Kategori
Kesaksian Staf

DARI GENERASI KE GENERASI – Sebuah kisah tentang Perjalanan Pelayanan di Pulau Alor

DARI GENERASI KE GENERASI: Sebuah kisah tentang Perjalanan Pelayanan di Pulau Alor

     Semuanya karena Anugerah Tuhan, itulah kalimat yang tepat untuk mengungkapak kekaguman dan rasa syukur yang tak terhingga atas pekerjaan yang Tuhan lakukan dan karyakan melalui pelayanan Perkantas di Alor. Kurang lebih 22 tahun, Perkantas Alor hadir memberi warna dan kontribusi bagi pertumbuhan iman anak-anak remaja, mahasiswa dan kaum professional yang disapa dengan alumni. Sejak 22 tahun yang lalu ketika Visi Pemuridan Perkantas dikerjakan dan disebar luaskan di Pulau kenari, banyak siswa, mahasiswa dan alumni yang takut Tuhan hadir di kota Kalabahi. Bersyukur dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, Tuhan tambahkan jiwa dan orang-orang yang setia melayani-Nya

     Pada kesempatan ini, Pimpinan Cabang Perkantas NTT Kak Rabea Merry melakukan pelayanan traveling dari tanggal 16-22 Mei 2022. Dalam setiap moment Kak Rabea selalu mengingatkan pengurus BPR dan Komponen untuk selalu menghidupi Visi Pemuridan. Core business kita adalah pemuridan karena itu setiap komponen harus berjuang untuk melakukan pemuridan secara maksimal sehingga dapat menghasilkan kader yang akan melanjutkan tongkat estafet pelayanan.

     Puji Tuhan baik dalam pelayanan Alumni maupun Badan pengurus Ranting ada orang-orang yang menyerahkan diri untuk menjadi penatalayan dalam organisasi dikepengurusan alumni maupun di Yayasan. Kita sungguh bersyukur karena terjadi regenerasi dari pengurus lama kepada pengurus yang baru. Pelantikan penguruspun dilakukan dalam Ibadah regenerasi pengurus yang diadakan pada tanggal 20 Mei 2022, dimana Kak Gusman Boling-Lalangpuling dilantik sebagai ketua BPR Perkantas Alor dan Kak Farida sebagai ketua Alumni Kristen Kalabahi/PALKA untuk periode 2022-2024. Sungguh bersyukur karena dari generasi ke generasi selalu ada orang-orang yang Tuhan siapkan untuk melanjutkan tugas yang mulia ini yaitu pemuridan.

     Selain ibadah pelantikan, Kak Rabea juga melayani adik-adik siswa dalam ibadah persisten gabungan siswa se-kalahabi pada tanggal 20 Mei 2022 di Gedung kebaktian GMIT POLA dan ibadah PMK Kota Kalabahi di Kampus Universitas Tribuana Kalabahi pada tanggal 21 Mei 2022. Kak Rabea mengingatkan adik-adik siswa bahwa diri mereka sangatlah berharga di mata Tuhan karena mereka adalah Ciptaan-Nya, Masterpiece of GOD, Man of God sehingga mereka tidak boleh insecure. Begitu juga dengan adik-adik mahasiswa diingatkan oleh kak Rabea melalui Firman Tuhan dari kitab Daniel 1 yang menunjukkan bahwa Daniel dan rekan-rekannya adalah orang-orang yang berpendidikan dan memiliki banyak kemampuan. Sekalipun tinggal di negeri asing namun mereka tidak melupakan bangsanya yaitu bangsa Israel. Mahasiswa Tribuanapun diingatkan agar mereka terus mengembangkan kemampuan dan kepintaran mereka untuk membangun kota, bangsa dan negara ini. Melalui Firman Tuhan itu juga, kak Rabea menginggatkan mereka agar selalu menggunakan pikiran dengan benar yang sesuai kebenaran Firman Tuhan dan benar-benar berpikir atau berpikir kritis untuk setiap kondisi yang ada. Mereka diajak untuk menjadi mahasiswa yang Berpikir Benar dan Benar-Benar Berpikir dalam menjalani kehidupan ini. Mereka tidak boleh menjadi mahasiswa yang hanya ikut-ikutan saja.

