Kategori
Siswa

4 Tips Rutin Bersaat teduh

     Jika kita memutuskan untuk konsisten dalam bersaat teduh, maka kita harus mampu menjadi orang yang mampu menciptakan sebuah komitmen dalam membangun relasi dengan Tuhan. Status sebagai umat orang percaya tidak boleh menghalangi kehendak untuk lebih dekat dengan Tuhan. Meskipun untuk lebih dekat dengan Tuhan tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi memerlukan proses belajar dan perlu tahapan yang religius. Namun jika kita memiliki keyakinan besar dan tetap taat, setia, maka kita mampu membuktikan diri menjadi Pelayan dan murid serta anak-anak Tuhan yang mampu bertanggung jawab. Untuk itu kita perlu meluangkan waktu kita untuk bisa bersekutu bersama Tuhan, salah satunya lewat saat teduh.

     Saat teduh adalah saat di mana kita sebagai umat yang percaya kepada Yesus Kristus, memberikan seutuhnya hati kita di hadapan hadirat Allah dan membangun hubungan pribadi yang erat dengan-Nya. Namun saat kita menjalaninya, tanpa kita sadari bahwa saat teduh bukan lagi menjadi kebutuhan melainkan dapat menjadi rutinitas. Pada kondisi seperti ini juga biasanya muncul rasa jenuh, yang akhirnya kita tidak lagi menikmati setiap firman Tuhan yang sudah dibaca atau direnungkan, dan tidak menikmati relasi dengan Tuhan. Agar kita tidak terjebak dalam kondisi seperti ini maka ada baiknya kita kembali mengecek diri kita masing-masing, apa yang sebenarnya menjadi motivasi kita bersaat teduh. Berikut 4 hal yang penting dimiliki saat bersaat teduh:

  1. Miliki motivasi bersaat teduh yang benar

     Memiliki motivasi akan sangat membantu kita agar dapat melakukan saat teduh dengan konsisten. Besarnya kasih Allah kepada kita membuat kita bergerak untuk melakukan kehendak-Nya dengan rela, bukan dengan keterpaksaan. Kasih Allah kepada kita juga menyadarkan kita bahwa bukan Allah yang membutuhkan kita tetapi kitalah yang membutuhkan-Nya. Dialah yang telah memberikan kita hikmat dan kekuatan untuk menjalani aktivitas kita sepanjang hari, tanpa Dia kita tidak dapat melakukan segala sesuatu.

  1. Miliki waktu terbaik dan pasang pengingat/alarm

     Kita bisa datang kepada Tuhan kapan saja. Tetapi Tuhan sangat layak mendapatkan waktu terbaik kita, waktu yang kita khususkan bagi-Nya, bukan hanya sekedar waktu luang yang kita sisakan ditengah kesibukan kita. Waktu terbaik kita mungkin sama atau berbeda satu sama lain, tetapi yang terpenting adalah kita dapat mempersembahkan waktu itu sebagai momen terbaik untuk menikmati hubungan dengan Tuhan, dengan begitu kita juga dapat mengatur alarm sebagai pengingat agar kita dapat bersekutu dengan Tuhan diwaktu yang terbaik. Kita bisa memilih pada pagi hari sebelum memulai aktivitas kita atau pada malam hari sebelum kita beristirahat.

  1. Minta dukungan teman atau orang-orang kita kasihi

     Hal yang sangat membantu kita untuk bersaat teduh dengan konsisten adalah dengan meminta bantuan orang lain untuk mengingatkan serta mendoakan kita. Itu mengapa kita butuh komunitas yang bertumbuh dalam Tuhan. Ketika kita bergabung dalam komunitas orang percaya kita dapat bertumbuh bersama-sama dan ada seorang yang lemah maka ada teman komunitas yang dapat mengulurkan tangannya untuk membantu menguatkan. Kita dapat menemukan komunitas itu di dalam persekutuan Gereja atau juga di dalam KTB di persekutuan kampus.

  1. Jangan berhenti hanya karena pernah gagal

     Pernahkan kita sering mencoba untuk melakukan saat teduh dengan rutin tapi selalu gagal atau selalu ada halangan? Ya, pastinya masing-masing dari kita pernah mengalaminya. Namun ada firman Tuhan berkata bahwa Tuhan mengasihi kita bahkan ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Tuhan Yesus tidak pernah menuntut kita untuk menjadi seorang yang sempurna tetapi Ia ingin kita terlebih dahulu mengasihi-Nya. Bahkan saat kita megakui dosa kita di hadapan-Nya dan berbalik mengikuti-Nya, Tuhan akan melihat ketulusan hati kita dan mengampuni kita. (1 Yohanes 1:9).

