Kategori
Event

To Be and To Work with HIM

To Be and To Work with HIM

PEMBINAAN BOARD PERKANTAS NTT
Hotel Sahid T-More Kupang, 14-15 Juni 2025

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Baris depan dari kiri ke kanan: Kak Abraham Talluta-BPC, Kak Stef Ndun-BPC, Kak Melky Takoy-TP3 Atambua, Kak Linda Moata-BPC, Kak Hilda Suherman-BPN, Kak Robby Lugito-Alumni, Kak Bubun Bangalino-BPC, Kak Lucia Pirayana-TP3 Waibakul, Kak David Tambaru-BPC, Kak Butje Fanggi-BPC
Baris tengah dari kiri ke kanan: Kak Pingki Leo Lede-BPR Waingapu, Kak Yuli Walli-BPR Kefa, Kak Helena Selan-BPR Soe, Kak Ija Sopaba-BPR Soe, Kak Ita Takoy-TP3 Atambua, Kak Elsa Boimau-BPR Soe, Kak Vita Karmany-BPC, Kak Jener Tloim-BPR Soe, Kak Jeny Ngana TP3 Waibakul, Kak Elnora Sitio-BPR Waingapu, Kak Novri Noenoehitoe-BPC, Kak Elita Theofani-Alumni Perkantas Jakarta, Kak Merly Bunga-TP3 Sabu, Kak Ance Tamelab-BPR Kefa
Baris belakang dari kiri ke kanan: Kak Arlin Sing-BPC, Kak Domi Sesfao-BPR Soe, Kak Herson Hawu-TP3 Sabu, Kak Kris Missa-BPR Kefa, Kak Nusan Willa-BPR Kefa, Kak Egidius Laka-BPR Kefa, Kak Rabea Seo-Staf Kupang, Kak Adi Rishard-BPR Kefa

  “Board ini sebenarnya apa dan harus berbuat apa? Apa tugas dan tanggung jawab board? Apa peran penting board dalam pelayanan Perkantas? Bagaimana board bisa memanajemen waktu agar bisa membagi fokus antara pekerjaan, keluarga dan pelayanan supaya bisa seimbang? Bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan di daerah mereka? Bagaimana cara fundraising?  Disiplin rohani seperti apa yang dibutuhkan oleh seorang board supaya bisa melayani dengan baik? Bagaimana menghadapi ketakutan-ketakutan board?”

    Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan pergumulan-pergumulan para pengurus Yayasan Regio NTT, dan karena itu menjadi alasan diadakannya Pembinaan Board Perkantas Regional NTT di bulan Juni kemarin. Board atau Pengurus Yayasan di Level Regio (BPC/Badan Pengurus Cabang), Level Ranting (BPR/Badan Pengurus Ranting) maupun dalam tahap perintisan (TP3/Tim Perintis Pelayanan Perkantas) adalah tim yang berperan penting untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan Perkantas sebagai organisasi. Meski board tidak se-aktif staf di ladang pelayanan, tetapi board berperan memastikan pelayanan Perkantas secara finansial dan organisasi tertata dengan baik, hak dan kewajiban staf terpenuhi dan bersama staf memikirkan rencana strategis untuk mengembangkan pelayanan di daerah.

    Selayaknya staf dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai murid Kristus, anggota board perlu tetap bertumbuh dan berakar dalam Kristus. Sehingga board di saat yang sama perlu terus memperlengkapi diri dengan kapasitas management organisasi yang baik dan juga kehidupan rohani yang baik. “To Be and To Work with HIM” menjadi tema pada Pembinaan Board Perkantas Regional NTT yang berlangsung tanggal 14-15 Juni 2025, bertempat di Hotel Sahid T-More Kupang. Tujuannya adalah (1) Menjelaskan pentingnya kehidupan spiritual board yang mendukung pelayanan dengan terus “mengidentifikasi” karakter dan karya Kristus dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam pelayanan yang dikerjakan di Perkantas; (2) Menjelaskan perspektif yang benar tentang peran sebagai board; (3) Membangun semangat melayani board sebagai murid dalam persekutuan dan dalam mendukung pekerjaan pemuridan Perkantas; dan (4) Mengerjakan pelayanan dengan “hati sebagai hamba” yang mau terus belajar, diajar dan mengalami Tuhan.

    Peserta yang mengikuti pembinaan board berasal dari daerah-daerah binaan Perkantas Regional NTT yakni dari Kupang 12 orang yang terdiri dari BPC 9 orang, BPN (Badan Pengurus Nasional) 2 orang dan PC (Pimpinan Cabang) 1 orang, BPR Soe 5 orang, BPR Kefamenanu 6 orang, BPR Waingapu 2 orang, TP3 Waibakul 2 orang, TP3 Atambua 2 orang, dan TP3 Sabu 2 orang. Pembinaan board dilaksanakan selama 2 hari yang terdiri dari beberapa sesi tiap harinya. Pada hari pertama tanggal 14 Juni 2025, Ibadah Pembuka dipimpin oleh Kak David Tambaru dengan tema “To Be With Him”. Pada sesi ini Kak David mengingatkan board untuk hidup bersama Kristus, artinya wajib hidup seperti Kristus hidup, dan itu tidak mudah sehingga hanya mungkin jika kita punya hubungan yang intim dan berakar dalam Kristus, hidup di dalam Dia dan Dia di dalam kita, hidup diajar oleh Dia dan dalam rencana-Nya. Kemudian dilanjutkan dengan sesi Seminar I oleh Kak Hilda Suherman dengan tema “Perspektif Yang Benar Tentang Peran Sebagai Board”. Pada sesi ini para board dibukakan tentang peran dan tanggung jawab sebagai board dan bahwa semua peran board yakni memimpin, mengawasi, membimbing, memutuskan akan rapuh bila tidak dilandasi oleh kehidupan rohani yang sehat. Dalam sesi ini juga dibukakan hal-hal yang perlu diwaspadai oleh board agar dapat mengidentifikasinya sedari dini sehingga pelayanan dapat bertumbuh dalam rencana Tuhan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi doa dan fellowship yang dipandu oleh Kak Rabea Seo. Pada bagian ini board dibagi dalam kelompok untuk mensharingkan pergumulan pelayanan mereka masing-masing kemudian saling mendoakan.