     Disela-sela kepadatan pelayanan, Kak Rabea menyempatkan diri untuk berfellowship dengan pengurus BPR Lama yaitu Kak Merry, Kak Marcel dan Kak Linda. Percakapan yang santai namun serius dilakukan untuk saling menguatkan dan mendukung sehingga sekalipun tidak terlibat dalam kepengurusan lagi tapi masih tetap ada bagi pelayanan ini. Begitu juga perjumpaan dengan adik-adik pengurus PMK Kota dan TPS dilakukan untuk saling mengenal dan dapat mendengarkan sharing tentang pelayanan yang mereka kerjakan. Pembinaan bagi pengurus BPR Baru dan Pengurus PALKA juga diberikan untuk membekali rekan-rekan dalam persiapan pelayanan. Tentunya tak ketinggalan fellowship bersama staf perkantas Alor yaitu Kak Nona, Kak Mada dan Kak Fero. Hal lain yang menjadi bagian dari fellowship adalah Kak Rabea dapat mengunjungi, mendengarkan sharing dan menguatkan adik-adik KTBnya yang berada di Pulau Alor, sungguh Tuhan baik karena mempertemukan Kak Rabea dengan adik-adik rohaninya.

     Sebelum Kembali ke Kupang, Kak Rabea diberi kesempatan untuk melayani jemaat di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Maleilelang Petleng Alor pada ibadah minggu. Bersyukur melalui Firman Tuhan yang dibagikan oleh Kak Rabea dari Injil Lukas 24:13-35 dengan tema “Murid yang mengalami kuasa kebangkitan” menjadi berkat bagi jemaat. Kami sungguh bersyukur karena Tuhan menolong perjalanan pelayanan Kak Rabea selama satu minggu ini sehingga kami semua Kembali disegarkan dan dikuatkan untuk tetap setia dalam melayani Tuhan dan fokus pada pelayanan Pemuridan. Tuhan memberkati

Pelantikan BPR dan Pengurus Alumni Perkantas Alor

Bersama Badan Pengurus Alumni Perkantas Alor

Bersama adik-adik Persisten Kalabahi

Bersama Pengurus PMK Kota dan TPPM Kalabahi

Pelayanan Mimbar dan Foto bersama ibu Gembala dan Majelis GKII Jemaat Maleilelang Patleng Alor.

Kategori
Alumni

Kekuatan Mengikut Tuhan

 

 

     Shalom, Perkenalkan saya Febriana Adriani Soares biasa disapa Feby, alumni mahasiswa Perkantas Kupang. Saya ingin membagikan pengalaman kehidupan bersama Tuhan yang selalu menguatkan saya, serta berbagi tentang ucapan syukur tak terhingga karena bisa bertumbuh dalam wadah ini “PERKANTAS”.  

     Sejak SMA kelas 11 saya sudah menggumulkan untuk bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi, tetapi dalam pikiran terus dihantui dengan rasa ragu karena saya hanya memiliki mama yang saat itu mama harus berhenti bekerja karena penyakit yang dialami tidak memungkinkan lagi. Setelah tamat SMA saya mengikuti beberapa seleksi sekolah kedinasan juga universitas dan hasilnya tidak lulus, itu cukup membuat saya kehilangan harapan. Dalam keadaan yang sangat lemah Tuhan menghadirkan 2 sosok yang menurut pandangan manusia mereka tidak terlalu punya lebih (terutama soal materi), sebut saja nenek dan mama kecil. Mereka adalah orang-orang yang punya hati yang luar biasa untuk selalu menguatkan, terus mengingatkan untuk selalu berdoa dan percaya pada Tuhan, bahkan ada ayat Firman yang menjadi penguatan bagi saya “Filipi 4:6-7” (jadi salah satu ayat hafalan ketika sudah berKTB). Akhirnya saya diterima di Unwira Kupang dan saya mulai percaya Tuhan akan terus memelihara hidup saya.