     Ketika kita mulai merasa tidak layak dihadapan Tuhan, sebenarnya itu adalah saat di mana Tuhan rindu untuk memulihkan kita. Jadi, datanglah kepada-Nya sekarang, ambilah waktu untuk bersaat teduh dan curahkanlah semua isi hati kepada-Nya sebab Dia adalah Allah yang rindu berkomunikasi dengan kita. Dia akan mendenngar serta mampu menjawab setiap doa-doa kita pada waktu-Nya dengan cara-Nya yang terbaik. Pakailah waktu di hari-hari ini dengan Tuhan.

Kategori
Siswa

Mengatasi Jenuh Bersaat Teduh

      Perkenalkan saya Rambu Mery dari Waingapu. Kelas 11 SMK adalah masa-masa yang sangat luar biasa, luar biasanya adalah ketika diajak untuk ikut kelompok Tumbuh bersama oleh Ibu guru matematika yang super duper luar biasanya. Namanya Ibu Mince. Singkatrnya, Ibu Mince adalah guru matematika dan sekaligus kakak KTB.

     Dari KTB saya belajar untuk bersaat teduh yang awalnya saya tidak tau sama sekali apa itu saat teduh. Awalnya saat teduh itu hanya biasa-biasa saja bagi saya, karena saya menganggap saat teduh yang dilakukan setiap jam 4 subuh itu hanya sebuah rutinitas atau takut di tanya pada saat KTB. Singkat ceritanya, saya sudah tidak lagi menikmati saat bersaat teduh. Saya terus melakukan saat teduh tetapi tidak menikmati.

     Awal bersaat teduh biasanya saya lakukan jam 4 subuh. Ketika sudah lewat dari jam 4 subuh pastinya saya tidak bersaat teduh dalam sehari. Akhirnya, saat teduh saya selalu bolong atau tidak rutin, padahal saat teduh memiliki nilai yang luar biasa dalam hidup saya. Dengan bersaat teduh banyak hal yang bisa saya dapatkan. Saat teduh membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik, ketika saya bisa menikmati dan memilki kerendahan hati dan peka dengan apa yang dikatakan Tuhan kepada saya.

Bagaimana Mengatasi Kejenuhan dalam Bersaat Teduh?

     Saya memiliki pengalaman jenuh bersaat teduh, yang membuat saya jenuh ialah bingung mau pakai bahan saat teduh apa, bosan dengan kalimat yang panjang, malas bangun pagi, sibuk dengan urusan pribadi, mengantuk pada saat berdoa. Akan tetapi seiring berjalannya waktu saya semakin menikkmati saat teduh dan bahkan kalau tidak saat teduh rasanya hambar. Saat  tidak saat teduh sehari saja seperti tidak saat teduh setahun. Seiring berjalannya waktu saya sadar saat teduh itu sangat penting bagi orang kristen, karena saat teduh ialah membangun dan menjaga relasi pribadi kita dengan Tuhan. Tidak cukup kalau kita katakan “saya percaya Tuhan”, karena percaya Tuhan harus punya relasi dengan Tuhan dengan penuh kerendahan hati dan komitmen.

     Saat saya mulai jenuh bersaat teduh saya mengatasinya dengan cara:

  1. Sadar siapa diri saya
  2. Membangun komitmen
  3. Meminta bimbingan dari kakak rohani
  4. Berbagi dengan sesama anggota KTB. Bisa juga dengan mengajak saat teduh bersama saudara KTB atau orang yang juga sedang bertumbuh atau percaya kristus.
  5. Mennggunakan bahan saat teduh “warung SATE kamu atau renungan harian”
  6. Mendengarkan saat teduh yang menggunakan audio atau vidio.

     Itulah tips-tips mengatasi jenuh bersaat teduh. Saat teduh itu harus dinikmati, dijalani dan di syukuri bukan sekedar yang penting jalan tapi di pahami dan dilakukan. Tuhan Yesus memberkati.

Kategori
Siswa

Berserah Pada Rencana-Nya

     Syalom, perkenalkan saya Zamirah Atalia, biasa dipanggil Atta. Saya ingin membagikan bagaimana penyertaan Tuhan nyata dalam hidup saya.

     Saat masih duduk di sekolah dasar, saya sudah mengalami kerontokan rambut yang parah, hingga waktu masuk SMP kepala saya sampai botak di bagian depan dan terpaksa untuk  memakai bandana menutup kebotakan. Kerontokan rambut saya tidak berhenti hingga akhirnya harus memakai wig karena sudah terlalu parah. Keadaan ini bukan yang saya inginkan tapi saya percaya bahwa yang Tuhan ijinkan itu selalu yang terbaik buat saya.

     November 2018 walau masih dalam keadaan keontokan yang parah, saya memutuskan untuk tidak lagi memakai wig. Saya memutuskan untuk meningkatkan rasa percaya diri dengan rambut yang sekarang. Saat itu dokter mendiagnosa bahwa dalam kulit kepala saya ada jamur hingga membuat rambut saya menjadi rontok dan penyembuhan untuk jamur di kulit kepala memang membutuhkan waktu yang lama. Pengobatan selalu dijalani dengan rutin, minum obat dan lain-lain, namun kadang tidak memberikan hasil yang memuaskan .