    Hari kedua pembinaan board dimulai dengan Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Kak Roby Lugito dengan tema “To Work With Him”. Pada sesi ini Kak Roby mengajak board untuk merefleksikan kembali karya keselamatan yang Yesus telah kerjakan bagi kita, dan membangun semangat melayani board sebagai murid dalam persekutuan dan dalam mendukung pekerjaan pemuridan Perkantas. Setelah itu sesi berikutnya adalah Seminar II yang dibawakan oleh Kak Hilda Suherman dengan tema “Praktikal, Tips-Tips Dalam Melayani Sebagai Board”. Pada bagian ini Kak Hilda membagikan bagaimana tips-tips fundraising yang pernah dikerjakan oleh Kak Hilda sendiri, kemudian membangun kerangka berpikir board untuk melihat potensi dari daerah masing-masing yang dapat digunakan sebagai bahan fundraising. Kak Hilda juga mengajak board untuk memahami bahwa fundraising yang sehat dimulai dari doa, dipelihara dalam iman, dan ditutup dengan ucapan syukur. Selain itu Kak Hilda membagikan tips-tips bagaimana menyeimbangkan keluarga, pekerjaan dan pelayanan, bagaimana membangun komunikasi bersama staf di daerah masing-masing dan mengajak board untuk memperhatikan dan memelihara kebutuhan staf. Dari materi yang dibagikan, board kemudian dikelompokkan sesuai daerah masing-masing untuk memikirkan secara konkret pelaksanaan di lapangan nanti setelah pulang dari pembinaan.

    Sesi terakhir yaitu Ibadah Penutup dengan tema “Faithful Servant” dipimpin oleh Kak Roby Lugito. Setelah semua rangkaian sesi yang telah disampaikan oleh para pembicara, sesi ini membukakan bahwa kualitas karakter yang bisa kita kontrol adalah kesetiaan, sehingga kita bisa memilih untuk tetap setia mengerjakan panggilan sebagai board karena Kristus pun tetap setia dan tidak pernah menyerah akan hidup kita. Kak Roby mengajak board untuk memberikan hidup tanpa takut dan ragu untuk menjadi serupa serta menjadi rekan sekerja Allah dalam mengerjakan rancangan besar-Nya dalam dunia ini.

    To Be and To Work With HIM menjadi komitmen para board setelah pembinaan ini. Mereka kembali ke daerah masing-masing dengan sukacita karena diisi dan disegarkan oleh Tuhan. Kiranya board semakin diproses dan dibentuk oleh Tuhan agar semakin kuat dan kokoh dalam menjalankan pelayanan yang Tuhan percayakan.

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto Kak David Tambaru ketika memimpin Ibadah Pembuka

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto Kak Hilda Suherman ketika menyampaikan materi dalam sesi Seminar 1

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto Kak Roby Lugito ketika memimpin Ibadah Minggu

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto penyampaian materi dalam sesi Seminar 2

 

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto saat Ice Breaking

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto saat sesi fellowship dan doa bersama dalam kelompok

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto saat tanya-jawab dalam sesi seminar

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto seluruh peserta Pembinaan Board Perkantas NTT

Kategori
Kesaksian Pribadi

Sukacita Kami

Sukacita Kami

     Dalam Rapat Evaluasi 6 Bulanan Perkantas NTT yang berlangsung di Rumah Persekutuan Perkantas Kupang, 11-12 Juni 2025, para staf dari seluruh daerah pelayanan regional NTT tidak hanya mengevaluasi dan mendiskusikan strategi pelayanan tetapi juga berkesempatan mensharingkan tentang pertumbuhan iman dan karakter adik-adik binaan. Cerita-cerita ini menjadi sukacita dan semangat bagi kami untuk terus melayani. 

Keluarga Baru

     Adik-adik binaan memberi kesaksian bahwa mereka menemukan keluarga baru melalui relasi yang dibangun dalam KTB (Kelompok Tumbuh Bersama). Sebagai remaja yang masih mencari jati diri di tengah maraknya pergaulan bebas sekarang ini, KTB menjadi tempat yang aman bagi mereka untuk jujur dan bertumbuh. Saudara KTB juga menjadi orang yang paling peduli, tidak hanya saat pertemuan KTB. 

     Ketika mereka terbuka untuk saling sharing tentang pergumulan hidup dengan saudara KTB, mereka disadarkan bahwa pertumbuhan rohani tidak terjadi ketika mereka pura-pura terlihat baik, namun ketika mereka jujur akan kelemahan diri dan saling mendukung. Kehadiran saudara KTB juga menolong mereka untuk saling mengingatkan agar tidak hanya mengejar pengetahuan rohani dengan belajar firman, tetapi taat menghidupi firman serta saling menegur dengan kasih. Doa bersama yang dibangun dalam KTB semakin menguatkan mereka karena mengetahui bahwa ada saudara seiman yang selalu peduli dan mendoakan pergumulan mereka.

Perubahan Karakter

     Relasi dalam KTB tidak hanya menghadirkan keluarga baru yang menolong pertumbuhan iman adik-adik binaan, tetapi juga menolong mereka mengalami perubahan karakter yang semakin baik. Mereka memberi kesaksian bahwa melalui kebiasaan sharing tentang pergumulan hidup dalam KTB, mereka belajar membuka diri dan peduli tentang pergumulan sesama, bukan memikirkan kepentingan pribadi. Pembinaan dalam KTB juga mendorong mereka untuk hidup menyatakan kasih dengan menjadi berkat bagi sesama, dimulai dari keluarga. Karena itu mereka memulainya dengan hal-hal kecil seperti membantu mengerjakan pekerjaan rumah, antar/jemput keluarga ke sekolah, pasar dan sebagainya, atau sekedar menjadi teman cerita. Hal ini menolong mereka belajar setia dalam hal kecil tanpa motivasi untuk mencari pujian.

Dunia Kerja

     Pengalaman bertumbuh dalam KTB juga menolong mereka saat memasuki dunia alumni dan bergumul dengan pekerjaan. Adik-adik binaan memberi kesaksian bahwa ketika mereka bergumul untuk mencari pekerjaan, kehidupan rohani melalui Saat Teduh maupun Pendalaman Alkitab yang sudah dibangun sejak ber-KTB di siswa-mahasiswa menolong mereka untuk selalu bergantung pada pimpinan Tuhan. Ketika mereka bergumul dengan tantangan untuk kompromi di dunia kerja, kehadiran saudara seiman yang saling sharing dan mendoakan juga menolong mereka untuk tetap berhikmat dan menjadi berkat di lingkungan kerja.

