersaat teduh. Saat teduh itu harus dinikmati, dijalani dan di syukuri bukan sekedar yang penting jalan tapi di pahami dan dilakukan. Tuhan Yesus memberkati.

Kategori
Siswa

Berserah Pada Rencana-Nya

     Syalom, perkenalkan saya Zamirah Atalia, biasa dipanggil Atta. Saya ingin membagikan bagaimana penyertaan Tuhan nyata dalam hidup saya.

     Saat masih duduk di sekolah dasar, saya sudah mengalami kerontokan rambut yang parah, hingga waktu masuk SMP kepala saya sampai botak di bagian depan dan terpaksa untuk  memakai bandana menutup kebotakan. Kerontokan rambut saya tidak berhenti hingga akhirnya harus memakai wig karena sudah terlalu parah. Keadaan ini bukan yang saya inginkan tapi saya percaya bahwa yang Tuhan ijinkan itu selalu yang terbaik buat saya.

     November 2018 walau masih dalam keadaan keontokan yang parah, saya memutuskan untuk tidak lagi memakai wig. Saya memutuskan untuk meningkatkan rasa percaya diri dengan rambut yang sekarang. Saat itu dokter mendiagnosa bahwa dalam kulit kepala saya ada jamur hingga membuat rambut saya menjadi rontok dan penyembuhan untuk jamur di kulit kepala memang membutuhkan waktu yang lama. Pengobatan selalu dijalani dengan rutin, minum obat dan lain-lain, namun kadang tidak memberikan hasil yang memuaskan .

     Banyak perasaan yang saya rasakan. Hujatan sudah menjadi bagian dalam hidup saya dan seiring berjalannya waktu saya diajarkan banyak hal. Salah satu hal yang saya pelajari adalah belajar untuk bersyukur. Ini bukan hal yang mudah tapi membawa dampak besar dalam kehidupan saya. Saya bersyukur saya berada dalam komunitas rohani yang selalu menopang dan mendoakan, mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan, dan mempunyai keluarga yang selalu mendukung. Menjadi perempuan yang percaya diri seperti sekarang adalah bukti bahwa penyertaan Tuhan selalu nyata untuk saya setiap waktu .

     Saya tidak tahu kapan waktunya saya akan sembuh tetapi saya percaya bahwa waktu Tuhan untuk saya selalu tepat dan terbaik. Menghadapi keadaan ini bukan suatu hal yang mudah, namun saya percaya bahwa jika Tuhan ijinkan sesuatu terjadi, artinya Tuhan sudah siapkan sesuatu yang terbaik untuk saya. Tidak pernah terpikirkan bahwa lewat keadaan ini, saya akan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Walaupun selama menjalani cobaan ini banyak muncul rasa kecewa dan lelah tapi itu semua bagian dari proses untuk saya menjadi seperti sekarang.

      Untuk yang membaca ini, apapun keadaanmu sekarang, masalahmu seberat apapun, percayalah bahwa penyertaan Tuhan selalu ada dan Ia tidak pernah meninggalkan, sekalipun kamu selalu merasa sendiri. Terima kasih telah berjuang sampai detik ini, kamu hebat! jangan lupa bersyukur. Lakukan bagianmu, selebihnya biar Tuhan yang kerjakan. Akan ada waktunya kamu mengerti mengapa semua ini harus terjadi

Kategori
Alumni

Berjalan Bersama Tuhan

Berjalan Bersama Tuhan

     Halo, saya Arlin Trisela Sing, saya terlahir dalam keluarga Kristen, namun demikian saya tumbuh dan mengenal Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi melalui Perkantas semenjak saya duduk di bangku SMA. 