     Banyak perasaan yang saya rasakan. Hujatan sudah menjadi bagian dalam hidup saya dan seiring berjalannya waktu saya diajarkan banyak hal. Salah satu hal yang saya pelajari adalah belajar untuk bersyukur. Ini bukan hal yang mudah tapi membawa dampak besar dalam kehidupan saya. Saya bersyukur saya berada dalam komunitas rohani yang selalu menopang dan mendoakan, mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan, dan mempunyai keluarga yang selalu mendukung. Menjadi perempuan yang percaya diri seperti sekarang adalah bukti bahwa penyertaan Tuhan selalu nyata untuk saya setiap waktu .

     Saya tidak tahu kapan waktunya saya akan sembuh tetapi saya percaya bahwa waktu Tuhan untuk saya selalu tepat dan terbaik. Menghadapi keadaan ini bukan suatu hal yang mudah, namun saya percaya bahwa jika Tuhan ijinkan sesuatu terjadi, artinya Tuhan sudah siapkan sesuatu yang terbaik untuk saya. Tidak pernah terpikirkan bahwa lewat keadaan ini, saya akan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Walaupun selama menjalani cobaan ini banyak muncul rasa kecewa dan lelah tapi itu semua bagian dari proses untuk saya menjadi seperti sekarang.

      Untuk yang membaca ini, apapun keadaanmu sekarang, masalahmu seberat apapun, percayalah bahwa penyertaan Tuhan selalu ada dan Ia tidak pernah meninggalkan, sekalipun kamu selalu merasa sendiri. Terima kasih telah berjuang sampai detik ini, kamu hebat! jangan lupa bersyukur. Lakukan bagianmu, selebihnya biar Tuhan yang kerjakan. Akan ada waktunya kamu mengerti mengapa semua ini harus terjadi

Kategori
Alumni

Berjalan Bersama Tuhan

Berjalan Bersama Tuhan

     Halo, saya Arlin Trisela Sing, saya terlahir dalam keluarga Kristen, namun demikian saya tumbuh dan mengenal Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi melalui Perkantas semenjak saya duduk di bangku SMA. 

     Pertama kali saya mengenal pelayanan Perkantas melalui Persekutuan Siswa Kristen (PSK) yang ada di SMA N 4 Kupang. Awalnya saya mengikuti ibadah yang di pimpin oleh Ka Didi Peny yang waktu itu juga sedang melaksanakan PPL di sekolah kami. Setelah selesai ibadah saya dan teman-teman yang lain secara langsung disebut sebagai calon badan pengurus oleh kakak pembimbing waktu itu tanpa adanya pembicaraan sebelumnya, namun secara spontan kami pun langsung mengiyakan hal tersebut. Kemudian saya dan beberapa teman perempuan yang lainnya di kelompokkan untuk menjadi sebuah Kelompok Kecil yang dipimpin oleh Ka Desy Thena Bolo, yang kemudian di dalam kelompok itulah saya di PI.

     Seiring berjalannya waktu hal yang awalnya hanya secara spontan saya setujui menjadi hal yang mengikat dan terus mendorong saya untuk mengerjakannya. Saya pertama kali menjadi BP sebagai sekretaris di PSK SMA Negeri 4 Kupang. Kemudian di periode berikutnya saya melayani di PSK Kota (Persisten Kota) sebagai seksi acara. Semasa pelayanan saya sebagai seorang BP banyak hal yang baru saya pahami sebagai seorang Kristen salah satunya adalah hakikat dari pelayanan adalah seumur hidup. Hal itu terbukti ketika beranjak kuliah saya berpikir untuk berhenti dan memulai sesuatu yang baru, tapi Tuhan kembali menarik saya kepada pelayanan siswa padahal saya rasa sudah cukup untuk melayani Tuhan di masa SMA, tapi pada dasarnya rasa cukup hanya ada dalam Tuhan, maka bukan karena Tuhan yang mebutuhkan pelayanan saya tapi karena kebutuhan saya sendiri akan pelayanan menarik saya kembali untuk melayani. Singkat cerita saya menjadi TPS dari tahun 2014-2020 sebagai TPS SMAN 4 Kupang dan di periode 2019-2020 saya melayani sebagai Tim Perintis. Sampai saat ini saya menjadi seorang alumni yang masih ber-KTB dan juga memimpin KTB.

      Saat ini saya bekerja di Pemerintah Provinsi sebagai seorang PNS di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT semenjak bulan Januari 2021. Saya bersyukur untuk setiap pengalaman yang didapatkan di Perkantas menjadikan saya lebih kuat menjalani peran saya di lingkungan kerja. Sebagai seorang anak muda dan anak baru di lingkungan orang-orang yang lebih berumur dan lebih lama menjadi PNS. Saat ini yang sedang saya lakukan adalah tetap memiliki integritas dalam mengerjakan pekerjaan saya dengan baik, tidak terlambat datang ke kantor dan tidak pulang sebelum waktunya, serta memberi kontribusi melalui keahlian saya.