     Kehidupan sebagai mahasiswi terus berjalan, hingga semester III saya diajak oleh saudara KTB Mety Kase untuk bergabung di PMK Kota Kupang dan mulai berKTB. Selang beberapa bulan saya diminta oleh ketua PMK Kota, Kak Maklon Hede untuk jadi BP PMK Kota. Saya cukup kaget dan juga takut karena belum mengenal dengan baik orang-orang serta pelayanan yang ada di sana, namun saya tetap mengiyakan dan melayani di Sie Acara pada tahun 2016.  Hingga periode berikut saya berpikir untuk berhenti karena yang diingat adalah kesulitan yang dihadapi untuk pergi ke Perkantas tanpa mengingat semua yang Tuhan sudah berikan bahkan lebih dari yang saya minta. Saya ditegur dengan tegas oleh kaka rohani saya, Kak Dance Dengak dengan mengatakan “kamu harus lanjut, tidak ada alasan untuk tidak melayani, harus bayar harga, yang kamu lakukan juga belum sebanding dengan apa yang Tuhan sudah buat dalam kehidupan kamu”. Seketika saya langsung menjawab iya karena melalui teguran itu saya diingatkan banyak hal untuk terus melayani. Ini moment di mana saya merasa utuh kembali dan sangat butuh untuk tetap ada dalam pelayanan. Tahun 2017 saya memutuskan untuk melanjutkan pelayanan sebagai sekertaris di PMK Kota, dan tahun 2018 sebagai Bendahara. Selanjutnya saya dipercayakan lagi untuk melayani sebagai TPPM dari tahun 2018-2021, hingga saat ini sebagai Alumni Perkantas saya tetap terlibat dalam kelompok PA Alumni, berKTB dan memipin KTB. Saya banyak belajar bahwa segalanya tidak selamanya berjalan mulus, kita diperhadapkan pada kesulitan agar kita bisa bertumbuh, terus berserah dan kekuatan sejati hanya datang dari Tuhan.

     Sejak tahun 2018 saya diterima sebagai guru di SMA Kristen Mercusuar Kupang. Hingga saat ini banyak hal yang saya syukuri karena telah didapatkan semasa pelayanan mahasiswa, dan itu menjadi bekal ketika berada di dunia kerja. Saya terus belajar untuk bertanggung jawab dengan apa yang dipercayakan, tetap menjaga integritas, menjadi pendidik yang mau berbagi dalam hal apa pun. Rasanya bahagia sekali ada yang rupanya sering melihat postingan saya mengenai publikasi ibadah dengan tema–tema yang menarik dan terkadang pada saat mengajar, untuk mengatasi kebosanan yang ada saya sering bercerita dan salah satunya tentang Perkantas. Bersyukur beberapa orang mau bergabung di Persisten Kota Kupang, berKTB dan juga mau melayani sebagai BP Persisten Kota Kupang, semoga mereka terus bertahan dan bertumbuh.

     Semua pengalaman yang ada terus mengingatkan bahwa Tuhan bisa memakaimu untuk mengerjakan apa pun dan di mana pun dengan apa yang sudah terencana bahkan di luar rencana, intinya tetap memberi diri dan berserah penuh pada Tuhan. Kesulitan dan masalah pasti ada, tetapi pemeliharaanNya selalu nyata serta kekuatan yang Tuhan limpahkan lebih besar dari masalahmu.

Terima kasih untuk kesempatan berbagi, semoga memberkati.  

Kategori
Kesaksian Staf

     Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. “Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. “Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah r  mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Demikianlah penggalan ayat firman Tuhan dari Yeremia 1 : 4-10 inilah yang menjadi jawaban Tuhan atas pergumulan saya menjawab panggilan Tuhan untuk melayani-Nya melalui pelayanan Perkantas dan melayani di Perkantas Waingapu saat itu.  Tuhan yang memanggil, Dia yang akan menolong hambaNya yang lemah dan berdosa ini untuk mengerjakan panggilanNya dan itu terbukti hingga saat ini bertahun-tahun mengerjakan pelayanan, pertolongan Tuhan bagi saya untuk taat dalam mengerjakan pelayanan ini tidak ada habis-habisnya. Ketika mulai patah semangat, ketika mulai berpikir untuk berhenti di tengah jalan, ketika tergoda dengan tawaran pelayanan di tempat lain di masa lampau, firman ini terus muncul untuk menguatkan sehingga saya tidak berhenti di tengah jalan. Lewat saat teduh beberapa kali ayat ini selalu muncul sehingga saya yakin akan penyertaan dan panggilan Tuhan masih sama bagi saya.

     Selain Tuhan dan firmanNya, motivasi saya di dalam melayani adalah perasaan berhutang kepada Tuhan atas Injil yang telah saya dengar di masa-masa mahasiswa. Saya tidak membayangkan jikalau Tuhan tidak membuka pintu anugerah-Nya kepada saya di masa-masa kuliah, entah apa yang akan terjadi dengan hidup saya saat ini. Saya bersyukur karena Tuhan memakai senior pelayanan di kampus untuk mendoakan dan memberitakan Injil kepada saya secara pribadi. Perasaan berhutang itulah yang membuat saya ingin membalas kasih Tuhan itu dengan melayani sesama yaitu generasi-generasi muda dan kaum intelektual di kampus-kampus dan sekolah-sekolah melalui pelayanan Perkantas. Visi dan Misi Perkantas yang begitu mulia untuk menjangkau siswa dan mahasiswa agar memuridkan dan mempersiapkan mereka menjadi berkat dalam marketplace, bagi saya ini adalah visi-misi yang ilahi dan saya bersyukur saya diberikan kesempatan untuk bertumbuh, dan bukan hanya itu, saya juga diberikan kesempatan menjadi rekan sekerja Allah untuk menjangkau banyak jiwa bagi-Nya.