     Kami bersyukur, dari cerita-cerita ini kami dapat melihat bahwa Tuhan terus memelihara pelayanan ini dan memberi pertumbuhan kepada adik-adik yang dibina.  Kami pun sadar bahwa pelayanan ini bukan milik kami melainkan milik Tuhan, dan kami hanya orang-orang yang diundang untuk ikut mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, biarlah melalui pelayanan ini nama Tuhan terus dimuliakan. 

Kategori
Event

Menjadi Saksi Kebesaran Tuhan

Menjadi Saksi Kebesaran Tuhan

Rapat Kerja 6 Bulan Perkantas NTT

All Staf Perkantas NTT - Juni 2025

Foto 21 orang staf Perkantas NTT yang mengikuti RAKER 6 Bulan 2025

    Rapat Kerja (RAKER) 6 Bulan Perkantas NTT tahun 2025 berlangsung di Rumah Persekutuan Perkantas Kupang, 11-12 Juni. RAKER ini dihadiri oleh 21 orang staf yang melayani di Perkantas NTT. Tujuan RAKER ini diadakan untuk mengevaluasi pelayanan selama 6 bulan terakhir dan merencanakan pelayanan 6 bulan ke depan, saling sharing tentang penyertaan Tuhan dalam mengerjakan pelayanan serta mendoakan pergumulan yang ada.

    RAKER hari pertama dimulai dengan ibadah bersama yang dipimpin Kak Senny Pellokila dengan tema PANGGILAN KRISTUS: Antara Panggilan dan Tanggung Jawab. Dalam sharingnya, Kak Senny mengingatkan staf untuk menjaga kehidupan rohani di tengah kesibukan pelayanan agar staf bisa terus bertumbuh.

    RAKER hari pertama juga menolong staf melihat penyertaan Tuhan yang mencukupkan segala keperluan dalam pelayanan, dengan terlaksananya travelling ke kota-kota perintisan dan pengembangan serta kegiatan Siswa Membaca Alkitab (SMA) dan Bulan PI. Kebaikan Tuhan pun dinyatakan melalui kehadiran orang-orang yang memberi diri menjadi panitia serta memberi dukungan dana dalam persiapan Kamp Nasional Mahasiswa (KNM) Agustus mendatang serta Kamp Regional Alumni (KRA) tahun 2026.

     Kehadiran siswa, mahasiswa dan alumni yang memberi diri untuk dibina menjadi bukti nyata pimpinan Tuhan yang kami saksikan melalui kesempatan sharing tentang kemajuan pemuridan di setiap kota. Pertumbuhan iman dan karakter mereka menjadi semangat dan dorongan bagi kami untuk semakin giat memberitakan Kabar Keselamatan dan Memuridkan. Kami juga mendengarkan sharing dan bersama mendoakan Kak Inda (Kupang ke Waikabubak), Kak Yesti (Soe ke Kupang) dan Kak Rince (resign dari Perkantas Kefa dan melayani sebagai ASN) tentang pergumulan mereka menyesuaikan diri dengan tempat pelayanan yang baru.

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Gospel (Staf Kupang) sedang melaporkan pelaksanaan kegiatan SMA

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Nona Riwoe (Staf Alor) sedang melaporkan progress persiapan KRA

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Yesti Radja (Staf Kupang) ketika mensharingkan pergumulan menyesuaikan diri dengan tempat pelayanan yang baru

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto dari kiri ke kanan (Kak Inda Jacob-Staf Waikabubak, Kak Mada Willa-Staf Alor, Kak Nita Mila-Staf Waingapu) saat makan siang bersama

Foto dari kiri ke kanan (Kak Serli Missa-Staf Soe, Kak Stenly Foni-Staf Waingapu, Kak Eben Dapa Zesi-Staf Waikabubak) saat mensharingkan perkembangan Pemuridan di kota masing-masing

    Kesulitan-kesulitan yang kami hadapi dalam mengembangkan Pemuridan di daerah menolong kami semakin bergantung kepada Tuhan dan terus melakukan evaluasi untuk pelayanan yang lebih baik. Oleh karenanya dalam RAKER hari ke-2 kami bersama melakukan evaluasi, saling sharing dan berdoa bersama tentang kesulitan serta hal-hal yang dapat kami kembangkan untuk kemajuan Pemuridan di kota kami masing-masing.

    RAKER hari ke-2 ditutup dengan ibadah bersama yang dipimpin Kak Imanuel Meok dengan tema Natur Seorang Pelayan Rohani. Dalam khotbahnya Kak Nuel mengingatkan staf bahwa natur seorang pelayan rohani adalah memiliki keberanian, ketulusan, kelembutan serta kesaksian hidup. Oleh karenanya Kak Nuel mendorong staf untuk berjuang menumbuhkan natur pelayan rohani dalam diri demi kemajuan pelayanan untuk kemuliaan Allah. Setelahnya atas dukungan BPC (Badan Pengurus Cabang) kami berkesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan bersama dr. Ariyanti Yusnita (direktur RS St. Carolus Borromeus Kupang), dr. Exhantie Jezua dan dr. Gusto Mesakh serta berfellowship dalam makan malam bersama.

    Kami bersyukur kepada Tuhan atas terselenggaranya RAKER 6 Bulan Perkantas NTT ini dengan baik. Lebih dari pada itu, kami bersyukur melalui RAKER ini Tuhan menunjukkan kebesaran-Nya bahwa Dia tidak hanya mempercayakan, tetapi juga memelihara dan mencukupkan segala sesuatu bagi kami di dalam mengerjakan Amanat Agung-Nya. Ini menjadi semangat yang terus mendorong kami agar setia menjangkau lebih banyak jiwa bagi kemuliaan-Nya, serta terus bergantung kepada-Nya di dalam doa.

