Kategori
Kesaksian Staf

Murid yang Bertumbuh

 

MURID YANG BERTUMBUH

Efesus 4:11-16

     Surat Efesus ini ditulis oleh Rasul Paulus Ketika dia sedang berada dalam penjara. Ketika Paulus menuliskan surat ini tentunya Paulus memiliki tujuan atau motivasi tersendiri. Paulus menulis surat ini karena mlihat kondisi jemaat di Efesus yang menyembah Dewi Artemis atau Dewi kesuburan. Selain itu, jemaat di Efesus juga lebih tunduk terhadap Kaisar. Melihat kondisi ini tergeraklah hati Paulus untuk mengirimkan surat kepada jemaat di Efesus. Surat kiriman Paulus ini berisikan tentang nasihat, perintah dan himbauan. Salah satu nasihat yang dituliskan Paulus seperti yang kita baca dari bagian Firman Tuhan saat ini (Ef. 4:11-16). Paulus menjelaskan bahwa Tuhan memiliki harapan dan tujuan yang luar biasa bagi umat-Nya, yaitu semua anak-anakNya dapat bertumbuh mencapai kedewasaan yang penuh yaitu kepenuhan Kristus (Ef. 4:13).

     Pertumbuhan rohani merupakan hasil dari pembentukan karakter yang dilakukan oleh Allah seumur hidup kita. Kita tidak hanya dituntut untuk percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, tetapi kita juga harus menunjukkan suatu pertumbuhan ke arah Kristus yang semakin serupa dengan-Nya. Pertumbuhan yang serupa dengan Kristus ini harus terlihat di dalam totalitas hidup kita setiap hari. Inilah yang menunjukan bahwa kita hidup dan bertumbuh. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana ciri seorang murid yang bertumbuh? Ciri murid yang bertumbuh ialah:

  1. Memiliki Pengenalan yang Mendalam dengan Allah

     Bagaimana caranya agar kita dapat mengenal Allah secara mendalam? Pengenalan akan Allah adalah salah satu hal yang paling utama dalam hidup setiap orang percaya. Pengenalan akan Allah bukan hanya secara pengetahuan (otak), melainkan pengenalan akan Allah secara hubungan (relasi) dengan Allah. Pengenalan ini merupakan pengenalan yang intim dengan Allah yaitu melalui membaca dan merenungkan Firman Tuhan, Saat Teduh, dan doa-doa kita yang menghasilkan perubahan dan penyerahan tanpa batas dari diri kita. Iman yang hidup dan bertumbuh adalah iman yang semakin dewasa secara rohani dari hari ke hari.

  1. Memiliki Hidup yang Berbuah

     Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya. Tuhan mau agar kita berbuah. Buah yang dimaksudkan diantanya buah roh, buah pelayanan dan buah jiwa-jiwa yang diselamatkan (melalui kesaksian/pengijilan). Hanya orang yang melekat pada Kristus dan yang terus dibersihkan yang dapat terus berbuah (Yoh. 15:2-4).

  1. Memiliki Ketabahan dalam Menjalani Proses Allah

     Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi murid kristus tidaklah mudah. Terlebih menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan. Ada banyak tantangan dan rintangan, tetapi murid yang bertumbuh adalah murid yang tetap sabar dan tabah dalam menanggung segala perkara (1 Tes. 1:4). Ketabahan di sini bukan sekedar menerima segala persoalan yang ada tetapi juga mengubahnya menjadi sarana untuk melibatkan Allah dalam setiap proses yang dialami.

4.Memiliki Hidup yang Memberi dan Melayani

      Setiap murid Kristus yang bertumbuh selalu berprinsip bahwa aku diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama. Sadarilah bahwa tujuan Tuhan bagi kita bukan sekedar kita menjadi berkat bagi orang lain melainkan agar kita mencapai satu kesatuan iman yang penuh dan pengetahuan yang benar akan Allah, kedewasaan rohani yang penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

     Rekan-rekan, ciri seorang murid Kristus yang bertumbuh adalah memiliki pengenalan yang mendalam dengan Allah, memiliki hidup yang berbuah, memiliki ketabahan dalam menjalani proses Allah dan memiliki hidup yang memberi dan melayani. Marilah kita menjadi murid yang terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah dan terus menghasilkan buah yang benar sesuai Firman Tuhan, terus sabar dalam menjalani proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita serta teruslah memiliki hidup yang memberi dan melayani karena itulah wujud/ciri murid yang bertumbuh. Amin

Kategori
Kesaksian Staf

 Berpengharapan Kepada Allah

Mazmur 91:1-2, 14-16

“Life is never flat”, begitu kira-kira slogan snack Chitato yang selalu terngiang setiap kali menyebut namanya atau memakannya. Sepaham dengan slogan ini, kehidupan memang tidak berjalan datar. Terkadang kita melalui hal-hal yang baik, namun ada saat di mana kita juga merasakan hal-hal yang buruk, seperti mengalami kehilangan, ditinggalkan, dimusuhi, dikhianati dan difitnah.