     Pertama kali saya mengenal pelayanan Perkantas melalui Persekutuan Siswa Kristen (PSK) yang ada di SMA N 4 Kupang. Awalnya saya mengikuti ibadah yang di pimpin oleh Ka Didi Peny yang waktu itu juga sedang melaksanakan PPL di sekolah kami. Setelah selesai ibadah saya dan teman-teman yang lain secara langsung disebut sebagai calon badan pengurus oleh kakak pembimbing waktu itu tanpa adanya pembicaraan sebelumnya, namun secara spontan kami pun langsung mengiyakan hal tersebut. Kemudian saya dan beberapa teman perempuan yang lainnya di kelompokkan untuk menjadi sebuah Kelompok Kecil yang dipimpin oleh Ka Desy Thena Bolo, yang kemudian di dalam kelompok itulah saya di PI.

     Seiring berjalannya waktu hal yang awalnya hanya secara spontan saya setujui menjadi hal yang mengikat dan terus mendorong saya untuk mengerjakannya. Saya pertama kali menjadi BP sebagai sekretaris di PSK SMA Negeri 4 Kupang. Kemudian di periode berikutnya saya melayani di PSK Kota (Persisten Kota) sebagai seksi acara. Semasa pelayanan saya sebagai seorang BP banyak hal yang baru saya pahami sebagai seorang Kristen salah satunya adalah hakikat dari pelayanan adalah seumur hidup. Hal itu terbukti ketika beranjak kuliah saya berpikir untuk berhenti dan memulai sesuatu yang baru, tapi Tuhan kembali menarik saya kepada pelayanan siswa padahal saya rasa sudah cukup untuk melayani Tuhan di masa SMA, tapi pada dasarnya rasa cukup hanya ada dalam Tuhan, maka bukan karena Tuhan yang mebutuhkan pelayanan saya tapi karena kebutuhan saya sendiri akan pelayanan menarik saya kembali untuk melayani. Singkat cerita saya menjadi TPS dari tahun 2014-2020 sebagai TPS SMAN 4 Kupang dan di periode 2019-2020 saya melayani sebagai Tim Perintis. Sampai saat ini saya menjadi seorang alumni yang masih ber-KTB dan juga memimpin KTB.

      Saat ini saya bekerja di Pemerintah Provinsi sebagai seorang PNS di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT semenjak bulan Januari 2021. Saya bersyukur untuk setiap pengalaman yang didapatkan di Perkantas menjadikan saya lebih kuat menjalani peran saya di lingkungan kerja. Sebagai seorang anak muda dan anak baru di lingkungan orang-orang yang lebih berumur dan lebih lama menjadi PNS. Saat ini yang sedang saya lakukan adalah tetap memiliki integritas dalam mengerjakan pekerjaan saya dengan baik, tidak terlambat datang ke kantor dan tidak pulang sebelum waktunya, serta memberi kontribusi melalui keahlian saya.

      Berbicara tentang memberi kontribusi, di dalam pekerjaan saya pernah mengerjakan tugas pelatihan dasar PNS dengan menggunakan google drive, bagi saya itu adalah hal yang sederhana dan bukan hal baru di antara orang kantoran, tapi pada kenyataannya tidak semua orang di kantor tahu tentang google drive. Setelah saya memberi informasi tentang kegunaan dan cara penggunaannya, ada pegawai yang meminta saya untuk mengajarkannya supaya data-data yang dia miliki bisa disimpan di google drive. Mungkin hal-hal yang dilakukan sangat sederhana tapi saya percaya tidak ada ketulusan yang nampak kecil di mata Tuhan. Sampai di titik ini, saya yakin Tuhan tidak pernah salah dalam memilih dan menempatkan saya.

     “Setiap proses yang saya lewati dan alami semakin menguatkan saya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dan Tuhan selalu punya rencana baik.

     Saya berharap terus dipakai dan diperlengkapi Tuhan dalam ladang yang Dia sediakan bagi saya dan saya terus mendoakan agar saya bisa menjadi berkat di lingkungan pekerjaan saya dimulai dari hal-hal yang nampak kecil di mata dunia.