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Imanuel Meok (Staf Kupang) ketika menyampaikan Firman dalam ibadah penutup

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Nona Riwoe saat pemeriksaan tekanan darah dengan dr. Gusto Mesakh

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Mada Willa saat pemeriksaan kadar gula darah dengan dr. Exhantie Jezua

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Dance Dengak (Staf Kupang) saat pemeriksaan kesehatan jantung dan paru-paru dengan dr. Ariyanti Yusnita

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto staf dan BPC saat fellowship  dalam makan malam bersama

Kategori
Berita Ladang

Only By HIS Grace

"Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah" (2 Korintus 3:5)

    Bulan Maret dan April adalah bulan penuh berkat dimana Tuhan memberikan kesempatan kepada kami untuk terus mengembangkan pelayanan mahasiswa di Maumere. Melalui Traveling staf dari Kupang (Kak Rabea Seo) dan  perkunjungan Dokter Bobby Koamesah bersama isteri (dr. Idawati Koamesah) memberi semangat, dukungan dan inspirasi bagi kami. Kami tahu bahwa kekuatan kami berasal dari Allah dan juga dukungan dari kakak-kakak semua.

    Perjalanan traveling Kak Rabea kali ini diadakan tanggal 19-23 Maret 2025, dimana pada tanggal 19 Maret kami belajar tentang Bersaksi Sebagai Gaya Hidup. Kak Rabea kembali mengingatkan kami pentingnya menceritakan kasih Kristus kepada teman-teman di kampus. Selain teori tentang Kabar Keselamatan (PI), kami juga diajar bagaimana membuat alat peraga “Buku Tanpa Kata” untuk memudahkan kami dalam menceritakan kasih Kristus. PI Pribadi ke kampus kami follow up di bulan April sesuai dengan program bulan PI. Kami tahu ini adalah tantangan baru bagi kami dalam menjangkau jiwa untuk dikenalkan pada Kristus dan dimuridkan melalui pemuridan kelompok kecil.

    Selain materi Bersaksi sebagai Gaya Hidup, di tanggal 20 Maret 2025 Kak Rabea juga mengajak kami untuk belajar mengenali pribadi kami masing-masing dengan bantuan alat tes MBTI dan Eneagram. Materi pengenalan diri ini menolong kami mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sehingga kami bisa saling menerima dan saling melengkapi dalam melayani Tuhan. Kiranya kami semakin sehati dan kompak dalam mengembangkan pelayanan di Maumere yang memiliki banyak tantangan. Kami akan terus meningkatkan kesehatian dan terus saling mendukung dalam pelayanan.

    Pada traveling kali ini kami juga dilengkapi melalui SEMINAR PRA PASKAH dengan Tema “PENDERITAAN TOTAL”  yang disampaikan oleh dr. Bobby Koamesah di Gedung GMIT Kalvari. Kami bersyukur untuk beberapa Alumni yang menjadi majelis di GMIT Kalvari sehingga dapat melakukan kerja sama dengan pihak gereja dan panitia hari raya gereja (PHRG) sehingga seminar ini dibuka untuk majelis dan jemaat. Pemahaman baru tentang penderitaan total Kristus memotivasi kami untuk lebih mencintai Tuhan dan memiliki relasi yang dalam dengan-Nya.

     Pemahaman tentang penderitaan Kristus juga dibukakan dalam Ibadah Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) UNIPA di kampus pada hari Sabtu, 22 Maret 2025 dengan tema “Salib-Nya mengubah HIdup”. Ibadah dipimpin oleh Kak Rabea Seo yang kembali mengingatkan peserta ibadah untuk merenungkan makna penderitaan Kristus dalam kehidupan ini sehingga melalui penderitaan dan kematian Kristus, kita dapat bangkit untuk melakukan yang terbaik bagi-Nya. Di hari yang sama, pada malam hari para Alumni juga berkumpul untuk belajar Firman Tuhan dalam PA (Pendalaman Alkitab) Alumni. PA Alumni memotivasi mereka untuk terus bertumbuh dan setia pada Tuhan serta mendorong alumni untuk terus mendukung pergerakan pelayanan mahasiswa.

    Sebelum kepulangan Kak Rabea ke Kupang di hari minggu, kami menyempatkan diri untuk mengadakan Rapat Evaluasi dan Perencanaan Pelayanan Mahasiswa. Kami melihat semua pelayanan berjalan dengan baik hanya karena anugerah Tuhan yang memampukan kami untuk mengerjakan pelayanan ini. Ada banyak tantangan yang kami hadapi namun anugerah Tuhan cukup bagi kami dalam mengatasi setiap persoalan yang ada. Kami mau terus belajar untuk bergantung kepada Tuhan dalam mengerjakan pelayanan ini. Kami sadar dengan diri kami sendiri, kami tidak sanggup mengerjakan pelayanan ini namun karena kekuatan dan hikmat Tuhanlah kami dapat mengerjakan pelayanan ini dengan baik.

    Kami terus berjuang untuk mengerjakan program yang sudah disusun namun target kami adalah dapat membawa jiwa-jiwa yang dipercayakan kepada kami. Bulan April kami awali dengan Rapat Kalender Acara dan usaha dana untuk mendukung dua orang rekan kami (Ananda Sausabu dan Anto) yang akan mengikuti Kamp Nasional Mahasiswa di Jakarta pada Agustus mendatang. Kami juga terus bertumbuh dalam KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) baik kami yang dipimpin maupun sebagai pemimpin, karena kami menyadari KTB adalah salah satu sarana yang efektif untuk kami bertumbuh. Selain itu, kakak-kakak alumni terus membangun persekutuan melalui PA yang diadakan secara online bersama Kak Rabea. Kiranya Tuhan memberkati kami sehingga di bulan Mei dan seterusnya pelayanan kami semakin berkembang dan semakin banyak jiwa yang dijangkau serta dimuridkan. Tuhan memberkati kita semua.

Perkantas Maumere

Foto: Setelah Pembinaan Pengurus PMK Universitas Nusa Nipa (UNIPA)

Perkantas Maumere

Foto: Setelah Ibadah PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) UNIPA

Perkantas Maumere

Foto: PA Alumni dan Pengurus PMK bersama dokter Bobby

Kategori
Berita Ladang

Pelayanan Travelling di Waibakul, 18-19 September 2024

Travelling Staf

18-19 September 2024

   

     Bersyukur untuk kunjungan Kak Rabea Seo selaku Pimpinan Cabang Perkantas NTT ke Kota Waibakul pada tanggal 18-19 September 2024. Sebelumnya pada tanggal 13-15 September Kak Rabea menjadi pembicara utama dalam Kamp KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) Perkantas Waikabubak yang juga dihadiri oleh adik-adik Badan Pengurus PERSISTEN (Persekutuan Siswa Kristen) Kota Waibakul. Ini merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti Kamp sehingga mereka sangat diberkati melalui Firman yang dibagikan dan kebersamaan yang dibangun dengan sesama peserta Kamp.