Tidak terkecuali dengan kita sebagai orang percaya, masalah-masalah juga akan singgah dalam hidup kita. Tidak sedikit orang Kristen yang mengaitkan masalah yang mereka hadapi dengan pelayanan yang telah mereka lakukan untuk Tuhan. Mereka mengadu pada Tuhan mengapa mengijinkan hal-hal buruk terjadi dalam hidup, padahal mereka telah melakukan yang terbaik untuk Tuhan. Seakan-akan Tuhan bisa diatur-atur dengan perbuatan baik kita untuk membalasnya dengan memenuhi keinginan-keinginan kita.

Justru sebagai orang percaya kita tidak boleh menyerah pada masalah, bahkan sampai menyalahkan Tuhan atas keadaan buruk yang kita alami. Kita percaya bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu, termasuk hal-hal buruk untuk mendatangkan kebaikan bagi kita anak-anakNya. Respon yang harus kita tunjukkan adalah menaruh pengharapan kepada Dia, yang lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Ada tiga hal yang membuat kita menjadi orang-orang yang berpengharapan kepada Allah dalam segala kondisi hidup.

Yang pertama, memiliki hati yang melekat kepada Tuhan. Dalam terjemahan yang lain memakai kata mengasihi dan mempercayai Allah. Ini berarti orang yang memiliki hati melekat kepada Tuhan adalah mereka yang mengasihi Allah dan mempercayaiNya. Apa yang Tuhan katakan tentang orang yang mengasihi Dia? Dalam Yohanes 14:21, Yesus mengatakan bahwa barangsiapa memegang perintahNya dan melakukannya, dialah yang mengasihiNya. Seseorang dengan hati melekat kepada Tuhan adalah dia yang melakukan firman Tuhan. Dialah orang yang berpengharapan kepada Tuhan karena mempercayaiNya dengan melakukan firmanNya. Orang yang melakukan firman Tuhan, pastinya ia perlu mengenal Tuhan dahulu.

Oleh karena itu, hal kedua yang membuat kita menjadi orang-orang berpengharapan adalah dengan mengenal Tuhan dan firmanNya. Pengenalan akan Tuhan melalui firmanNya memampukan kita memiliki dasar pengharapan yang benar dalam setiap kondisi hidup kita. Kita tidak bisa asal berharap dengan pengenalan yang keliru tentang Allah, karena kita bisa menjadi kecewa dan berprasangka buruk kepadaNya dengan pemahaman yang keliru tersebut. Oleh karena itu, pengenalan yang benar tentang Allah adalah penting sehingga kita memiliki dasar pengharapan yang benar pula kepadaNya.

Yang ketiga, dengan berseru kepada Tuhan. Terkadang, kita mengatakan bahwa kita sedang berpengharapan. Namun nyatanya, kita sedang mengandalkan kekuatan kita sendiri saat menghadapi situasi-situasi di dalam hidup. Kita tidak mengandalkan Dia dengan berseru kepadaNya lewat doa dan sikap kita. Kuasa Tuhan nyata saat kita memberi kesempatan padaNya untuk menyatakannya melalui kita.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia memberikan kita firmanNya supaya kita bisa mengenalNya dan memiliki dasar pengharapan yang benar kepadaNya. Ia memberikan Roh Kudus untuk menolong kita mengasihi Dia dengan melakukan firmanNya. Ia tidak memaksa kita untuk percaya kepadaNya, tetapi Ia memberi kesempatan kepada kita untuk mengenalNya dan menjadi percaya dengan memberiNya kesempatan untuk menyatakan kuasaNya melalui hidup kita. Dengan begitu, kita menjadi orang-orang yang berpengharapan kepada Allah yang benar, yang tidak menyerah kepada keadaan, namun berserah kepada Allah dalam pengharapan yang sejati.