      Berbicara tentang memberi kontribusi, di dalam pekerjaan saya pernah mengerjakan tugas pelatihan dasar PNS dengan menggunakan google drive, bagi saya itu adalah hal yang sederhana dan bukan hal baru di antara orang kantoran, tapi pada kenyataannya tidak semua orang di kantor tahu tentang google drive. Setelah saya memberi informasi tentang kegunaan dan cara penggunaannya, ada pegawai yang meminta saya untuk mengajarkannya supaya data-data yang dia miliki bisa disimpan di google drive. Mungkin hal-hal yang dilakukan sangat sederhana tapi saya percaya tidak ada ketulusan yang nampak kecil di mata Tuhan. Sampai di titik ini, saya yakin Tuhan tidak pernah salah dalam memilih dan menempatkan saya.

     “Setiap proses yang saya lewati dan alami semakin menguatkan saya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dan Tuhan selalu punya rencana baik.

     Saya berharap terus dipakai dan diperlengkapi Tuhan dalam ladang yang Dia sediakan bagi saya dan saya terus mendoakan agar saya bisa menjadi berkat di lingkungan pekerjaan saya dimulai dari hal-hal yang nampak kecil di mata dunia.

Kategori
Alumni

Kesaksian – Aldy Mauko

Pengalaman Melayani Yang Berharga

     Hai, perkenalkan nama saya Ersan Arnaldy Mauko. Saat ini saya masih aktif di dalam pelayanan Perkantas Kupang yaitu sebagai BP Alumni Perkantas Kupang. Sedikit berbagi tahun 2011 adalah tahun dimana saya mengakui Tuhan sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Waktu itu saya di ajak oleh Kak Eben Dapazesi (Staf PerkantasWaikabubak) ke PSK Kota (Sekarang PERSISTEN KOTA). Disana saya di PI dan dibina di dalam KTB, saya juga dipilih menjadi BP PERSISTEN KOTA. Setelah itu saya mulai mengerjakan pelayanan yang sama sekali belum pernah saya kerjakan. Saya mulai belajar bertanggung jawab dengan setiap tugas yang diberikan oleh kakak TPS. Dari sini juga mulai membentuk karakter dan pribadi saya di dalam Tuhan.

     Makin hari makin dipercayakan untuk setiap tugas yang lebih besar. Setelah lulus SMA, saya lanjut pelayanan di TPS tahun pada 2014-2018. Tahun 2014-2016 saya melayani sebagai Ketua TPS dan 2016-2018 sebagai koordinator TPS PERSISTEN SMK 6. Setelah menyelesaikan pelayanan Siswa, saya melanjutkan pada pelayanan alumni dari tahun 2019 sampai saat ini.

     Saat ini saya di ijinkan Tuhan untuk bekerja di salah satu lembaga pemerintahan yaitu Balai Disabilitas “Efata” Kupang. Sudah 3 tahun lebih saya bekerja disini. Ditempat ini saya bertanggungjawab untuk memberikan pelatihan dibidang komputer kepada anak anak rungu wicara atau yang memiliki kebutuhan khusus. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan “modal hidup” bagi mereka ketika kembali kedalam lingkungan masyarakat. Sesuatu hal yang jauh dari harapan dan cita cita saya sebelumnya. Hal yang membuat saya ragu ketika memulai pekerjaan ini adalah pertanyaan tentang kemampuan saya. Bagaimana mungkin saya mengajar anak-anak ini sedangkan saya sendiri tidak begitu paham psikologi mereka, bahasa isyarat, dan hal-hal teknis lainnya. Sungguh ini suatu tantangan bagi saya dan ini sulit.

     Saya bersyukur dulu ketika masih menjadi BP Persisten dan TPS, banyak sekali pembinaan-pembinaan yang saya dapatkan. Pelayanan itu menjadi modal awal untuk saya memulai pekerjaan ini. Saya sempat hampir menyerah diawal karena saya binggung harus bagaimana di dalam melakukan tugas pekerjaan saya. Dari kebimbangan yang saya hadapi saya menemukan jawaban (yang walupun saya sendiri belum terlalu yakin) didalam KTB. Saat itu, saya dikuatkan untuk mencari kehendak Tuhan dan bagaimana saya bisa menjadi berkat di tempat ini. Saya mulai melihat penyertaan Tuhan di dalam setiap proses pekerjaan. Saya mulai dipercayakan dengan hal-hal kecil, memberi diri untuk bekerja ikhlas tanpa memperdulikan hal lain. Satu hal yang menjadi tantangan dalam saya bekerja yaitu bagaimana menjaga diri saya sendiri untuk tetap berintegritas.