    Hari pertama kunjungannya, Kak Rabea memimpin Ibadah PERSISTEN dengan tema “Citra Diri.” Dalam khotbahnya Kak Rabea membukakan kepada adik-adik siswa tentang kisah Daud yang dipilih oleh Tuhan untuk melayani dengan segala keunikan yang ada. Di mata manusia Daud hanyalah seorang gembala, oleh karenanya ia selalu dianggap remeh baik oleh keluarganya, bahkan Saul dan Goliat. Namun Allah memakai Daud yang dianggap remeh itu untuk menyatakan kebesaran-Nya dalam melindungi dan menyelamatkan bangsa pilihan-Nya.

    Kisah Daud ini menolong adik-adik untuk bagaimana mereka memandang diri mereka berharga, seperti Daud melihat kebesaran Tuhan yang memampukannya melawan Goliat. Dalam ibadah minggu berikutnya, ketika sharing tentang bagaimana menghidupi firman yang mereka sudah dengarkan, mereka tidak lagi merasa takut, minder, merasa tidak berharga dan mulai mengenal diri sendiri serta selalu memberi afirmasi positif pada diri sendiri.

    Setelah memimpin Ibadah PERSISTEN, malam harinya Kak Rabea melakukan pertemuan dengan pengurus Alumni, TPRP (Tim Pembangunan Rumah Persekutuan) dan TP3 (Tim Perintisan Pelayanan Perkantas) untuk sharing tentang pelayanan dan berdoa bersama.

     Hari kedua Kak Rabea memimpin Persekutuan Besar Alumni dengan tema “Panggilan Tuhan.” Dalam khotbahnya Kak Rabea mengingatkan alumni yang hadir bahwa “panggilan Tuhan menjadikan kita hidup untuk melayani, bukan melayani untuk hidup” dengan dasar Firman Tuhan dari Markus 10:35-45. Kak Rabea juga menegaskan di dalam khotbahnya bahwa pelayanan adalah “respon atas Kasih Karunia Allah yang telah menyelamatkan manusia di dalam Yesus  Kristus, dengan penyerahan diri sebagai hamba Allah yang diwujudkan melalui persembahan hidup yang kudus dan benar, dedikasi diri dalam memikul salib Kristus untuk menjalankan visi dan misi Allah dalam menyelamatkan umat manusia.” Jadi, tidak ada kemuliaan tanpa jalan salib dan tidak ada kehormatan tanpa melayani orang lain.  Kita yang mau menjadi besar dan terkemuka harus mempunyai hati yang melayani dan mau berkorban. Jangan mementingkan diri sendiri, melainkan layanilah sesama dengan rendah hati.

    Kiranya melalui pelayanan travelling ini kami semakin dikuatkan dan diteguhkan agar sehati mengerjakan Amanat Agung Yesus Kristus untuk memberitakan Kabar Keselamatan kepada anak-anak muda di Kota Waibakul.

Foto: Ibadah PERSISTEN Kota Wabakul tanggal 18 September 2024

Perkantas Waibakul

Foto: Persekutuan Besar Alumni Perkantas Waibakul tanggal 19 September 2024

Kategori
Berita Ladang

Pelayanan Travelling di Kota Waingapu, 20-22 September 2024

Travelling Staf

20-22 September 2024

    Bersyukur pada tanggal 20-22 September 2024 Kak Rabea Seo, Pimpinan Cabang Perkantas NTT berkesempatan mengunjungi pelayanan Perkantas yang ada di Kota Waingapu. Pada tanggal 20 September Kak Rabea mengisi sesi Pembinaan Pengurus Komponen dan Board dengan tema “Teamwork dan Fundraising.” Dalam kesempatan ini Kak Rabea mengingatkan tentang pentingnya kerja sama tim di dalam pelayanan sehingga dengan tim yang solid, maka ide-ide fundraising dapat ditemukan untuk kemajuan pelayanan. Pembinaan ini dilaksanakan di Sekretariat Perkantas Waingapu dan ditutup dengan makan malam dalam suasana keakraban bersama perwakilan dari komponen alumni, mahasiswa, siswa, BPR (Badan Pengurus Ranting) dan staf.

    Hari kedua dalam kunjungannya, yakni tanggal 21 September Kak Rabea mengisi sesi Gathering Alumni yang berlokasi di Cassakandara dengan tema “Be Committed.” Pada kesempatan ini Kak Rabea mengingatkan alumni untuk tetap setia dan berkomitmen di dalam Tuhan sebagai pondasi dalam mengatasi gempuran keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup yang kian berkembang di zaman ini. Ibadah ini pun ditutup dengan makan malam bersama dalam suasana keakraban dan sukacita.

    Hari terakhir kunjungan yaitu pada tanggal 22 September, Kak Rabea membawakan khotbah dalam kegiatan Refreshing KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) mahasiswa yang berlokasi di pantai Cemara Laipori. Melalui kesempatan ini Kak Rabea mengajarkan pentingnya hidup di dalam Yesus sebagai Gembala yang baik, dan mengajarkan mahasiswa untuk hidup sebagai domba yang taat dipimpin oleh Sang Gembala agar mereka dapat menikmati hidup yang berkelimpahan di dalam Sang Gembala Agung.

    Bersyukur untuk 3 hari bersama dengan Kak Rabea, selain mengisi acara Kak Rabea juga berkesempatan mengkonseling beberapa alumni yang merupakan adik dan teman KTB selama di Kupang dan di Dili sebagai bagian dari perjalanan Traveling Kak Rabea di kota Waingapu. Harapan kami melalui pelayanan Travelling ini semakin mendorong kami untuk giat menjangkau siswa, mahasiswa dan alumni di Kota Waingapu untuk datang kepada Tuhan.