     Selama melayani di dalam pelayanan Perkantas, tidak terhitung pengalaman berkesan di dalam pelayanan ini, baik dalam diri saya sendiri saya diajar Tuhan untuk benar-benar mengenal siapa Tuhan yang saya percaya dan layani dan belajar menggantungkan hidup pada Tuhan dan pemeliharaan-Nya. Di dalam keluarga saya melihat bagaimana keluarga saya diubahkan dengan pilihan hidup saya untuk melayani Tuhan. Di dalam ladang pelayanan saya diijinkanTuhan untuk bertemu ratusan anak-anak muda untuk dilayani dan menolong mereka bertumbuh, membuat saya tidak berhenti kagum dengan kebesaran kuasa Tuhan di dalam dan melalui pelayanan ini.

     Kalau saya bisa sampai dengan saat ini, masih bisa melayani dan terus melayani itu semua karena kemurahan Tuhan. karena itu, sepanjang kaki ini masih berjejak saya akan terus taat dengan panggilan dan janji Tuhan yang belum berubah ini. Firman Tuhan yang juga menjadi ucapan syukur saya sepanjang pelayanan hingga saat ini adalah Habakuk 3:19 “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.”

SOLIDEO GLORIA

Kategori
Kesaksian Staf

Pelayanan Traveling ke Pulau Sumba

TRAVELLING KAK IMANUEL MEOK, M.Div

DI PULAU SUMBA

6-12 APRIL 2022

 

     Puji dan syukur hanya bagi Tuhan, sang pemilik pelayanan yang terus mengasihi dan mengijinkan kita untuk melayani Dia. Bulan April menjadi bulan traveling bagi pelayanan Perkantas di Pulau Sumba. Atas ijin Tuhan, Kak Imannuel Meok, Staf Perkantas Kupang dapat melakukan travelling ke Pulau Sumba pada tanggal 6-12 Mei 2022. Dalam kegiatan travelling tersebut, Kak Nuel melayani di empat daerah pelayanan Perkantas, yaitu di Waitabula, Waibakul, Waikabubak dan Waingapu.

     Kak Nuel memulai pelayanannya di Sumba dari Perkantas Waitabula pada tanggal 6 April 2022 dengan memimpin ibadah gabungan TP3 Waitabula, alumni, mahasiswa dan siswa Waitabula dengan tema “Murid Sejati”.

     Selanjutnya pada tanggal 7 April 2022, kak Nuel melanjutkan pelayanannya di Perkantas Waibakul. Di sana kak Nuel memimpin Ibadah Siswa, bertempat di Panti Asuhan Sinar Harapan Kasih dengan tema “Your Decision, Your Future”. Adik-adik yang hadir berjumlah kurang lebih 35-50 orang dan pelayanan firman Tuhan yang disampaikan oleh Kak Nuel meneguhkan mereka dalam mengerjakan tanggung jawab pelayanan juga study mereka. Kak Nuel juga memimpin Ibadah Alumni di tempat yang sama dengan tema “Financial Principles For Belivers”. Alumni yang hadir berjumlah 15 orang dan lewat firman Tuhan mereka kembali diingatkan dan diteguhkan tentang prinsip mengelola harta dan merencakan setiap berkat Tuhan dengan tepat dan benar sesuai kehendak Tuhan.

     Sabtu, 9 April Kak Nuel melayani di Waikabubak dengan memimpin ibadah di SMP Negeri 3 Waikabubak, bertempat di halaman sekolah dan dihadiri oleh siswa-siswi beserta para guru. Malam hari, bertempat di sekretariat Perkantas Waikabubak, Kak Nuel memimpin Ibadah Alumni sekaligus regenerasi badan pengurus alumni yang baru.