     Melalui Perkantas dan juga melalui KTB saya tetap bisa memelihara akan integritas itu, walaupun banyak sekali tantangannya. Sampai saat ini saya hanya berusaha untuk bekerja dengan baik dan memberikan teladan-teladan kecil. Misalnya kerja tepat waktu, bertanggugjawab dengan tugas, dan hal lainnya. Saya sadar akan posisi saya saat ini, saya masih bawahan, masih tenanga kontrak, dan saya tahu suatu saat kalau saya bertentangan dengan pimpinan untuk suatu kebenaran, maka akan ada konsekuensinya dan saya siap untuk itu. Saya juga yakin Tuhan tidak akan meninggalkan anak-anakNya berjalan sendirian.

     Terimakasih karena sudah memberikan saya kesempatan untuk berbagi. Semoga menjadi berkat. Tuhan memberkati.

Kategori
Siswa

Sharing Peserta KNPS 2021

Who is my Timothy

Oleh: Elza Marlina

Kamp Nasional Pembimbing Siswa (KNPS) 2021 mengusung tema be BOLD. Be bold sendiri merupakan singkatan dari Biblical, Obidient, a Leader, a Disciple. Kamp ini diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 5- 8 agustus 2021. Kegiatan KNPS ini menjadi sebuah kesempatan yang sangat luar biasa baik bagi saya karena dibawah tema besar kegiatan ini be BOLD, saya diperlengkapi, diingatkan dan disegarkan Kembali akan visi pelayanan yakni dimuridkan dan memuridkan dalam Kristus.

Di hari pertama kegiatan ini, dimulai dengan opening ceremony, dalam sesi ini saya sangat dikejutkan dengan kemeriahan pembukaan kegiatan besar ini. Kegiatannya berlangsung secara virtual sehingga ekspektasi awal saya biasa-biasa saja. Namun, nyatanya pembukaan KNPS 2021 ini begitu luar biasa meriah dan penuh sukacita, kami juga menyanyikan theme song KNPS 2021 yang berjudul jadi saksi bagi Tuhan, menarik sekali lagu ini karena menginspirasi saya secara pribadi dalam mengerjakan pelayanan. Setelah itu, kami lanjutkan dengan kegiatan Scripture Engagement 1, dengan pembicaranya Kak Alex Nanlohy. Pesan penting yang paling saya ingat dari sesi SE 1 ini adalah tentang bagaimana menghadapi tantangan-tantangan dari luar yang menyerang pemuridan. Rasul Paulus memerintahkan anak rohaninya Timotius untuk “kuatkanlah”, dimana dalam pelayanan yang dikerjakannya ia harus sadar dan ingat bahwa kekuatannya untuk dapat bisa memberitkan injil hanya bersumber dari Kristus. Paulus juga memerintahkan Timotius untuk “percayakanlah” pemberitaan injil itu kepada orang-orang yang dimuridkannya untuk memuridkan orang lain, sehingga dapat terbentuk sebuah barisan panjang pemuridan.

Kemudian Paulus juga menasehati Timotius untuk memiliki profil pelayan injil, yakni seorang pelayan injil harus memiliki ambisi yang kudus, bersikap disiplin dan mau bekerja keras demi injil yang diberitakannya. Saya juga dibekali dalam seminar yang sangat luar biasa yakni tentang Identitas dan kepemimpinan dalam mengerjakan visi pelayanan siswa. Dalam seminar ini dimoderatori oleh Kak Rabea dengan 3 pembicara yakni kak Johan, kak Esteria dan kak Vero. Ada beberapa pesan penting yang menguatkan saja yakni dalam mendampingi siswa. Sebagai TPS kita harus mengusahakan cara-cara kreatif untuk mendampingi siswa yang kita layani ditengah generasi yang semakin kacau, saya juga dihentakkan dengan pertanyaan “who is my timothy?” pertanyaan tentang siapakah yang akan menggantikan saya dalam mengerjakan pemuridan selanjutnya, ini membawa saya pada perenungan tentang sudah seperti apa saya mempersiapkan pemurid setelah saya. Dalam memuridkan kita harus terus jatuh cinta kepada Kristus dan terus jatuh cinta dengan pemuridan itu sendiri. Hari pertama ini diakhiri dengan saya mengkuti pertemuan family group. Dalam FG ini sangat memberikan rasa hangat kekeluargaan, kami saling mendukung dalam doa dan sharing pengalaman rohani.