Kategori
Kesaksian Staf

Ingat akan Nama Yesus

 

 

INGAT AKAN NAMA YESUS

(Yohanes 14:8–14)

            Mendapat suatu penghargaan atau predikat ‘nama baik’ pada suatu event tertentu merupakan dambaan bagi setiap pribadi. Kehormatan yang diperolehnya membuat pribadi tersebut seringkali menjadikannya sebagai prioritas dalam hidupnya. Tidak heran banyak orang termotivasi dan berupaya keras memperoleh predikat nama baik itu. Ada yang melakukannya dengan sepenuh hati, mengandalkan Tuhan serta bekerja keras untuk memperolehnya, namun ada pula yang meresponnya dengan biasa-biasa saja, bahkan hanya terpaku diam, tidak melakukan apa-apa. Ya, setiap pribadi mempunyai hak untuk memprioritaskan hal tersebut dalam karya hidupnya tergantung pada kapasitas atau potensi yang dimilikinya. Motivasi dari dalam diri yang keliru, hati yang tidak sungguh-sungguh bergantung pada kedaulatan dan anugerah Tuhan terkadang membuat setiap pribadi lupa akan siapa yang telah menganugerahkan penghargaan itu dalam hidupnya. Kita egois, lupa dan terlalu sombong untuk mengakui hakikat dan kebaradaan Kristus yang adalah Tuhan dan Allah yang kita puji dan sembah, ‘Kita lupa akan nama Yesus’…!

            Saudara-saudara, pada bagian firman yang kita renungkan bersama dalam Yohanes 14:13 yang berkata: ‘Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak’. Konteks bagian firman yang ditegaskan Kristus menunjukan bahwa baik di dalam Bapa maupun Anak yaitu Kristus adalah satu. Penegasan yang disampaikan Yesus kepada murid-muridNya secara berulang-ulang bertujuan untuk meyakinkan iman percaya mereka kepada Allah yang mereka sembah, yakni Sang Bapa dan Sang Anak yaitu Kristus juga adalah satu. Puncak perkataan penegasan Yesus kepada murid-muridNya disampaikan dalam ayat 13-14 yang berbunyi ‘Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku, dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.’ Bagi Yesus ini sangat penting untuk memperkokoh iman percaya mereka!

            Saudara-saudara bila kita berseru meminta dalam nama Yesus, bila kita menyampaikan doa dan permohonan kita kepada Bapa dengan berlandaskan nama Yesus, Bapa di Sorga akan mengabulkannya menurut kedaulataNya, bukan karena kita layak untuk menerima tetapi Dia yang melakukannya. Jadi kita harus percaya dengan iman bahwa ‘Dalam nama Yesus’ menyandang cukup kekuasaan untuk menjamin setiap doa kita. ‘Dalam nama Yesus’ bukanlah sebuah kalimat tanpa makna yang selalu atau biasa kita katakan saat mengakhiri doa dan permohonan kita. Tetapi kalimat itu memiliki makna yang sangat dalam, seluruh perbuatan dahsyat dan karyaNya yang ajaib diwakilkan dalam nama Yesus. Itu sudah cukup!… Nama Yesus memiliki kuasa!…Oleh karena itu saudara-saudara, kita patut bersyukur memiliki Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. ‘Di dalam nama Yesus’ menjadi jaminan bagi kita setiap orang percaya bahwa doa-doa kita akan didengar dan dijawab oleh Tuhan. Nama Yesus menjadi meterai untuk mengesahkan doa dan permohonan kita. Ingat akan nama Yesus sudah lebih dari cukup bagi setiap orang percaya! Indahlah namaNya pengharapan dunia. Indahlah nama Yesus suka Sorga yang baka. Ingatlah akan nama Yesus!…

 

Kategori
Kesaksian Staf

DARI GENERASI KE GENERASI – Sebuah kisah tentang Perjalanan Pelayanan di Pulau Alor

DARI GENERASI KE GENERASI: Sebuah kisah tentang Perjalanan Pelayanan di Pulau Alor

     Semuanya karena Anugerah Tuhan, itulah kalimat yang tepat untuk mengungkapak kekaguman dan rasa syukur yang tak terhingga atas pekerjaan yang Tuhan lakukan dan karyakan melalui pelayanan Perkantas di Alor. Kurang lebih 22 tahun, Perkantas Alor hadir memberi warna dan kontribusi bagi pertumbuhan iman anak-anak remaja, mahasiswa dan kaum professional yang disapa dengan alumni. Sejak 22 tahun yang lalu ketika Visi Pemuridan Perkantas dikerjakan dan disebar luaskan di Pulau kenari, banyak siswa, mahasiswa dan alumni yang takut Tuhan hadir di kota Kalabahi. Bersyukur dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, Tuhan tambahkan jiwa dan orang-orang yang setia melayani-Nya

     Pada kesempatan ini, Pimpinan Cabang Perkantas NTT Kak Rabea Merry melakukan pelayanan traveling dari tanggal 16-22 Mei 2022. Dalam setiap moment Kak Rabea selalu mengingatkan pengurus BPR dan Komponen untuk selalu menghidupi Visi Pemuridan. Core business kita adalah pemuridan karena itu setiap komponen harus berjuang untuk melakukan pemuridan secara maksimal sehingga dapat menghasilkan kader yang akan melanjutkan tongkat estafet pelayanan.