     Di Waingapu, Kak Nuel melayani dalam pembinaan board dan pengurus komponen pada tanggal 10 April serta melayani dalam Ibadah Alumni pada tanggal 11 April 2022. Pada traveling hari pertama dilakukan pembinaan dan doa, bertempat di rumah persekutuan Perkantas Waingapu yang dihadiri oleh pengurus komponen (siswa, mahasiswa, alumni) serta board Perkantas Waingapu dengan tema “Pelayanan yang Dipimpin Oleh Roh Kudus”. Hari kedua, dilanjutkan dengan pembinaan alumni.

     Melalui tema “Misi di Tengah Krisis Zaman” alumni yang hadir makin diteguhkan bahwa selalu ada tantangan yang dihadapi dalam mengerjakan misi, namun salib dan pengorbanan Kristus menjadi kekuatan untuk meresponi panggilan misi dengan ketaatan penuh, tidak hanya hidup di zona nyaman (bekerja dan berkeluarga).

Kategori
Siswa

Berserah Pada Tuhan

Kita bisa menjalani hidup yang memuaskan dan penuh dengan sukacita dengan hidup mengikuti rancangan Tuhan. Semua yang direncanakan Tuhan bagi kita adalah rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan. Maka adalah penting bagi kita untuk mengetahui tujuan hidup kita seperti yang digariskan Tuhan. Berdoalah senantiasa, ucapkan syukur senantiasa, agar kita mengetahui apa yang dikehendaki Tuhan untuk terjadi dalam hidup kita.

     Halo, Perkenalkan nama saya Umbu Yudho dari persisten Fatuleu. Ada satu pengalaman pribadi yang ingin saya bagikan tentang bagaimana saya berserah diri kepada Tuhan. Saat itu saat saya terpilih sebagai Ketua Osis. Saya sadar sungguh bahwa pada saat itu saya merasa khawatir karena saya berpikir saya tidak mampu memikul tanggung jawab besar ini.  Tetapi kemudian saya menyadari bahwa saya tidak  mungkin lalui semua ini tanpa campur tangan Tuhan. Saya perlu memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan agar saat saya bekerja dapat sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Hal ini tidak mudah karena sebagai manusia berdosa, terkadang saya cenderung mengandalkan kekuatan dan kepintaran diri sendiri dibanding tunduk kepada kehendak Tuhan. Saya belajar bahwa berserah kepada Tuhan bukan berarti bersikap pasif atau menjadi malas. Berserah berarti membawa segala pergumulan yang saya rasakan dan kuatirkan kepada Tuhan dengan penuh penyerahan dalam doa, permohonan, dan ucapan syukur.

     Semua itu nyata adanya selama setahun ini, dengan berbagai tantangan dan masalah, selalu ada kuasa Tuhan yang saya alami. Saya teringat juga dengan ayat firman Tuhan yang mengatakan “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filipi 4:13. Seperti apapun tantangannya, saya dapat hadapi dengan baik. Entah itu  kata-kata cibiran maupun  masalah pribadi, saya lalui karena Kuasa Tuhan dan akhirnya tujuan dan motivasi yang saya bangun dari awal, visi misi pelayanan saya sebagai ketua OSIS dapat berjalan dengan baik adanya. Saya bersyukur Untuk semua Itu, ketika Di percayakan untuk memimpin  selama 1 tahun sebagai Ketua Osis dengan berbagai pengalaman berharga yang Tuhan ijin untuk saya dapatkan.

     Ketika saya memiliki masalah dan bergumul dengan Tuhan. Saya terus melibatkan Tuhan dalam hidup dan dalam kerendahan hati saya mau untuk berjalan bersama Dia dan karena itu saya percaya setiap ada masalah pasti ada berkat dan pengajaran dari Tuhan bagi saya. Keberhasilan seseorang sangat ditentukan bagaimana ia memiliki penyerahan diri kepada Tuhan dan tunduk pada kehendakNya, karena rancanganNya selalu yang terbaik!

Kategori
Siswa

Mengatasi Bosan Bersaat Teduh

     Shalom, saya Axel salah satu Badan Pengurus Persisten SMAN 1 Kupang.  Saya ingin menceritakan pengalaman saya mengatasi rasa bosan dalam bersaat teduh. Awalnya saya ingin bergabung dalam pelayanan siswa persisten karena diajak oleh teman, saat itu saya belum mengenal sama sekali yang namanya KTB, dan sebelumnya saya tidak pernah melakukan Saat Teduh. Namun, seiring berjalannya waktu saya tergabung mengikuti KTB. Dalam KTB saya dibimbing untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, yakni dengan bersaat teduh.