Di hari ke-2, saya mengikuti scripture engagement 2, membahas tentang sikap seorang murid yang melayani dan juga tantangan dari dalam yang mengancam pekabaran injil, pada SE 2 ini saya disegarkan tentang segala pengajaran yang kita ajarkan haruslah berfokus pada Allah, itulah ajaran yang benar.  Didalam mengerjakan pelayanan kita sangat membutuhkan ketekunan dan kesungguhan hati untuk melayani siswa-siswi digenerasi ini, kita juga perlu menjadi pekerja yang tidak perlu malu memberitakan injil, melayani dengan memiliki moral, dan melayani sebagai hamba Tuhan yang menghasilkan buah-buah Roh dalam pelayanannya. Selanjutnya, saya mengikuti kapsel yang pertama, pembicaranya adalah Kak Ben dan kak Respati, dikapsel ini dari materi dan diskusi yang terjadi, perasaaan saya begitu membara dan disemangati untuk terus setia menjadi seorang pemimpin KTB/KK, kak Ben menyampaikan bahwa menjadi PKTB bukan berarti kamu harus tampil sebagai orang yang paling benar dalam segala hal, namun cukup jadi apa danya, jujur bahwa kamu dalam masa yg sama seperti AKTB/AKK yakni sama-sama bergumul untuk bertumbuh dalam Kristus.

Terkadang jika kita terlalu fokus menjadi yang terbaik bagi AKK, kita justru menjadikan diri kita sebagai pusat dari pertumbuhan AKK. Dari kak Respati, ia menyampaikan tentang hal-hal praktis dalam memuridkan, dimana hal utama dalam KTB/KK yang harus dimiliki oleh setiap anggota ktb/kk adalah komitmen untuk mau sama-sama bertumbuh. Ada 5 poin penting yang disingkat FAITH (Faithful, Available, Initiative, Teachable,Heart) 5 hal ini harus ada dan bertumbuh dalam KTB, dan ingat bahwa pemuridan merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Sorenya saya dikuatkan lagi lewat seminar 2 yang disampaikan oleh pendeta Yakub Tri Handoko dan moderatornya adalah kak Rigop, saya banyak diisi tentang pengetahuan tentang paham-paham kekristenan, dan ada 3 hal penting yang ditekankan yakni pemuridan merupakan wadah yang tepat untuk membentuk wawasan Kristen sebagai paradigma spiritual dan kultural, Allah menrima kita apa adanya namun Ia tidak ingin kita hanya seadanya saja, Ia ingin kita berubah dalam kasih karuniaNya, selanjutnya pemuridan merupakan sarana untuk menghadirkan injil sebagai jawaban bagi pergumulan eksistensial manusia, dimana pergumulan anak muda generasi saat ini adalah eksistensial-penerimaan. Dan hal terakhir yang ditekankan dalam seminar ini adalah kita harus memahami dan mengkritisi semangat zaman, hal ini dihubungkan dengan kedekatan personal dengan AKTB menjadi sangat penting untuk bisa membangun kepercayaan dan bisa tampil adanya, bukan sekedar mengejar bahan tetapi tentang perubahan hidup yang terjadi dalam Kristus.

Di hari ketiga, tanggal 7 agustus 2021, dibuka dengan scripture engagement 3 yang masih dibawakan oleh kak Alex, ada hal yang sangat menegur saya dalam SE 3 ini yakni sikap hidup manusia seperti mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang, menuruti hawa nafsu baru yang terakhir menuruti Allah, membawa saya pada pertanyaan tentang kepda siapa kita menujukan cinta kita?! Seharusnya kita menjadi Lovers of God, dengan begitu setiap hal yang kita anggap sebagai kewajiban kita kepada Tuhan akan berubah menjadi sebuah kerinduan kita pada Tuhan. Dan saya juga diperlengkapi tentang hal-hal yang dibutuhkan oleh seorang pemurid, yakni seorang pemurid membutuhkan komunitas untuk tetap bertumbuh dan mengalami transfer visi dan kasih, pemurid juga membutuhkan kitab suci sebagai penolongnya untuk bisa hidup dalam Tuhan, dan juga seorang pemurid membutuhkan identitas sebagai seorang Kristen.  Saya juga mengikuti kapita selekta yang ke-2, saya memilih ikut kapsel creative bible study, dalam kapsel ini kami banyak berdiskusi tentang bagaimana bisa konsisten membaca alkitab dan ada juga diskusi tentang kesulitan yang sering dialami saat ingin memulai belajar firman Tuhan, kak Venny Wongso sebagai pemateri saat itu memberikan tips paling praktis yakni mulai saja dulu membaca alkitabnya, jangan paksakan diri untuk harus langsung memahami, ijinkan Tuhan yang mengartikan firmannya bagi kita, di kapsel ini juga saya dibagikan metode pekabaran injil yang sederhana dengan menggunakan lipatan kertas, hal ini membuat saya bersemangat untuk segera ajarkan kepada AKK saya dn juga ingin saya praktekkan sendiri.

Di hari ketiga ini juga, menjadi hari paling membekas dalam pikiran dan hati saya, karena malamnya di sesi dedication service, saya merasa begitu terberkati dan akhirnya mengambil beberapa komitmen penting bagi pelayanan yang saya kerjakan. Di sesi ini juga, saya menjadi teringat dengan wajah-wajah dari AKTB yang saya layani hingga saat ini, tentang bagaiamana cara saya mentransferkan visi pelyanan ini kepada mereka, dan berdoa agar mereka mau menerima tanggung jawab pelayanan selanjutnya. Hati saya juga begitu terharu, saat mengingat Kembali proses yang Tuhan ijinkan saya alami dalam proses dimuridkan dan memuridkan orang lain dengan segala keluhan, sungut-sungut, dan amarah yang pernah saya rasakan. Hal tersebut membuat saya malu,saat saya memandang kepada Kristus yang telah menolong dan menyelamatkan saya.