     Puji Tuhan baik dalam pelayanan Alumni maupun Badan pengurus Ranting ada orang-orang yang menyerahkan diri untuk menjadi penatalayan dalam organisasi dikepengurusan alumni maupun di Yayasan. Kita sungguh bersyukur karena terjadi regenerasi dari pengurus lama kepada pengurus yang baru. Pelantikan penguruspun dilakukan dalam Ibadah regenerasi pengurus yang diadakan pada tanggal 20 Mei 2022, dimana Kak Gusman Boling-Lalangpuling dilantik sebagai ketua BPR Perkantas Alor dan Kak Farida sebagai ketua Alumni Kristen Kalabahi/PALKA untuk periode 2022-2024. Sungguh bersyukur karena dari generasi ke generasi selalu ada orang-orang yang Tuhan siapkan untuk melanjutkan tugas yang mulia ini yaitu pemuridan.

     Selain ibadah pelantikan, Kak Rabea juga melayani adik-adik siswa dalam ibadah persisten gabungan siswa se-kalahabi pada tanggal 20 Mei 2022 di Gedung kebaktian GMIT POLA dan ibadah PMK Kota Kalabahi di Kampus Universitas Tribuana Kalabahi pada tanggal 21 Mei 2022. Kak Rabea mengingatkan adik-adik siswa bahwa diri mereka sangatlah berharga di mata Tuhan karena mereka adalah Ciptaan-Nya, Masterpiece of GOD, Man of God sehingga mereka tidak boleh insecure. Begitu juga dengan adik-adik mahasiswa diingatkan oleh kak Rabea melalui Firman Tuhan dari kitab Daniel 1 yang menunjukkan bahwa Daniel dan rekan-rekannya adalah orang-orang yang berpendidikan dan memiliki banyak kemampuan. Sekalipun tinggal di negeri asing namun mereka tidak melupakan bangsanya yaitu bangsa Israel. Mahasiswa Tribuanapun diingatkan agar mereka terus mengembangkan kemampuan dan kepintaran mereka untuk membangun kota, bangsa dan negara ini. Melalui Firman Tuhan itu juga, kak Rabea menginggatkan mereka agar selalu menggunakan pikiran dengan benar yang sesuai kebenaran Firman Tuhan dan benar-benar berpikir atau berpikir kritis untuk setiap kondisi yang ada. Mereka diajak untuk menjadi mahasiswa yang Berpikir Benar dan Benar-Benar Berpikir dalam menjalani kehidupan ini. Mereka tidak boleh menjadi mahasiswa yang hanya ikut-ikutan saja.

     Disela-sela kepadatan pelayanan, Kak Rabea menyempatkan diri untuk berfellowship dengan pengurus BPR Lama yaitu Kak Merry, Kak Marcel dan Kak Linda. Percakapan yang santai namun serius dilakukan untuk saling menguatkan dan mendukung sehingga sekalipun tidak terlibat dalam kepengurusan lagi tapi masih tetap ada bagi pelayanan ini. Begitu juga perjumpaan dengan adik-adik pengurus PMK Kota dan TPS dilakukan untuk saling mengenal dan dapat mendengarkan sharing tentang pelayanan yang mereka kerjakan. Pembinaan bagi pengurus BPR Baru dan Pengurus PALKA juga diberikan untuk membekali rekan-rekan dalam persiapan pelayanan. Tentunya tak ketinggalan fellowship bersama staf perkantas Alor yaitu Kak Nona, Kak Mada dan Kak Fero. Hal lain yang menjadi bagian dari fellowship adalah Kak Rabea dapat mengunjungi, mendengarkan sharing dan menguatkan adik-adik KTBnya yang berada di Pulau Alor, sungguh Tuhan baik karena mempertemukan Kak Rabea dengan adik-adik rohaninya.