Foto: Pembinaan Pengurus Komponen dan Board Perkantas Waingapu Tanggal 20 September 2024

Perkantas Waingapu

Foto: Alumni Gathering Perkantas Waingapu tanggal 21 September 2024

Perkantas Waingapu

Foto: Refreshing KTB Mahasiswa Waingapu tanggal 22 September 2024

Kategori
Berita Ladang

Kamp KTB Perkantas Waikabubak

Yesus Pusat Hidupku

Kamp KTB - September 2024

    Terpujilah nama Tuhan yang terus memelihara pelayanan Perkantas Waikabubak melalui beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam dua bulan terakhir ini. Bersyukur untuk kunjungan staf Kupang yaitu Kak Rabea M.S. Seo selaku Pimpinan Cabang (PC) Perkantas NTT ke Waikabubak pada tanggal 13-15 September 2024. Kunjungan Kak Bea kali ini kami isi dengan melaksanakan Kamp KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) yang dilaksanakan di Hotel Karanu Waikabubak. Dalam kamp ini Kak Bea mengisi beberapa tema antara lain Eksposisi tentang Pemuridan dari kitab Timotius, Konseling dalam KTB dan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) peneguhan peserta kamp.

    Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) sebagai bagian terpenting dalam pelayanan Perkantas membutuhkan perhatian yang serius, bila KTB tidak berjalan maka akan mempengaruhi pelayanan yang lain. Diakui bahwa perkembangan zaman telah membuat siswa dan mahasiswa memiliki ruang interaksi yang lebih luas, yang tidak hanya terbatas di lingkungan sekitarnya. Melalui smartphone mereka bisa berinteraksi dengan siapa saja baik yang berada di dekatnya maupun yang berada di tempat yang sangat jauh, mereka juga dengan bebas mengakses hal-hal yang positif maupun negatif. Itulah sebab pelayanan KTB menghadapi tantangan yang semakin berat karena semakin tidak mudah untuk menarik minat generasi muda supaya terus terlibat apalagi berkomitmen mengikuti KTB. Berbagai upaya perlu dilakukan agar siswa dan mahasiswa binaan tetap terlibat dalam KTB dan melihat interaksi dalam KTB jauh lebih menolong mereka dibanding interaksi yang mereka dapatkan dalam dunia maya.

    Atas pertimbangan di atas, kami mengadakan Kamp KTB Perkantas Waikabubak agar Anggota KTB (AKTB), Calon Pemimpin KTB (CPKTB) dan Pemimpin KTB (PKTB) kembali dimotivasi untuk terus maju dan bertekun mengambil bagian dalam KTB. Kami akui dengan semakin banyaknya tantangan zaman, maka semakin sulit untuk melaksanakan KTB karena semakin sulit menemukan AKTB yang terus berkomitmen melibatkan diri dalam KTB di tengah padatnya aktivitas sekolah maupun kampus. Belum lagi para PKTB juga memiliki banyak tantangan, baik di kampus untuk PKTB mahasiswa maupun pekerjaan dan keluarga untuk PKTB yang sudah alumni dan berkeluarga. Inilah yang mendorong kami melaksanakan Kamp KTB tahun ini sebagai kesempatan untuk “recharge” supaya mereka kembali semangat ber-KTB.

    Bersyukur kamp ini diikuti oleh 98 peserta dari semua komponen di Perkantas Waikabubak dan adik-adik PERSISTEN (Persekutuan Siswa Kristen) dari Perkantas Waibakul. Adapun pembicara dari kamp ini adalah Kak Rabea Seo (PC / Staf Kupang), Kak Eben Dapa Zesi (Staf Waikabubak), Kak Yublina Pandarangga (Alumni Waikabubak) dan Kak Irma Kariam (Alumni Waikabubak). Dari sharing dalam sesi Table Talk, banyak peserta membagikan pengalaman mereka diberkati melalui acara ini. 

Firman Tuhan yang disampaikan oleh Kak Rabea Seo dalam Eksposisi 1-3 sepanjang Kamp sangat meneguhkan mereka untuk terus ada dalam pelayanan KTB, sebagaimana Paulus dan Timotius yang terus mengerjakan Pemuridan sampai akhir hidupnya. Visi Misi Pemuridan yang disampaikan oleh Kak Eben juga mengingatkan kembali peserta untuk melihat Pemuridan bukan hanya sebagai kegiatan pelayanan semata, melainkan Titah Tuhan sendiri dalam Amanat Agung-Nya sebelum naik ke Surga (Matius 28:18-20).

  Pemuridan dalam KTB yang dikerjakan selama ini bukanlah kegiatan yang diadakan begitu saja, melainkan mengikuti pola Yesus sendiri dalam membimbing murid-murid-Nya. Yesus dalam pelayanan-Nya melayani banyak orang namun IA hanya fokus kepada 12 orang murid, dan dari murid-murid inilah Injil Kerajaan Allah diberitakan ke seluruh dunia. Harapan yang sama Yesus berikan kepada umat-Nya di sepanjang masa, dan dalam Kamp ini peserta kembali diingatkan akan hal ini.

    Sesi Talkshow dengan pembicara Kak Yublina Pandarangga dan Kak Irma Kariam serta mendengarkan sharing dari alumni yang bermisi (dr. Eric Dino Tandoyo) juga sangat menguatkan peserta untuk terus giat mengerjakan pemuridan melalui KTB. Meskipun KTB merupakan kelompok kecil namun berdampak besar bagi kehidupan setiap anggotanya, bagi orang-orang di sekitar dan lebih dari pada itu KTB juga berdampak bagi dunia ini.

    Akhir dari Kamp ini, kami mengajak setiap peserta untuk mengambil komitmen dan bersyukur semua peserta berkomitmen untuk terus terlibat dalam KTB baik sebagai AKTB maupun sebagai PKTB. Kami menyadari bahwa meskipun banyak tantangan yang dihadapi saat menyiapkan kamp ini, namun ketika melihat hasil yang didapatkan dan juga komitmen peserta untuk terus terlibat dalam pelayanan KTB, hati kami penuh dengan ucapan syukur. Harapan kami kegiatan kamp KTB ini menjadi agenda rutin Perkantas Waikabubak sebagai sarana untuk terus memelihara semangat ber-KTB.