Pada hari terakhir KNPS 2021. Pagi itu, saya mengkuti Pendalaman Alkitab Bersama family grup keluarga KNPS yang sangat-sangat menolong saya mengalami kasih Tuhan. Kami saling menguatkan melalui renungan firman Tuhan dan sharing pengalamn hidup. Selesai dari PA saya mengikuti SE 4, di SE 4 ini, saya di berkati dengan pengajaran tentang penting bersekutu, dalam kita bersekutu dengan AKTB/AKK kita mari bawa diri kit sebagai sahabat bagi para AKTB/AKK kita, dan ingat bahwa kita sendiri sebagai PKTB juga tidak sendiri, sebab kita punya Tuhan yang adalah sahabat sejati kita.

Sungguh pengalaman yang luar biasa saya alami bisa ikuti KNPS 2021, walaupun secara virtual, namun tidak mengurangi sedikit pun sukacita pesta rohani ini. Bisa bersukacita dan mengalami Tuhan. Ditambah lagi dalam memulai kegiatan setiap harinya kami mendengarkan sharing kondisi pelayanan dari daerah-daerah, hal itu membuat kami juga punya keterbebanan untuk mendoakan kondisi pelayanan di daerah lain. Tuhan sungguh amat baik. 

Kategori
Kegiatan

Kamp Kepemimpinan Indonesia Timur 2021 (KKIT)







Kamp Kepemimpinan Indonesia Timur (KKIT) 2021

Kamp Kepemimpinan Indonesia Timur (KKIT) tahun 2021 akan dilaksanakan pada tanggal 14-17 Agustus 2021  via zoom dengan tema “LIGHT OF GOD IN THE NATION”. Tujuannya: membukakan kepada peserta rancangan Allah yang utuh bagi dunia dan terwujud dalam peran seorang murid Kristus. Kemudian memperlengkapi peserta agar memiliki kapasitas dan kompetensi untuk berdampak signifikan bagi bangsa. Terakhir,  menantang dan mengutus peserta untuk terlibat dlm mewujudkan rancangan Allah melalui dirinya bagi bangsa. 

Peserta yang mengikuti KKIT dari Perkantas NTT berjumlah 20 orang. Sejauh ini ada  beberapa persiapan yang sudah dilakukan oleh peserta KKIT dari Perkantas NTT adalah membaca dan membuat resume dari buku wajib ang berjudul “Desain Besar Dari Allah”, sharing hasil baca buku, melakukan pendaftaran melalui link yang dikirim oleh panitia, mendoakan pokok doa yang dikirim oleh panitia dan mendoakan kesiapan hati peserta dalam mengikuti KKIT, mengumpulkan uang kontribusi peserta dan kontribusi PMK untuk dikirimkan ke panlak, dan beberapa daerah masih melalukan penggalian dana. Pada hari Rabu, 14 Juli 2021 akan dilakukan doa bersama dengan panlok dari semua daerah.

Kebutuhan dana untuk kontribusi 20 peserta KKIT dari NTT adalah sejumlah Rp. 5.540.000. Dana ini akan dipakai untuk biaya pendaftaran, pembelian buku dan merchandise KKIT 2021.

Pokok doa:

  1. Doakan kesiapan hati dari ke20 orang peserta KKIT dari Perkantas NTT agar dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti Kamp
  2. Doakan untuk proses membaca dan membuat resume dari buku wajib baca yang ada sehingga bisa berjalan lancar dan ada hal positif yang bisa didapat dan dibagikan ke orang lain
  3. Doakan untuk kelancaran doa Panlok KKIT hari ini
  4. Doakan penggalian dana yang dilakukan agar tercukupkan sehingga peserta dapat mengikuti kamp dengan baik.
Kategori
Event

Kamp Kepemimpinan Nusa Tenggara Timur 2021






Kamp Kepemimpinan Nusa Tenggara Timur (KKNTT) 2021

Kamp kepemimpinan Nusa Tenggara Timur (KKNTT) yang diadakan 3 tahun sekali, hadir lagi di tahun ini. KKNTT sudah diadakan sejak tahun 2012. Tujuan diadakannya kamp ini karena Perkantas NTT ingin menjadi wadah untuk menghadirkan pemimpin Kristen sebelum mereka terjun ke dunia pekerjaan. Tahun ini KKNTT mengusung tema Chance for Changes” , dari tema ini diharapkan peserta dan bahkan juga panitia yang mempersiapkan kamp ini dapat menjadi pemimpin yang mampu menjadi pemimpin disetiap kesempatan/ peluang yang ada.