     Sebelum Kembali ke Kupang, Kak Rabea diberi kesempatan untuk melayani jemaat di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Maleilelang Petleng Alor pada ibadah minggu. Bersyukur melalui Firman Tuhan yang dibagikan oleh Kak Rabea dari Injil Lukas 24:13-35 dengan tema “Murid yang mengalami kuasa kebangkitan” menjadi berkat bagi jemaat. Kami sungguh bersyukur karena Tuhan menolong perjalanan pelayanan Kak Rabea selama satu minggu ini sehingga kami semua Kembali disegarkan dan dikuatkan untuk tetap setia dalam melayani Tuhan dan fokus pada pelayanan Pemuridan. Tuhan memberkati

Pelantikan BPR dan Pengurus Alumni Perkantas Alor

Bersama Badan Pengurus Alumni Perkantas Alor

Bersama adik-adik Persisten Kalabahi

Bersama Pengurus PMK Kota dan TPPM Kalabahi

Pelayanan Mimbar dan Foto bersama ibu Gembala dan Majelis GKII Jemaat Maleilelang Patleng Alor.

Kategori
Alumni

Kekuatan Mengikut Tuhan

 

 

     Shalom, Perkenalkan saya Febriana Adriani Soares biasa disapa Feby, alumni mahasiswa Perkantas Kupang. Saya ingin membagikan pengalaman kehidupan bersama Tuhan yang selalu menguatkan saya, serta berbagi tentang ucapan syukur tak terhingga karena bisa bertumbuh dalam wadah ini “PERKANTAS”.  

     Sejak SMA kelas 11 saya sudah menggumulkan untuk bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi, tetapi dalam pikiran terus dihantui dengan rasa ragu karena saya hanya memiliki mama yang saat itu mama harus berhenti bekerja karena penyakit yang dialami tidak memungkinkan lagi. Setelah tamat SMA saya mengikuti beberapa seleksi sekolah kedinasan juga universitas dan hasilnya tidak lulus, itu cukup membuat saya kehilangan harapan. Dalam keadaan yang sangat lemah Tuhan menghadirkan 2 sosok yang menurut pandangan manusia mereka tidak terlalu punya lebih (terutama soal materi), sebut saja nenek dan mama kecil. Mereka adalah orang-orang yang punya hati yang luar biasa untuk selalu menguatkan, terus mengingatkan untuk selalu berdoa dan percaya pada Tuhan, bahkan ada ayat Firman yang menjadi penguatan bagi saya “Filipi 4:6-7” (jadi salah satu ayat hafalan ketika sudah berKTB). Akhirnya saya diterima di Unwira Kupang dan saya mulai percaya Tuhan akan terus memelihara hidup saya.

     Kehidupan sebagai mahasiswi terus berjalan, hingga semester III saya diajak oleh saudara KTB Mety Kase untuk bergabung di PMK Kota Kupang dan mulai berKTB. Selang beberapa bulan saya diminta oleh ketua PMK Kota, Kak Maklon Hede untuk jadi BP PMK Kota. Saya cukup kaget dan juga takut karena belum mengenal dengan baik orang-orang serta pelayanan yang ada di sana, namun saya tetap mengiyakan dan melayani di Sie Acara pada tahun 2016.  Hingga periode berikut saya berpikir untuk berhenti karena yang diingat adalah kesulitan yang dihadapi untuk pergi ke Perkantas tanpa mengingat semua yang Tuhan sudah berikan bahkan lebih dari yang saya minta. Saya ditegur dengan tegas oleh kaka rohani saya, Kak Dance Dengak dengan mengatakan “kamu harus lanjut, tidak ada alasan untuk tidak melayani, harus bayar harga, yang kamu lakukan juga belum sebanding dengan apa yang Tuhan sudah buat dalam kehidupan kamu”. Seketika saya langsung menjawab iya karena melalui teguran itu saya diingatkan banyak hal untuk terus melayani. Ini moment di mana saya merasa utuh kembali dan sangat butuh untuk tetap ada dalam pelayanan. Tahun 2017 saya memutuskan untuk melanjutkan pelayanan sebagai sekertaris di PMK Kota, dan tahun 2018 sebagai Bendahara. Selanjutnya saya dipercayakan lagi untuk melayani sebagai TPPM dari tahun 2018-2021, hingga saat ini sebagai Alumni Perkantas saya tetap terlibat dalam kelompok PA Alumni, berKTB dan memipin KTB. Saya banyak belajar bahwa segalanya tidak selamanya berjalan mulus, kita diperhadapkan pada kesulitan agar kita bisa bertumbuh, terus berserah dan kekuatan sejati hanya datang dari Tuhan.