Kategori
Alumni

Kesaksian – Aldy Mauko

Pengalaman Melayani Yang Berharga

     Hai, perkenalkan nama saya Ersan Arnaldy Mauko. Saat ini saya masih aktif di dalam pelayanan Perkantas Kupang yaitu sebagai BP Alumni Perkantas Kupang. Sedikit berbagi tahun 2011 adalah tahun dimana saya mengakui Tuhan sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Waktu itu saya di ajak oleh Kak Eben Dapazesi (Staf PerkantasWaikabubak) ke PSK Kota (Sekarang PERSISTEN KOTA). Disana saya di PI dan dibina di dalam KTB, saya juga dipilih menjadi BP PERSISTEN KOTA. Setelah itu saya mulai mengerjakan pelayanan yang sama sekali belum pernah saya kerjakan. Saya mulai belajar bertanggung jawab dengan setiap tugas yang diberikan oleh kakak TPS. Dari sini juga mulai membentuk karakter dan pribadi saya di dalam Tuhan.

     Makin hari makin dipercayakan untuk setiap tugas yang lebih besar. Setelah lulus SMA, saya lanjut pelayanan di TPS tahun pada 2014-2018. Tahun 2014-2016 saya melayani sebagai Ketua TPS dan 2016-2018 sebagai koordinator TPS PERSISTEN SMK 6. Setelah menyelesaikan pelayanan Siswa, saya melanjutkan pada pelayanan alumni dari tahun 2019 sampai saat ini.

     Saat ini saya di ijinkan Tuhan untuk bekerja di salah satu lembaga pemerintahan yaitu Balai Disabilitas “Efata” Kupang. Sudah 3 tahun lebih saya bekerja disini. Ditempat ini saya bertanggungjawab untuk memberikan pelatihan dibidang komputer kepada anak anak rungu wicara atau yang memiliki kebutuhan khusus. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan “modal hidup” bagi mereka ketika kembali kedalam lingkungan masyarakat. Sesuatu hal yang jauh dari harapan dan cita cita saya sebelumnya. Hal yang membuat saya ragu ketika memulai pekerjaan ini adalah pertanyaan tentang kemampuan saya. Bagaimana mungkin saya mengajar anak-anak ini sedangkan saya sendiri tidak begitu paham psikologi mereka, bahasa isyarat, dan hal-hal teknis lainnya. Sungguh ini suatu tantangan bagi saya dan ini sulit.

     Saya bersyukur dulu ketika masih menjadi BP Persisten dan TPS, banyak sekali pembinaan-pembinaan yang saya dapatkan. Pelayanan itu menjadi modal awal untuk saya memulai pekerjaan ini. Saya sempat hampir menyerah diawal karena saya binggung harus bagaimana di dalam melakukan tugas pekerjaan saya. Dari kebimbangan yang saya hadapi saya menemukan jawaban (yang walupun saya sendiri belum terlalu yakin) didalam KTB. Saat itu, saya dikuatkan untuk mencari kehendak Tuhan dan bagaimana saya bisa menjadi berkat di tempat ini. Saya mulai melihat penyertaan Tuhan di dalam setiap proses pekerjaan. Saya mulai dipercayakan dengan hal-hal kecil, memberi diri untuk bekerja ikhlas tanpa memperdulikan hal lain. Satu hal yang menjadi tantangan dalam saya bekerja yaitu bagaimana menjaga diri saya sendiri untuk tetap berintegritas.

     Melalui Perkantas dan juga melalui KTB saya tetap bisa memelihara akan integritas itu, walaupun banyak sekali tantangannya. Sampai saat ini saya hanya berusaha untuk bekerja dengan baik dan memberikan teladan-teladan kecil. Misalnya kerja tepat waktu, bertanggugjawab dengan tugas, dan hal lainnya. Saya sadar akan posisi saya saat ini, saya masih bawahan, masih tenanga kontrak, dan saya tahu suatu saat kalau saya bertentangan dengan pimpinan untuk suatu kebenaran, maka akan ada konsekuensinya dan saya siap untuk itu. Saya juga yakin Tuhan tidak akan meninggalkan anak-anakNya berjalan sendirian.

     Terimakasih karena sudah memberikan saya kesempatan untuk berbagi. Semoga menjadi berkat. Tuhan memberkati.