     Bersyukur karena melalui Traveling ini, Kak Bea juga mengadakan pertemuan dengan Badan Pengurus Ranting (BPR) Perkantas Waikabubak. Pertemuan ini menjadi sarana untuk saling berbagi tentang pergumulan pelayanan maupun pergumulan pribadi dari kakak-kakak BPR untuk terus semangat dan setia mengerjakan pelayanan ini. Tanggung jawab BPR tentu tidak mudah di tengah semakin banyaknya tantangan yang dihadapi dan semakin berkembangnya pelayanan di Waikabubak. Kiranya melalui traveling ini semangat yang ada terus terjaga untuk sama-sama berjuang mengerjakan pelayanan ini supaya makin maju dan berdampak bagi banyak siswa, mahasiswa serta alumni di Waikabubak dan sekitarnya. Tuhan yang memiliki pelayanan ini akan terus memberkati pelayanan Perkantas Waikabubak dalam setiap rencana yang dikerjakan. To God be the glory…

Perkantas Waikabubak

Foto: peserta dan pembicara Kamp KTB Perkantas Waikabubak 2024

Perkantas Waikabubak

Foto: panitia dan pembicara Kamp KTB Perkantas Waikabubak 2024

Perkantas Waikabubak

Foto: peserta dan pembicara Kamp KTB Perkantas Waikabubak 

Perkantas Waikabubak

Foto: Kak Rabea, Staf dan BPR Perkantas Waikabubak

Kategori
Berita Ladang

Peneguhan TP3 dan Pengurus PERSISTEN SMA Swasta Kristen Atambua

Peneguhan TP3 dan Pengurus PERSISTEN SMA Swasta Kristen ATAMBUA - Oktober 2024

    Syukur kepada Allah untuk pemeliharaan-Nya, pelayanan Perkantas di Atambua masih terus berjalan hingga saat ini. Setelah hampir satu tahun pelayanan Perkantas di Atambua digarap kembali,  jiwa-jiwa baru mulai dijangkau dan yang sudah ada terus dibakar semangatnya.

    Travelling Staf yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September 2024 harus ditunda hingga awal bulan Oktober 2024 dikarenakan berbagai hal yang harus dikerjakan. Tetapi dalam hal ini pun kami percaya bahwa segala sesuatu ada di dalam kedaulatan Allah Sang Empunya Pelayanan, yang merencanakan segala sesuatu indah pada waktunya.

      Pada tanggal 8-10 Oktober 2024, Kak Rabea Seo dan Kak Katherina Beli-Riwoe menjadi utusan dari Perkantas regio NTT untuk melayani di kota Atambua. Melalui travelling ini, ada beberapa hal yang dikerjakan diantaranya peneguhan Tim Perintisan Pelayanan Perkantas (TP3) Atambua dan peneguhan Badan Pengurus Persekutuan Siswa Kristen (BP PERSISTEN)  SMA Swasta Kristen Atambua.

    Hari pertama pelayanan, Kak Rabea dan Kak Katherina berkesempatan bertemu dengan kepala sekolah SMAS Kristen Atambua yakni Bapak Paulus Ngongo Lende, untuk membicarakan mengenai pentingnya pemuridan di kalangan siswa dan pentingnya wadah pembinaan iman bagi siswa melalui persekutuan siswa di sekolah. Hal ini disambut baik oleh kepala sekolah sehingga menindaklanjuti pertemuan ini, pihak sekolah berkenan memberikan SK (Surat Keputusan) Kepengurusan BP PERSISTEN dan menyetujui keterlibatan BP dalam mengkoordinir ibadah setiap Jumat di sekolah.

      Kami bersyukur melalui pelayanan ini, TP3 di Atambua mendapatkan SK resmi dari Badan Pengurus Cabang (BPC) Perkantas NTT dan dilantik pada tanggal 9 Oktober 2024 dengan Bapak Melkias Takoy, SH sebagai ketua; Ibu Dwi Yuliana Wati Soeyono, ST sebagai sekretaris; Ibu Sania Mata Rihi, S.Km sebagai bendahara; serta Ibu Firtah Tandirama dan Ibu Sumi Manafe, S.Si sebagai anggota.

    Hari terakhir pelayanan, Kak Rabea dan Kak Katherina meneguhkan BP PERSISTEN SMAS Kristen Atambua dalam Ibadah Pelantikan yang dilaksanakan di sekolah. Sebelum diteguhkan, adik-adik calon BP diperlengkapi di dalam pembinaan singkat yang dipimpin oleh Kak Katherina dengan tema “Different Members in One Body” berdasarkan 1 Korintus 12:12-31.  Adik-adik ini juga telah dibina dalam Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) selama satu tahun.

    Pada tanggal 10 Oktober 2024 BP PERSISTEN SMAS Kristen Atambua resmi dilantik dan diteguhkan dalam Ibadah Pelantikan yang dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Kristen Kab. Belu sekaligus ketua TP3 Atambua Bapak Melkias Takoy, SH, Bapak Kepala Sekolah, beberapa guru, para alumni, dan siswa siswi lain yang dibina dalam KTB.

    Kami bersyukur kepada Allah yang telah memimpin pelayanan ini sehingga boleh terselenggara dengan baik, bahkan melalui pelayanan ini Dia mempertemukan kami dengan alumni-alumni Perkantas yang selama ini ada di kota Atambua namun belum bergabung di dalam PA (Pendalaman Alkitab) Alumni. Kiranya pelayanan ini terus terpelihara dengan hati yang terus dikobarkan oleh semangat Berita Keselamatan. Kiranya lebih banyak anak-anak Tuhan boleh dijangkau dan dilayani. Soli Deo Gloria…

Perkantas Atambua

Foto penyerahan SK TP3 oleh Kak Rabea (Pimpinan Cabang Perkantas NTT) kepada Kak Melky Takoy (Ketua TP3 Atambua)

Perkantas Atambua

Foto pengurus TP3 Atambua yang baru diteguhkan bersama Staf. Dari kiri ke kanan (Kak Nona Riwoe – Staf Perkantas Alor, Kak Sania Mata Rihi – Bendahara TP3 Atambua, Kak Rina Puling – Staf Perkantas Atambua, Kak Dwi Soeyono – Sekretaris TP3 Atambua, Kak Melkias Takoy – Ketua TP3 Atambua, Kak Firtah Tandirama dan Kak Sumi Manafe – Anggota TP3 Atambua