     Sejak tahun 2018 saya diterima sebagai guru di SMA Kristen Mercusuar Kupang. Hingga saat ini banyak hal yang saya syukuri karena telah didapatkan semasa pelayanan mahasiswa, dan itu menjadi bekal ketika berada di dunia kerja. Saya terus belajar untuk bertanggung jawab dengan apa yang dipercayakan, tetap menjaga integritas, menjadi pendidik yang mau berbagi dalam hal apa pun. Rasanya bahagia sekali ada yang rupanya sering melihat postingan saya mengenai publikasi ibadah dengan tema–tema yang menarik dan terkadang pada saat mengajar, untuk mengatasi kebosanan yang ada saya sering bercerita dan salah satunya tentang Perkantas. Bersyukur beberapa orang mau bergabung di Persisten Kota Kupang, berKTB dan juga mau melayani sebagai BP Persisten Kota Kupang, semoga mereka terus bertahan dan bertumbuh.

     Semua pengalaman yang ada terus mengingatkan bahwa Tuhan bisa memakaimu untuk mengerjakan apa pun dan di mana pun dengan apa yang sudah terencana bahkan di luar rencana, intinya tetap memberi diri dan berserah penuh pada Tuhan. Kesulitan dan masalah pasti ada, tetapi pemeliharaanNya selalu nyata serta kekuatan yang Tuhan limpahkan lebih besar dari masalahmu.

Terima kasih untuk kesempatan berbagi, semoga memberkati.  

Kategori
Kesaksian Staf

     Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. “Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. “Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah r  mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Demikianlah penggalan ayat firman Tuhan dari Yeremia 1 : 4-10 inilah yang menjadi jawaban Tuhan atas pergumulan saya menjawab panggilan Tuhan untuk melayani-Nya melalui pelayanan Perkantas dan melayani di Perkantas Waingapu saat itu.  Tuhan yang memanggil, Dia yang akan menolong hambaNya yang lemah dan berdosa ini untuk mengerjakan panggilanNya dan itu terbukti hingga saat ini bertahun-tahun mengerjakan pelayanan, pertolongan Tuhan bagi saya untuk taat dalam mengerjakan pelayanan ini tidak ada habis-habisnya. Ketika mulai patah semangat, ketika mulai berpikir untuk berhenti di tengah jalan, ketika tergoda dengan tawaran pelayanan di tempat lain di masa lampau, firman ini terus muncul untuk menguatkan sehingga saya tidak berhenti di tengah jalan. Lewat saat teduh beberapa kali ayat ini selalu muncul sehingga saya yakin akan penyertaan dan panggilan Tuhan masih sama bagi saya.

     Selain Tuhan dan firmanNya, motivasi saya di dalam melayani adalah perasaan berhutang kepada Tuhan atas Injil yang telah saya dengar di masa-masa mahasiswa. Saya tidak membayangkan jikalau Tuhan tidak membuka pintu anugerah-Nya kepada saya di masa-masa kuliah, entah apa yang akan terjadi dengan hidup saya saat ini. Saya bersyukur karena Tuhan memakai senior pelayanan di kampus untuk mendoakan dan memberitakan Injil kepada saya secara pribadi. Perasaan berhutang itulah yang membuat saya ingin membalas kasih Tuhan itu dengan melayani sesama yaitu generasi-generasi muda dan kaum intelektual di kampus-kampus dan sekolah-sekolah melalui pelayanan Perkantas. Visi dan Misi Perkantas yang begitu mulia untuk menjangkau siswa dan mahasiswa agar memuridkan dan mempersiapkan mereka menjadi berkat dalam marketplace, bagi saya ini adalah visi-misi yang ilahi dan saya bersyukur saya diberikan kesempatan untuk bertumbuh, dan bukan hanya itu, saya juga diberikan kesempatan menjadi rekan sekerja Allah untuk menjangkau banyak jiwa bagi-Nya.

     Selama melayani di dalam pelayanan Perkantas, tidak terhitung pengalaman berkesan di dalam pelayanan ini, baik dalam diri saya sendiri saya diajar Tuhan untuk benar-benar mengenal siapa Tuhan yang saya percaya dan layani dan belajar menggantungkan hidup pada Tuhan dan pemeliharaan-Nya. Di dalam keluarga saya melihat bagaimana keluarga saya diubahkan dengan pilihan hidup saya untuk melayani Tuhan. Di dalam ladang pelayanan saya diijinkanTuhan untuk bertemu ratusan anak-anak muda untuk dilayani dan menolong mereka bertumbuh, membuat saya tidak berhenti kagum dengan kebesaran kuasa Tuhan di dalam dan melalui pelayanan ini.

     Kalau saya bisa sampai dengan saat ini, masih bisa melayani dan terus melayani itu semua karena kemurahan Tuhan. karena itu, sepanjang kaki ini masih berjejak saya akan terus taat dengan panggilan dan janji Tuhan yang belum berubah ini. Firman Tuhan yang juga menjadi ucapan syukur saya sepanjang pelayanan hingga saat ini adalah Habakuk 3:19 “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.”