     Di awal-awal memang saat teduh saya selalu lancar, tapi karena cara saat teduh yang monoton lama kelamaan saya merasa jenuh dalam bersaat teduh. Saat saya merasa jenuh dan mulai jarang bersaat teduh, saya sering melakukan saat teduh dengan buru-buru tanpa menikmati hadirat Tuhan. Saya juga menunda-nunda waktu untuk saat teduh, waktu saya lebih banyak terbuang untuk melakukan hal-hal lain karena saya merasa bosan melakukan saat teduh dengan cara yang monoton. Kali ini saya akan membagikan cara-cara saya dalam mengatasi rasa bosan dalam bersaat teduh.

  1. Lakukan saat teduh dengan cara yang berbeda.

     Biasanya saya akan melakukan saat teduh dengan cara yang berbeda, bisa juga dengan waktu yang berbeda, misalnya saya biasanya hanya membaca firman Tuhan tapi untuk mengatasi rasa bosan, saya juga terkadang menuliskan bagian-bagian penting dalam ayat yang saya baca untuk renungan, untuk waktu yang berbeda biasanya saat teduh saya selalu malam tapi kalau saat saya merasa jenuh saya ubah waktu ke pagi atau sore, pilih waktu yang tepat untuk bersaat teduh dimana kita merasa nyaman dan tidak terganggu untuk bersaat teduh dan mengutarakan isi hati kita kepada Tuhan.

  1. Sharing saat teduh dengan teman-teman.

     Biasanya saya sharing saat teduh dengan teman-teman saya, karena kalau saya mendapatkan sebuah respon yang positif dari teman-teman saya, saya merasa mendapat semangat baru untuk terus bersaat teduh dan membagikan saat teduh saya pada orang lain.

     Setelah menerapkan kedua cara diatas puji Tuhan, saat teduh saya kembali lancar dan saya mulai menikmati waktu-waktu saat teduh saya.

Kategori
Siswa

4 Tips Rutin Bersaat teduh

     Jika kita memutuskan untuk konsisten dalam bersaat teduh, maka kita harus mampu menjadi orang yang mampu menciptakan sebuah komitmen dalam membangun relasi dengan Tuhan. Status sebagai umat orang percaya tidak boleh menghalangi kehendak untuk lebih dekat dengan Tuhan. Meskipun untuk lebih dekat dengan Tuhan tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi memerlukan proses belajar dan perlu tahapan yang religius. Namun jika kita memiliki keyakinan besar dan tetap taat, setia, maka kita mampu membuktikan diri menjadi Pelayan dan murid serta anak-anak Tuhan yang mampu bertanggung jawab. Untuk itu kita perlu meluangkan waktu kita untuk bisa bersekutu bersama Tuhan, salah satunya lewat saat teduh.

     Saat teduh adalah saat di mana kita sebagai umat yang percaya kepada Yesus Kristus, memberikan seutuhnya hati kita di hadapan hadirat Allah dan membangun hubungan pribadi yang erat dengan-Nya. Namun saat kita menjalaninya, tanpa kita sadari bahwa saat teduh bukan lagi menjadi kebutuhan melainkan dapat menjadi rutinitas. Pada kondisi seperti ini juga biasanya muncul rasa jenuh, yang akhirnya kita tidak lagi menikmati setiap firman Tuhan yang sudah dibaca atau direnungkan, dan tidak menikmati relasi dengan Tuhan. Agar kita tidak terjebak dalam kondisi seperti ini maka ada baiknya kita kembali mengecek diri kita masing-masing, apa yang sebenarnya menjadi motivasi kita bersaat teduh. Berikut 4 hal yang penting dimiliki saat bersaat teduh:

  1. Miliki motivasi bersaat teduh yang benar

     Memiliki motivasi akan sangat membantu kita agar dapat melakukan saat teduh dengan konsisten. Besarnya kasih Allah kepada kita membuat kita bergerak untuk melakukan kehendak-Nya dengan rela, bukan dengan keterpaksaan. Kasih Allah kepada kita juga menyadarkan kita bahwa bukan Allah yang membutuhkan kita tetapi kitalah yang membutuhkan-Nya. Dialah yang telah memberikan kita hikmat dan kekuatan untuk menjalani aktivitas kita sepanjang hari, tanpa Dia kita tidak dapat melakukan segala sesuatu.