Seperti yang kita ketahui besama, sejak tahun 2020 kondisi Indonesia bahkan dunia tidak bisa terprediksi. Pandemik Covid-19 membuat kita merubah hampir sebagian besar kebiasaan hidup kita, baik itu keseharian, pelayanan, pendidikan, maupun pekerjaan. Ini juga yang dialami oleh KKNTT 2021, akibat pandemik yang belum kunjung selesai, KKNTT 2021 akan diadakan secara online. Bagi peserta KKNTT 2021, akan mengikuti kegiatan melalui zoom meeting, dan juga bagi setiap kita yang ingin mengambil bagian dalam kegiatan ini dapat mengikuti live streaming di youtube Perkantas NTT untuk mengikuti ibadah pembukaan.

KKNTT 2021 akan diikuti oleh 147 peserta kamp yang tersebar dari daerah di NTT. Kegiatan ini akan diadakan dari tanggal 19-21 Agustus 2021. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini meliputi, eksposisi, seminar, workshop dan talkshow. Pembicara utama dalam kegiatan ini adalah Prof. Sen Sendjaya, PhD. Beliau melayani sebagai Founding & Preaching Pastor di Indonesian Christian Church Melbourne. Sehari-hari, beliau bekerja sebagai Professor of Leadership di Swinburne Business School, Australia. Beliau telah menerbitkan karya penelitian ilmiahnya di berbagai jurnal akademis internasional yang bergengsi. Beliau juga adalah pengarang buku-buku kepemimpinan termasuk Jadilah Pemimpin bagi Kristus (Perkantas, 2016), Personal and Organisational Excellence through Servant Leadership (Springer, 2015), dan buku terbaru yaitu Leadership Reformed: Why Leaders Need the Gospel to Change the World yang juga menjadi buku wajib dari KKNTT 2021. Beliau telah melatih banyak pemimpin perusahaan, pemerintahan, universitas, sekolah, dan gereja, khususnya di Australia dan Indonesia.

Selain Prof. Sen Sendjaya, ada sembilan pembicara lainnya yang akan mengisi di KKNTT 2021, yaitu Jessica Herliani Tanoesoedibjo (Direktur MNC Kapital, Ketua MNC Peduli, dan Ketua YHT (MNC College)), Ang Wie Hay (Konsultan Teknologi Informasi, traine, dan pengkhotbah), Jehian Panangian Sijabat (Entrepeneur), Rabea Susana Seo (Pengurus Harian Nasional Perkantas Indonesia (Divisi Siswa) dan Pimpinan Cabang Perkantas NTT), Djemi Lassa (Presdir PT. Timor Bangkit Mandiri), M. Dinah Charlota Lerik (Dosen di Universitas Nusa Cendana, Kupang), Katherina Bely- Riwoe (Staf Perkantas Alor), Milhan Santoso (Staf Perkantas Surabaya), Maxi Julians Rihi Dara (PT. Timor Bangun Mandiri).

KKNTT 2021 sudah dipersiapkan sejak tahun 2020, persiapan kamp ini dikerjakan oleh 20 panitia pelaksana dan didampingi oleh panitia pengarah. Dana yang dibutuhkan untuk terselenggaranya kamp ini adalah sebesar Rp 34.000.000,- Saat ini peserta kamp sedang mengikuti pra kamp yang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Kegiatan dalam pra-kamp meliputi perkenalan, PA bersama dan sharing buku. 1 bulan 7 hari menjelang kegiatan, panitia semakin sibuk mempersiapkan segala kebutuhan kamp. Saat ini panitia sedang mempersiapkan buku acara (sedang memesan kertas untuk mencetak buku acara), pengeditan audio dan video kegiatan, persiapan pendistribusian goodie bag kamp ke daerah, dan BPH beserta panrah juga sedang mempersiapkan kegiatan  ret-ret Panitia KKNTT 2021.

Mari kita terus dukung dan doakan bersama KKNTT 2021

Pokok Doa:

  1. Doakan rencana ret-ret Panitia KKNTT 2021
  2. Doakan kebutuhan dana agar dapat tercukupkan
  3. Doakan setiap panitia agar dapat mengerjakan tugasnya dengan baik
  4. Doakan agar peserta yang sedang mengikuti pra-kamp dapat mempersiapkan diri dengan baik
  5. Doakan agar proses penyelesaian buku acara bisa diselesaikan tepat waktu

Untuk rekan-rekan yang ingin mendukung pelayanan KKNTT 2021 dapat mentransfer melalui nomor rekening BPC BCA 3140444013 a.n Sangguana MJ Koamesah, BRI 0039000941566 a.n  Yayasan Perkantas Kupang. Mohon menggunakan kode unik 7. Contoh: Transfer 50.000 ditambahkan 7 menjadi 50.007.

Terima kasih untuk setiap dukungan dari rekan-rekan sekalian

Penulis, Irene Aprilya Meok

Staf Media Perkantas Kupang