SOLIDEO GLORIA

Kategori
Kesaksian Staf

Pelayanan Traveling ke Pulau Sumba

TRAVELLING KAK IMANUEL MEOK, M.Div

DI PULAU SUMBA

6-12 APRIL 2022

 

     Puji dan syukur hanya bagi Tuhan, sang pemilik pelayanan yang terus mengasihi dan mengijinkan kita untuk melayani Dia. Bulan April menjadi bulan traveling bagi pelayanan Perkantas di Pulau Sumba. Atas ijin Tuhan, Kak Imannuel Meok, Staf Perkantas Kupang dapat melakukan travelling ke Pulau Sumba pada tanggal 6-12 Mei 2022. Dalam kegiatan travelling tersebut, Kak Nuel melayani di empat daerah pelayanan Perkantas, yaitu di Waitabula, Waibakul, Waikabubak dan Waingapu.

     Kak Nuel memulai pelayanannya di Sumba dari Perkantas Waitabula pada tanggal 6 April 2022 dengan memimpin ibadah gabungan TP3 Waitabula, alumni, mahasiswa dan siswa Waitabula dengan tema “Murid Sejati”.

     Selanjutnya pada tanggal 7 April 2022, kak Nuel melanjutkan pelayanannya di Perkantas Waibakul. Di sana kak Nuel memimpin Ibadah Siswa, bertempat di Panti Asuhan Sinar Harapan Kasih dengan tema “Your Decision, Your Future”. Adik-adik yang hadir berjumlah kurang lebih 35-50 orang dan pelayanan firman Tuhan yang disampaikan oleh Kak Nuel meneguhkan mereka dalam mengerjakan tanggung jawab pelayanan juga study mereka. Kak Nuel juga memimpin Ibadah Alumni di tempat yang sama dengan tema “Financial Principles For Belivers”. Alumni yang hadir berjumlah 15 orang dan lewat firman Tuhan mereka kembali diingatkan dan diteguhkan tentang prinsip mengelola harta dan merencakan setiap berkat Tuhan dengan tepat dan benar sesuai kehendak Tuhan.

     Sabtu, 9 April Kak Nuel melayani di Waikabubak dengan memimpin ibadah di SMP Negeri 3 Waikabubak, bertempat di halaman sekolah dan dihadiri oleh siswa-siswi beserta para guru. Malam hari, bertempat di sekretariat Perkantas Waikabubak, Kak Nuel memimpin Ibadah Alumni sekaligus regenerasi badan pengurus alumni yang baru.

     Di Waingapu, Kak Nuel melayani dalam pembinaan board dan pengurus komponen pada tanggal 10 April serta melayani dalam Ibadah Alumni pada tanggal 11 April 2022. Pada traveling hari pertama dilakukan pembinaan dan doa, bertempat di rumah persekutuan Perkantas Waingapu yang dihadiri oleh pengurus komponen (siswa, mahasiswa, alumni) serta board Perkantas Waingapu dengan tema “Pelayanan yang Dipimpin Oleh Roh Kudus”. Hari kedua, dilanjutkan dengan pembinaan alumni.

     Melalui tema “Misi di Tengah Krisis Zaman” alumni yang hadir makin diteguhkan bahwa selalu ada tantangan yang dihadapi dalam mengerjakan misi, namun salib dan pengorbanan Kristus menjadi kekuatan untuk meresponi panggilan misi dengan ketaatan penuh, tidak hanya hidup di zona nyaman (bekerja dan berkeluarga).

Kategori
Siswa

Berserah Pada Tuhan

Kita bisa menjalani hidup yang memuaskan dan penuh dengan sukacita dengan hidup mengikuti rancangan Tuhan. Semua yang direncanakan Tuhan bagi kita adalah rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan. Maka adalah penting bagi kita untuk mengetahui tujuan hidup kita seperti yang digariskan Tuhan. Berdoalah senantiasa, ucapkan syukur senantiasa, agar kita mengetahui apa yang dikehendaki Tuhan untuk terjadi dalam hidup kita.

