SHARING PESERTA KNPS 2021

"Who is my Timothy"

Oleh: Elza Marlina

Kamp Nasional Pembimbing Siswa (KNPS) 2021 mengusung tema be BOLD. Be bold sendiri merupakan singkatan dari Biblical, Obidient, a Leader, a Disciple. Kamp ini diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 5- 8 agustus 2021. Kegiatan KNPS ini menjadi sebuah kesempatan yang sangat luar biasa baik bagi saya karena dibawah tema besar kegiatan ini be BOLD, saya diperlengkapi, diingatkan dan disegarkan Kembali akan visi pelayanan yakni dimuridkan dan memuridkan dalam Kristus.

Di hari pertama kegiatan ini, dimulai dengan opening ceremony, dalam sesi ini saya sangat dikejutkan dengan kemeriahan pembukaan kegiatan besar ini. Kegiatannya berlangsung secara virtual sehingga ekspektasi awal saya biasa-biasa saja. Namun, nyatanya pembukaan KNPS 2021 ini begitu luar biasa meriah dan penuh sukacita, kami juga menyanyikan theme song KNPS 2021 yang berjudul jadi saksi bagi Tuhan, menarik sekali lagu ini karena menginspirasi saya secara pribadi dalam mengerjakan pelayanan. Setelah itu, kami lanjutkan dengan kegiatan Scripture Engagement 1, dengan pembicaranya Kak Alex Nanlohy. Pesan penting yang paling saya ingat dari sesi SE 1 ini adalah tentang bagaimana menghadapi tantangan-tantangan dari luar yang menyerang pemuridan. Rasul Paulus memerintahkan anak rohaninya Timotius untuk “kuatkanlah”, dimana dalam pelayanan yang dikerjakannya ia harus sadar dan ingat bahwa kekuatannya untuk dapat bisa memberitkan injil hanya bersumber dari Kristus. Paulus juga memerintahkan Timotius untuk “percayakanlah” pemberitaan injil itu kepada orang-orang yang dimuridkannya untuk memuridkan orang lain, sehingga dapat terbentuk sebuah barisan panjang pemuridan.

Kemudian Paulus juga menasehati Timotius untuk memiliki profil pelayan injil, yakni seorang pelayan injil harus memiliki ambisi yang kudus, bersikap disiplin dan mau bekerja keras demi injil yang diberitakannya. Saya juga dibekali dalam seminar yang sangat luar biasa yakni tentang Identitas dan kepemimpinan dalam mengerjakan visi pelayanan siswa. Dalam seminar ini dimoderatori oleh Kak Rabea dengan 3 pembicara yakni kak Johan, kak Esteria dan kak Vero. Ada beberapa pesan penting yang menguatkan saja yakni dalam mendampingi siswa. Sebagai TPS kita harus mengusahakan cara-cara kreatif untuk mendampingi siswa yang kita layani ditengah generasi yang semakin kacau, saya juga dihentakkan dengan pertanyaan “who is my timothy?” pertanyaan tentang siapakah yang akan menggantikan saya dalam mengerjakan pemuridan selanjutnya, ini membawa saya pada perenungan tentang sudah seperti apa saya mempersiapkan pemurid setelah saya. Dalam memuridkan kita harus terus jatuh cinta kepada Kristus dan terus jatuh cinta dengan pemuridan itu sendiri. Hari pertama ini diakhiri dengan saya mengkuti pertemuan family group. Dalam FG ini sangat memberikan rasa hangat kekeluargaan, kami saling mendukung dalam doa dan sharing pengalaman rohani.

Di hari ke-2, saya mengikuti scripture engagement 2, membahas tentang sikap seorang murid yang melayani dan juga tantangan dari dalam yang mengancam pekabaran injil, pada SE 2 ini saya disegarkan tentang segala pengajaran yang kita ajarkan haruslah berfokus pada Allah, itulah ajaran yang benar.  Didalam mengerjakan pelayanan kita sangat membutuhkan ketekunan dan kesungguhan hati untuk melayani siswa-siswi digenerasi ini, kita juga perlu menjadi pekerja yang tidak perlu malu memberitakan injil, melayani dengan memiliki moral, dan melayani sebagai hamba Tuhan yang menghasilkan buah-buah Roh dalam pelayanannya. Selanjutnya, saya mengikuti kapsel yang pertama, pembicaranya adalah Kak Ben dan kak Respati, dikapsel ini dari materi dan diskusi yang terjadi, perasaaan saya begitu membara dan disemangati untuk terus setia menjadi seorang pemimpin KTB/KK, kak Ben menyampaikan bahwa menjadi PKTB bukan berarti kamu harus tampil sebagai orang yang paling benar dalam segala hal, namun cukup jadi apa danya, jujur bahwa kamu dalam masa yg sama seperti AKTB/AKK yakni sama-sama bergumul untuk bertumbuh dalam Kristus.