Perkantas Atambua

Foto TP3 dan Alumni Atambua bersama Staf

Perkantas Atambua

Foto pertemuan Kak Rabea dan Kak Katherina dengan Kepala Sekolah SMAS Kristen Atambua

Perkantas Atambua

Foto pengurus PERSISTEN SMAS Kristen Atambua yang baru diteguhkan bersama Staf, TP3 dan Kepala Sekolah

Perkantas Atambua

Foto: Pembinaan pengurus PERSISTEN SMAS Kristen Atambua bersama Kak Katherina sebelum diteguhkan

Kategori
Kesaksian Pribadi

Salah Satu Pengalaman Terbaik di Tahun 2024

Salah Satu Pengalaman
Terbaik di Tahun 2024

Sharing Peserta KMdNM

Betty Griselda Christine Soemoeljo – Pengurus PMK Bethesda, Fakultas Kedokteran UNDANA

     Ikut menjadi bagian dalam Kamp Medis Nasional Mahasiswa (KMdNM) ke-23 di Bali merupakan salah satu pengalaman terbaik saya di tahun ini. Banyak hal yang saya pelajari dan dapatkan, mulai dari masa-masa persiapan hingga ketika mengikuti semua rangkaian kegiatan KMdNM. Saya benar-benar mengalami dan menikmati pimpinan Tuhan di dalamnya.

    Ketika masa-masa persiapan, tentunya tidak mudah untuk dilalui. Banyak hambatan yang datang silih berganti mulai dari kesibukan kuliah, organisasi dan tender kepanitiaan yang membuat kami sulit untuk menentukan waktu melakukan PA (Pendalaman Alkitab), usaha dana, dan persiapan lainnya. Apalagi setelah memasuki masa-masa liburan, banyak teman peserta yang tidak berada di Kupang sehingga persiapan kami kebanyakan melalui zoom meeting dan untuk usaha dana pun seadanya saja dengan teman-teman yang masih di Kupang. Hal ini yang membuat saya terus khawatir terkait dana yang belum kunjung mencapai atau bahkan mendekati target. Dengan usaha dana yang tidak seberapa, andalan kami hanyalah pada donatur dari proposal yang kami sharingkan ke alumni, dosen, dan orang-orang yang kami kenal dekat. Namun di tengah kekhawatiran itu, kami selalu dikuatkan bahwa Tuhan pasti akan menggenapkan kebutuhan kami untuk mengikuti kamp di Bali. Keyakinan ini yang terus menguatkan saya untuk tetap semangat dalam mempersiapkan diri mengikuti KMdNM.

    Selain sibuk untuk mencari dana, kami juga mulai melakukan PA dari Surat 1 dan 2 Timotius. Biasanya sehabis PA, kami akan melanjutkan dengan rapat terkait sejauh mana dana yang sudah terkumpul, rencana usaha dana yang akan dilakukan, dan sudah berapa banyak donatur yang menanggapi proposal kami. Selain mempersiapkan diri melalui PA, kami juga diminta untuk membaca buku Not A Fan karya Kyle Idleman. Namun kami tidak membaca 1 buku sendiri, tetapi membaginya per orang untuk membaca 2-3 bab lalu dibuat video review.

    Berhubung dari panitia meminta kami untuk menjadi penatalayan di sesi Eksposisi 1, kami juga mulai untuk berlatih walaupun dengan personil yang belum lengkap. Kami juga mulai berlatih menari Tarian Kebalai sebagai penampilan dari kami untuk National Night dan berlatih ragam Ikan Nae di Pante untuk memimpin ragam di acara National Night. Tentunya kami berlatih dengan personil yang belum lengkap juga, namun tidak masalah karena kami merekam proses latihan kami dan meminta teman-teman yang tidak bisa ikut untuk menonton dan berlatih sendiri, hingga nantinya akan kami latih bersama saat sudah bertemu di Bali.

    Tidak terasa waktu untuk KMdNM sudah tiba. Saya, Kak Mellen, Kak Devid dan Kak Ikcam yang sebelumnya sudah berada di tempat KMdNM untuk mengikuti KNPM (Konsultasi Nasional Pelayanan Medis) akhirnya bisa bertemu dengan teman-teman yang lain. Tentunya senang dan bersyukur kami semua boleh menjadi bagian dari peserta KMdNM XXIII di Bali. Setelah melalui berbagai pergumulan bersama maupun pribadi, Tuhan tetap memimpin dan menyertai kami semua untuk mengikuti kegiatan ini. Bahkan dana yang menjadi pergumulan utama kami, sudah Tuhan cukupkan untuk semuanya. Mulai dari uang tiket pulang-pergi, uang kontribusi peserta hingga uang untuk city tour yang pada awalnya ingin kami batalkan. Oleh karena itu, tentunya momen ini tidak boleh kami sia-siakan, namun harus kami manfaatkan sebaik mungkin untuk menjalin relasi dengan teman-teman PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) dari daerah lain dan belajar banyak hal dari pemateri-pemateri yang ada.

    Selama di sana banyak sesi yang kami ikuti. Mulai dari Eksposisi Alkitab, Kapita Selekta, Seminar pilihan, Panel Diskusi dan berbagai kegiatan menarik lainnya. 1 hal penting yang saya dapatkan dari KMdNM adalah bagaimana kami sebagai calon tenaga medis masa depan melihat pekerjaan kami sebagai ladang untuk menyebarkan Kabar Keselamatan (menjadi dokter yang profesional dan misioner). Saya senang dan bersyukur teman-teman yang lain juga mendapat insight baru melalui KMdNM. Kami saling sharing terkait apa yang kami pelajari selama mengikuti kegiatan ini dan apa yang mau kami lakukan sepulang dari kegiatan ini. Ada yang ingin melanjutkan menjadi pengurus di PMK dalam kepengurusan berikutnya, ada yang mau menjadi PKTB (Pemimpin Kelompok Tumbuh Bersama/Kelompok Pemuridan), ada yang mau lebih rajin ber-KTB dan lain sebagainya. Semoga apa pun yang sudah kami dapatkan di KMdNM boleh kami terapkan di kehidupan kami sehari-hari dan setiap hal yang menjadi komitmen kami terus dilaksanakan dengan tekun.

Baca berita lengkap tentang pelaksanaan KMdNM di www.perkantasntt.org/kamp-medis-nasional-mahasiswa-kmdnm-xxiii-2024/