     Halo, Perkenalkan nama saya Umbu Yudho dari persisten Fatuleu. Ada satu pengalaman pribadi yang ingin saya bagikan tentang bagaimana saya berserah diri kepada Tuhan. Saat itu saat saya terpilih sebagai Ketua Osis. Saya sadar sungguh bahwa pada saat itu saya merasa khawatir karena saya berpikir saya tidak mampu memikul tanggung jawab besar ini.  Tetapi kemudian saya menyadari bahwa saya tidak  mungkin lalui semua ini tanpa campur tangan Tuhan. Saya perlu memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan agar saat saya bekerja dapat sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Hal ini tidak mudah karena sebagai manusia berdosa, terkadang saya cenderung mengandalkan kekuatan dan kepintaran diri sendiri dibanding tunduk kepada kehendak Tuhan. Saya belajar bahwa berserah kepada Tuhan bukan berarti bersikap pasif atau menjadi malas. Berserah berarti membawa segala pergumulan yang saya rasakan dan kuatirkan kepada Tuhan dengan penuh penyerahan dalam doa, permohonan, dan ucapan syukur.

     Semua itu nyata adanya selama setahun ini, dengan berbagai tantangan dan masalah, selalu ada kuasa Tuhan yang saya alami. Saya teringat juga dengan ayat firman Tuhan yang mengatakan “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filipi 4:13. Seperti apapun tantangannya, saya dapat hadapi dengan baik. Entah itu  kata-kata cibiran maupun  masalah pribadi, saya lalui karena Kuasa Tuhan dan akhirnya tujuan dan motivasi yang saya bangun dari awal, visi misi pelayanan saya sebagai ketua OSIS dapat berjalan dengan baik adanya. Saya bersyukur Untuk semua Itu, ketika Di percayakan untuk memimpin  selama 1 tahun sebagai Ketua Osis dengan berbagai pengalaman berharga yang Tuhan ijin untuk saya dapatkan.

     Ketika saya memiliki masalah dan bergumul dengan Tuhan. Saya terus melibatkan Tuhan dalam hidup dan dalam kerendahan hati saya mau untuk berjalan bersama Dia dan karena itu saya percaya setiap ada masalah pasti ada berkat dan pengajaran dari Tuhan bagi saya. Keberhasilan seseorang sangat ditentukan bagaimana ia memiliki penyerahan diri kepada Tuhan dan tunduk pada kehendakNya, karena rancanganNya selalu yang terbaik!

Kategori
Siswa

Mengatasi Bosan Bersaat Teduh

     Shalom, saya Axel salah satu Badan Pengurus Persisten SMAN 1 Kupang.  Saya ingin menceritakan pengalaman saya mengatasi rasa bosan dalam bersaat teduh. Awalnya saya ingin bergabung dalam pelayanan siswa persisten karena diajak oleh teman, saat itu saya belum mengenal sama sekali yang namanya KTB, dan sebelumnya saya tidak pernah melakukan Saat Teduh. Namun, seiring berjalannya waktu saya tergabung mengikuti KTB. Dalam KTB saya dibimbing untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, yakni dengan bersaat teduh.

     Di awal-awal memang saat teduh saya selalu lancar, tapi karena cara saat teduh yang monoton lama kelamaan saya merasa jenuh dalam bersaat teduh. Saat saya merasa jenuh dan mulai jarang bersaat teduh, saya sering melakukan saat teduh dengan buru-buru tanpa menikmati hadirat Tuhan. Saya juga menunda-nunda waktu untuk saat teduh, waktu saya lebih banyak terbuang untuk melakukan hal-hal lain karena saya merasa bosan melakukan saat teduh dengan cara yang monoton. Kali ini saya akan membagikan cara-cara saya dalam mengatasi rasa bosan dalam bersaat teduh.

  1. Lakukan saat teduh dengan cara yang berbeda.

     Biasanya saya akan melakukan saat teduh dengan cara yang berbeda, bisa juga dengan waktu yang berbeda, misalnya saya biasanya hanya membaca firman Tuhan tapi untuk mengatasi rasa bosan, saya juga terkadang menuliskan bagian-bagian penting dalam ayat yang saya baca untuk renungan, untuk waktu yang berbeda biasanya saat teduh saya selalu malam tapi kalau saat saya merasa jenuh saya ubah waktu ke pagi atau sore, pilih waktu yang tepat untuk bersaat teduh dimana kita merasa nyaman dan tidak terganggu untuk bersaat teduh dan mengutarakan isi hati kita kepada Tuhan.

  1. Sharing saat teduh dengan teman-teman.

     Biasanya saya sharing saat teduh dengan teman-teman saya, karena kalau saya mendapatkan sebuah respon yang positif dari teman-teman saya, saya merasa mendapat semangat baru untuk terus bersaat teduh dan membagikan saat teduh saya pada orang lain.

     Setelah menerapkan kedua cara diatas puji Tuhan, saat teduh saya kembali lancar dan saya mulai menikmati waktu-waktu saat teduh saya.