Terkadang jika kita terlalu fokus menjadi yang terbaik bagi AKK, kita justru menjadikan diri kita sebagai pusat dari pertumbuhan AKK. Dari kak Respati, ia menyampaikan tentang hal-hal praktis dalam memuridkan, dimana hal utama dalam KTB/KK yang harus dimiliki oleh setiap anggota ktb/kk adalah komitmen untuk mau sama-sama bertumbuh. Ada 5 poin penting yang disingkat FAITH (Faithful, Available, Initiative, Teachable,Heart) 5 hal ini harus ada dan bertumbuh dalam KTB, dan ingat bahwa pemuridan merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Sorenya saya dikuatkan lagi lewat seminar 2 yang disampaikan oleh pendeta Yakub Tri Handoko dan moderatornya adalah kak Rigop, saya banyak diisi tentang pengetahuan tentang paham-paham kekristenan, dan ada 3 hal penting yang ditekankan yakni pemuridan merupakan wadah yang tepat untuk membentuk wawasan Kristen sebagai paradigma spiritual dan kultural, Allah menrima kita apa adanya namun Ia tidak ingin kita hanya seadanya saja, Ia ingin kita berubah dalam kasih karuniaNya, selanjutnya pemuridan merupakan sarana untuk menghadirkan injil sebagai jawaban bagi pergumulan eksistensial manusia, dimana pergumulan anak muda generasi saat ini adalah eksistensial-penerimaan. Dan hal terakhir yang ditekankan dalam seminar ini adalah kita harus memahami dan mengkritisi semangat zaman, hal ini dihubungkan dengan kedekatan personal dengan AKTB menjadi sangat penting untuk bisa membangun kepercayaan dan bisa tampil adanya, bukan sekedar mengejar bahan tetapi tentang perubahan hidup yang terjadi dalam Kristus.

Di hari ketiga, tanggal 7 agustus 2021, dibuka dengan scripture engagement 3 yang masih dibawakan oleh kak Alex, ada hal yang sangat menegur saya dalam SE 3 ini yakni sikap hidup manusia seperti mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang, menuruti hawa nafsu baru yang terakhir menuruti Allah, membawa saya pada pertanyaan tentang kepda siapa kita menujukan cinta kita?! Seharusnya kita menjadi Lovers of God, dengan begitu setiap hal yang kita anggap sebagai kewajiban kita kepada Tuhan akan berubah menjadi sebuah kerinduan kita pada Tuhan. Dan saya juga diperlengkapi tentang hal-hal yang dibutuhkan oleh seorang pemurid, yakni seorang pemurid membutuhkan komunitas untuk tetap bertumbuh dan mengalami transfer visi dan kasih, pemurid juga membutuhkan kitab suci sebagai penolongnya untuk bisa hidup dalam Tuhan, dan juga seorang pemurid membutuhkan identitas sebagai seorang Kristen.  Saya juga mengikuti kapita selekta yang ke-2, saya memilih ikut kapsel creative bible study, dalam kapsel ini kami banyak berdiskusi tentang bagaimana bisa konsisten membaca alkitab dan ada juga diskusi tentang kesulitan yang sering dialami saat ingin memulai belajar firman Tuhan, kak Venny Wongso sebagai pemateri saat itu memberikan tips paling praktis yakni mulai saja dulu membaca alkitabnya, jangan paksakan diri untuk harus langsung memahami, ijinkan Tuhan yang mengartikan firmannya bagi kita, di kapsel ini juga saya dibagikan metode pekabaran injil yang sederhana dengan menggunakan lipatan kertas, hal ini membuat saya bersemangat untuk segera ajarkan kepada AKK saya dn juga ingin saya praktekkan sendiri.

Di hari ketiga ini juga, menjadi hari paling membekas dalam pikiran dan hati saya, karena malamnya di sesi dedication service, saya merasa begitu terberkati dan akhirnya mengambil beberapa komitmen penting bagi pelayanan yang saya kerjakan. Di sesi ini juga, saya menjadi teringat dengan wajah-wajah dari AKTB yang saya layani hingga saat ini, tentang bagaiamana cara saya mentransferkan visi pelyanan ini kepada mereka, dan berdoa agar mereka mau menerima tanggung jawab pelayanan selanjutnya. Hati saya juga begitu terharu, saat mengingat Kembali proses yang Tuhan ijinkan saya alami dalam proses dimuridkan dan memuridkan orang lain dengan segala keluhan, sungut-sungut, dan amarah yang pernah saya rasakan. Hal tersebut membuat saya malu,saat saya memandang kepada Kristus yang telah menolong dan menyelamatkan saya.

Pada hari terakhir KNPS 2021. Pagi itu, saya mengkuti Pendalaman Alkitab Bersama family grup keluarga KNPS yang sangat-sangat menolong saya mengalami kasih Tuhan. Kami saling menguatkan melalui renungan firman Tuhan dan sharing pengalamn hidup. Selesai dari PA saya mengikuti SE 4, di SE 4 ini, saya di berkati dengan pengajaran tentang penting bersekutu, dalam kita bersekutu dengan AKTB/AKK kita mari bawa diri kit sebagai sahabat bagi para AKTB/AKK kita, dan ingat bahwa kita sendiri sebagai PKTB juga tidak sendiri, sebab kita punya Tuhan yang adalah sahabat sejati kita.

Sungguh pengalaman yang luar biasa saya alami bisa ikuti KNPS 2021, walaupun secara virtual, namun tidak mengurangi sedikit pun sukacita pesta rohani ini. Bisa bersukacita dan mengalami Tuhan. Ditambah lagi dalam memulai kegiatan setiap harinya kami mendengarkan sharing kondisi pelayanan dari daerah-daerah, hal itu membuat kami juga punya keterbebanan untuk mendoakan kondisi pelayanan di daerah lain. Tuhan sungguh amat baik.