Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. “Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. “Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah r  mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Demikianlah penggalan ayat firman Tuhan dari Yeremia 1 : 4-10 inilah yang menjadi jawaban Tuhan atas pergumulan saya menjawab panggilan Tuhan untuk melayani-Nya melalui pelayanan Perkantas dan melayani di Perkantas Waingapu saat itu.  Tuhan yang memanggil, Dia yang akan menolong hambaNya yang lemah dan berdosa ini untuk mengerjakan panggilanNya dan itu terbukti hingga saat ini bertahun-tahun mengerjakan pelayanan, pertolongan Tuhan bagi saya untuk taat dalam mengerjakan pelayanan ini tidak ada habis-habisnya. Ketika mulai patah semangat, ketika mulai berpikir untuk berhenti di tengah jalan, ketika tergoda dengan tawaran pelayanan di tempat lain di masa lampau, firman ini terus muncul untuk menguatkan sehingga saya tidak berhenti di tengah jalan. Lewat saat teduh beberapa kali ayat ini selalu muncul sehingga saya yakin akan penyertaan dan panggilan Tuhan masih sama bagi saya.

Selain Tuhan dan firmanNya, motivasi saya di dalam melayani adalah perasaan berhutang kepada Tuhan atas Injil yang telah saya dengar di masa-masa mahasiswa. Saya tidak membayangkan jikalau Tuhan tidak membuka pintu anugerah-Nya kepada saya di masa-masa kuliah, entah apa yang akan terjadi dengan hidup saya saat ini. Saya bersyukur karena Tuhan memakai senior pelayanan di kampus untuk mendoakan dan memberitakan Injil kepada saya secara pribadi. Perasaan berhutang itulah yang membuat saya ingin membalas kasih Tuhan itu dengan melayani sesama yaitu generasi-generasi muda dan kaum intelektual di kampus-kampus dan sekolah-sekolah melalui pelayanan Perkantas. Visi dan Misi Perkantas yang begitu mulia untuk menjangkau siswa dan mahasiswa agar memuridkan dan mempersiapkan mereka menjadi berkat dalam marketplace, bagi saya ini adalah visi-misi yang ilahi dan saya bersyukur saya diberikan kesempatan untuk bertumbuh, dan bukan hanya itu, saya juga diberikan kesempatan menjadi rekan sekerja Allah untuk menjangkau banyak jiwa bagi-Nya.

Selama melayani di dalam pelayanan Perkantas, tidak terhitung pengalaman berkesan di dalam pelayanan ini, baik dalam diri saya sendiri saya diajar Tuhan untuk benar-benar mengenal siapa Tuhan yang saya percaya dan layani dan belajar menggantungkan hidup pada Tuhan dan pemeliharaan-Nya. Di dalam keluarga saya melihat bagaimana keluarga saya diubahkan dengan pilihan hidup saya untuk melayani Tuhan. Di dalam ladang pelayanan saya diijinkanTuhan untuk bertemu ratusan anak-anak muda untuk dilayani dan menolong mereka bertumbuh, membuat saya tidak berhenti kagum dengan kebesaran kuasa Tuhan di dalam dan melalui pelayanan ini.

Kalau saya bisa sampai dengan saat ini, masih bisa melayani dan terus melayani itu semua karena kemurahan Tuhan. karena itu, sepanjang kaki ini masih berjejak saya akan terus taat dengan panggilan dan janji Tuhan yang belum berubah ini. Firman Tuhan yang juga menjadi ucapan syukur saya sepanjang pelayanan hingga saat ini adalah Habakuk 3:19 “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.”

SOLIDEO GLORIA