  1. Miliki waktu terbaik dan pasang pengingat/alarm

     Kita bisa datang kepada Tuhan kapan saja. Tetapi Tuhan sangat layak mendapatkan waktu terbaik kita, waktu yang kita khususkan bagi-Nya, bukan hanya sekedar waktu luang yang kita sisakan ditengah kesibukan kita. Waktu terbaik kita mungkin sama atau berbeda satu sama lain, tetapi yang terpenting adalah kita dapat mempersembahkan waktu itu sebagai momen terbaik untuk menikmati hubungan dengan Tuhan, dengan begitu kita juga dapat mengatur alarm sebagai pengingat agar kita dapat bersekutu dengan Tuhan diwaktu yang terbaik. Kita bisa memilih pada pagi hari sebelum memulai aktivitas kita atau pada malam hari sebelum kita beristirahat.

  1. Minta dukungan teman atau orang-orang kita kasihi

     Hal yang sangat membantu kita untuk bersaat teduh dengan konsisten adalah dengan meminta bantuan orang lain untuk mengingatkan serta mendoakan kita. Itu mengapa kita butuh komunitas yang bertumbuh dalam Tuhan. Ketika kita bergabung dalam komunitas orang percaya kita dapat bertumbuh bersama-sama dan ada seorang yang lemah maka ada teman komunitas yang dapat mengulurkan tangannya untuk membantu menguatkan. Kita dapat menemukan komunitas itu di dalam persekutuan Gereja atau juga di dalam KTB di persekutuan kampus.

  1. Jangan berhenti hanya karena pernah gagal

     Pernahkan kita sering mencoba untuk melakukan saat teduh dengan rutin tapi selalu gagal atau selalu ada halangan? Ya, pastinya masing-masing dari kita pernah mengalaminya. Namun ada firman Tuhan berkata bahwa Tuhan mengasihi kita bahkan ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Tuhan Yesus tidak pernah menuntut kita untuk menjadi seorang yang sempurna tetapi Ia ingin kita terlebih dahulu mengasihi-Nya. Bahkan saat kita megakui dosa kita di hadapan-Nya dan berbalik mengikuti-Nya, Tuhan akan melihat ketulusan hati kita dan mengampuni kita. (1 Yohanes 1:9).

     Ketika kita mulai merasa tidak layak dihadapan Tuhan, sebenarnya itu adalah saat di mana Tuhan rindu untuk memulihkan kita. Jadi, datanglah kepada-Nya sekarang, ambilah waktu untuk bersaat teduh dan curahkanlah semua isi hati kepada-Nya sebab Dia adalah Allah yang rindu berkomunikasi dengan kita. Dia akan mendenngar serta mampu menjawab setiap doa-doa kita pada waktu-Nya dengan cara-Nya yang terbaik. Pakailah waktu di hari-hari ini dengan Tuhan.

Kategori
Siswa

Mengatasi Jenuh Bersaat Teduh

      Perkenalkan saya Rambu Mery dari Waingapu. Kelas 11 SMK adalah masa-masa yang sangat luar biasa, luar biasanya adalah ketika diajak untuk ikut kelompok Tumbuh bersama oleh Ibu guru matematika yang super duper luar biasanya. Namanya Ibu Mince. Singkatrnya, Ibu Mince adalah guru matematika dan sekaligus kakak KTB.

     Dari KTB saya belajar untuk bersaat teduh yang awalnya saya tidak tau sama sekali apa itu saat teduh. Awalnya saat teduh itu hanya biasa-biasa saja bagi saya, karena saya menganggap saat teduh yang dilakukan setiap jam 4 subuh itu hanya sebuah rutinitas atau takut di tanya pada saat KTB. Singkat ceritanya, saya sudah tidak lagi menikmati saat bersaat teduh. Saya terus melakukan saat teduh tetapi tidak menikmati.

     Awal bersaat teduh biasanya saya lakukan jam 4 subuh. Ketika sudah lewat dari jam 4 subuh pastinya saya tidak bersaat teduh dalam sehari. Akhirnya, saat teduh saya selalu bolong atau tidak rutin, padahal saat teduh memiliki nilai yang luar biasa dalam hidup saya. Dengan bersaat teduh banyak hal yang bisa saya dapatkan. Saat teduh membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik, ketika saya bisa menikmati dan memilki kerendahan hati dan peka dengan apa yang dikatakan Tuhan kepada saya.

Bagaimana Mengatasi Kejenuhan dalam Bersaat Teduh?

