Baris depan dari kiri ke kanan: Kak Abraham Talluta-BPC, Kak Stef Ndun-BPC, Kak Melky Takoy-TP3 Atambua, Kak Linda Moata-BPC, Kak Hilda Suherman-BPN, Kak Robby Lugito-Alumni, Kak Bubun Bangalino-BPC, Kak Lucia Pirayana-TP3 Waibakul, Kak David Tambaru-BPC, Kak Butje Fanggi-BPC
Baris tengah dari kiri ke kanan: Kak Pingki Leo Lede-BPR Waingapu, Kak Yuli Walli-BPR Kefa, Kak Helena Selan-BPR Soe, Kak Ija Sopaba-BPR Soe, Kak Ita Takoy-TP3 Atambua, Kak Elsa Boimau-BPR Soe, Kak Vita Karmany-BPC, Kak Jener Tloim-BPR Soe, Kak Jeny Ngana TP3 Waibakul, Kak Elnora Sitio-BPR Waingapu, Kak Novri Noenoehitoe-BPC, Kak Elita Theofani-Alumni Perkantas Jakarta, Kak Merly Bunga-TP3 Sabu, Kak Ance Tamelab-BPR Kefa
Baris belakang dari kiri ke kanan: Kak Arlin Sing-BPC, Kak Domi Sesfao-BPR Soe, Kak Herson Hawu-TP3 Sabu, Kak Kris Missa-BPR Kefa, Kak Nusan Willa-BPR Kefa, Kak Egidius Laka-BPR Kefa, Kak Rabea Seo-Staf Kupang, Kak Adi Rishard-BPR Kefa
“Board ini sebenarnya apa dan harus berbuat apa? Apa tugas dan tanggung jawab board? Apa peran penting board dalam pelayanan Perkantas? Bagaimana board bisa memanajemen waktu agar bisa membagi fokus antara pekerjaan, keluarga dan pelayanan supaya bisa seimbang? Bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan di daerah mereka? Bagaimana cara fundraising? Disiplin rohani seperti apa yang dibutuhkan oleh seorang board supaya bisa melayani dengan baik? Bagaimana menghadapi ketakutan-ketakutan board?”
Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan pergumulan-pergumulan para pengurus Yayasan Regio NTT, dan karena itu menjadi alasan diadakannya Pembinaan Board Perkantas Regional NTT di bulan Juni kemarin. Board atau Pengurus Yayasan di Level Regio (BPC/Badan Pengurus Cabang), Level Ranting (BPR/Badan Pengurus Ranting) maupun dalam tahap perintisan (TP3/Tim Perintis Pelayanan Perkantas) adalah tim yang berperan penting untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan Perkantas sebagai organisasi. Meski board tidak se-aktif staf di ladang pelayanan, tetapi board berperan memastikan pelayanan Perkantas secara finansial dan organisasi tertata dengan baik, hak dan kewajiban staf terpenuhi dan bersama staf memikirkan rencana strategis untuk mengembangkan pelayanan di daerah.
Selayaknya staf dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai murid Kristus, anggota board perlu tetap bertumbuh dan berakar dalam Kristus. Sehingga board di saat yang sama perlu terus memperlengkapi diri dengan kapasitas management organisasi yang baik dan juga kehidupan rohani yang baik. “To Be and To Work with HIM” menjadi tema pada Pembinaan Board Perkantas Regional NTT yang berlangsung tanggal 14-15 Juni 2025, bertempat di Hotel Sahid T-More Kupang. Tujuannya adalah (1) Menjelaskan pentingnya kehidupan spiritual board yang mendukung pelayanan dengan terus “mengidentifikasi” karakter dan karya Kristus dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam pelayanan yang dikerjakan di Perkantas; (2) Menjelaskan perspektif yang benar tentang peran sebagai board; (3) Membangun semangat melayani board sebagai murid dalam persekutuan dan dalam mendukung pekerjaan pemuridan Perkantas; dan (4) Mengerjakan pelayanan dengan “hati sebagai hamba” yang mau terus belajar, diajar dan mengalami Tuhan.
Peserta yang mengikuti pembinaan board berasal dari daerah-daerah binaan Perkantas Regional NTT yakni dari Kupang 12 orang yang terdiri dari BPC 9 orang, BPN (Badan Pengurus Nasional) 2 orang dan PC (Pimpinan Cabang) 1 orang, BPR Soe 5 orang, BPR Kefamenanu 6 orang, BPR Waingapu 2 orang, TP3 Waibakul 2 orang, TP3 Atambua 2 orang, dan TP3 Sabu 2 orang. Pembinaan board dilaksanakan selama 2 hari yang terdiri dari beberapa sesi tiap harinya. Pada hari pertama tanggal 14 Juni 2025, Ibadah Pembuka dipimpin oleh Kak David Tambaru dengan tema “To Be With Him”. Pada sesi ini Kak David mengingatkan board untuk hidup bersama Kristus, artinya wajib hidup seperti Kristus hidup, dan itu tidak mudah sehingga hanya mungkin jika kita punya hubungan yang intim dan berakar dalam Kristus, hidup di dalam Dia dan Dia di dalam kita, hidup diajar oleh Dia dan dalam rencana-Nya. Kemudian dilanjutkan dengan sesi Seminar I oleh Kak Hilda Suherman dengan tema “Perspektif Yang Benar Tentang Peran Sebagai Board”. Pada sesi ini para board dibukakan tentang peran dan tanggung jawab sebagai board dan bahwa semua peran board yakni memimpin, mengawasi, membimbing, memutuskan akan rapuh bila tidak dilandasi oleh kehidupan rohani yang sehat. Dalam sesi ini juga dibukakan hal-hal yang perlu diwaspadai oleh board agar dapat mengidentifikasinya sedari dini sehingga pelayanan dapat bertumbuh dalam rencana Tuhan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi doa dan fellowship yang dipandu oleh Kak Rabea Seo. Pada bagian ini board dibagi dalam kelompok untuk mensharingkan pergumulan pelayanan mereka masing-masing kemudian saling mendoakan.
Hari kedua pembinaan board dimulai dengan Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Kak Roby Lugito dengan tema “To Work With Him”. Pada sesi ini Kak Roby mengajak board untuk merefleksikan kembali karya keselamatan yang Yesus telah kerjakan bagi kita, dan membangun semangat melayani board sebagai murid dalam persekutuan dan dalam mendukung pekerjaan pemuridan Perkantas. Setelah itu sesi berikutnya adalah Seminar II yang dibawakan oleh Kak Hilda Suherman dengan tema “Praktikal, Tips-Tips Dalam Melayani Sebagai Board”. Pada bagian ini Kak Hilda membagikan bagaimana tips-tips fundraising yang pernah dikerjakan oleh Kak Hilda sendiri, kemudian membangun kerangka berpikir board untuk melihat potensi dari daerah masing-masing yang dapat digunakan sebagai bahan fundraising. Kak Hilda juga mengajak board untuk memahami bahwa fundraising yang sehat dimulai dari doa, dipelihara dalam iman, dan ditutup dengan ucapan syukur. Selain itu Kak Hilda membagikan tips-tips bagaimana menyeimbangkan keluarga, pekerjaan dan pelayanan, bagaimana membangun komunikasi bersama staf di daerah masing-masing dan mengajak board untuk memperhatikan dan memelihara kebutuhan staf. Dari materi yang dibagikan, board kemudian dikelompokkan sesuai daerah masing-masing untuk memikirkan secara konkret pelaksanaan di lapangan nanti setelah pulang dari pembinaan.
Sesi terakhir yaitu Ibadah Penutup dengan tema “Faithful Servant” dipimpin oleh Kak Roby Lugito. Setelah semua rangkaian sesi yang telah disampaikan oleh para pembicara, sesi ini membukakan bahwa kualitas karakter yang bisa kita kontrol adalah kesetiaan, sehingga kita bisa memilih untuk tetap setia mengerjakan panggilan sebagai board karena Kristus pun tetap setia dan tidak pernah menyerah akan hidup kita. Kak Roby mengajak board untuk memberikan hidup tanpa takut dan ragu untuk menjadi serupa serta menjadi rekan sekerja Allah dalam mengerjakan rancangan besar-Nya dalam dunia ini.
To Be and To Work With HIM menjadi komitmen para board setelah pembinaan ini. Mereka kembali ke daerah masing-masing dengan sukacita karena diisi dan disegarkan oleh Tuhan. Kiranya board semakin diproses dan dibentuk oleh Tuhan agar semakin kuat dan kokoh dalam menjalankan pelayanan yang Tuhan percayakan.
Foto Kak David Tambaru ketika memimpin Ibadah Pembuka
Foto Kak Hilda Suherman ketika menyampaikan materi dalam sesi Seminar 1
Foto Kak Roby Lugito ketika memimpin Ibadah Minggu
Foto penyampaian materi dalam sesi Seminar 2
Foto saat Ice Breaking
Foto saat sesi fellowship dan doa bersama dalam kelompok
Foto saat tanya-jawab dalam sesi seminar
Foto seluruh peserta Pembinaan Board Perkantas NTT