     Saya memiliki pengalaman jenuh bersaat teduh, yang membuat saya jenuh ialah bingung mau pakai bahan saat teduh apa, bosan dengan kalimat yang panjang, malas bangun pagi, sibuk dengan urusan pribadi, mengantuk pada saat berdoa. Akan tetapi seiring berjalannya waktu saya semakin menikkmati saat teduh dan bahkan kalau tidak saat teduh rasanya hambar. Saat  tidak saat teduh sehari saja seperti tidak saat teduh setahun. Seiring berjalannya waktu saya sadar saat teduh itu sangat penting bagi orang kristen, karena saat teduh ialah membangun dan menjaga relasi pribadi kita dengan Tuhan. Tidak cukup kalau kita katakan “saya percaya Tuhan”, karena percaya Tuhan harus punya relasi dengan Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan komitmen.

     Saat saya mulai jenuh bersaat teduh saya mengatasinya dengan cara:

  1. Sadar siapa diri saya
  2. Membangun komitmen
  3. Meminta bimbingan dari kakak rohani
  4. Berbagi dengan sesama anggota KTB. Bisa juga dengan mengajak saat teduh bersama saudara KTB atau orang yang juga sedang bertumbuh atau percaya kristus.
  5. Mennggunakan bahan saat teduh “warung SATE kamu atau renungan harian”
  6. Mendengarkan saat teduh yang menggunakan audio atau vidio.

     Itulah tips-tips mengatasi jenuh bersaat teduh. Saat teduh itu harus dinikmati, dijalani dan di syukuri bukan sekedar yang penting jalan tapi di pahami dan dilakukan. Tuhan Yesus memberkati.

Kategori
Siswa

Berserah Pada Rencana-Nya

     Syalom, perkenalkan saya Zamirah Atalia, biasa dipanggil Atta. Saya ingin membagikan bagaimana penyertaan Tuhan nyata dalam hidup saya.

     Saat masih duduk di sekolah dasar, saya sudah mengalami kerontokan rambut yang parah, hingga waktu masuk SMP kepala saya sampai botak di bagian depan dan terpaksa untuk  memakai bandana menutup kebotakan. Kerontokan rambut saya tidak berhenti hingga akhirnya harus memakai wig karena sudah terlalu parah. Keadaan ini bukan yang saya inginkan tapi saya percaya bahwa yang Tuhan ijinkan itu selalu yang terbaik buat saya.

     November 2018 walau masih dalam keadaan keontokan yang parah, saya memutuskan untuk tidak lagi memakai wig. Saya memutuskan untuk meningkatkan rasa percaya diri dengan rambut yang sekarang. Saat itu dokter mendiagnosa bahwa dalam kulit kepala saya ada jamur hingga membuat rambut saya menjadi rontok dan penyembuhan untuk jamur di kulit kepala memang membutuhkan waktu yang lama. Pengobatan selalu dijalani dengan rutin, minum obat dan lain-lain, namun kadang tidak memberikan hasil yang memuaskan .

     Banyak perasaan yang saya rasakan. Hujatan sudah menjadi bagian dalam hidup saya dan seiring berjalannya waktu saya diajarkan banyak hal. Salah satu hal yang saya pelajari adalah belajar untuk bersyukur. Ini bukan hal yang mudah tapi membawa dampak besar dalam kehidupan saya. Saya bersyukur saya berada dalam komunitas rohani yang selalu menopang dan mendoakan, mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan, dan mempunyai keluarga yang selalu mendukung. Menjadi perempuan yang percaya diri seperti sekarang adalah bukti bahwa penyertaan Tuhan selalu nyata untuk saya setiap waktu .

     Saya tidak tahu kapan waktunya saya akan sembuh tetapi saya percaya bahwa waktu Tuhan untuk saya selalu tepat dan terbaik. Menghadapi keadaan ini bukan suatu hal yang mudah, namun saya percaya bahwa jika Tuhan ijinkan sesuatu terjadi, artinya Tuhan sudah siapkan sesuatu yang terbaik untuk saya. Tidak pernah terpikirkan bahwa lewat keadaan ini, saya akan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Walaupun selama menjalani cobaan ini banyak muncul rasa kecewa dan lelah tapi itu semua bagian dari proses untuk saya menjadi seperti sekarang.

      Untuk yang membaca ini, apapun keadaanmu sekarang, masalahmu seberat apapun, percayalah bahwa penyertaan Tuhan selalu ada dan Ia tidak pernah meninggalkan, sekalipun kamu selalu merasa sendiri. Terima kasih telah berjuang sampai detik ini, kamu hebat! jangan lupa bersyukur. Lakukan bagianmu, selebihnya biar Tuhan yang kerjakan. Akan ada waktunya kamu mengerti mengapa semua ini harus terjadi