Kategori
Berita Ladang

Jejak Langkah Tuhan di Maumere

     Kami menyaksikan jejak langkah Tuhan di Maumere yang semakin jelas dalam perkunjungan kami yang kedua ini. Jejak langkah Tuhan yang paling jelas kami saksikan melalui kehadiran keluarga Bapak Jesekiel Haning yang terus membukakan pintu rumahnya kepada kami untuk memulai pelayanan di Maumere. Tidak hanya rumah, semua kendaraan di rumah pun bebas kami pakai untuk memperlancar aktivitas pelayanan di Maumere.

WhatsApp Image 2023-03-20 at 11.28.10

     Bapak Jesekiel Haning mengenal pelayanan Perkantas dari anak – anaknya yang pernah dibina di Perkantas Kupang. Kak Yolis Haning dan Kak Lif Haning pernah menjadi pengurus ketika masih mahasiswa dan kini menjadi alumni yang terlibat menjadi donatur bagi pergerakan pemuridan di NTT. Juga seorang anak perempuan bapak Jesekiel menikahi seorang Alumni Senior kak Titon Nau. Karena itu Bapak Jesekiel sangat mengenal Perkantas dan membuka lebar – lebar rumahnya sebagai tempat bagi kami untuk memulai aktifitas PA bersama alumni binaan Perkantas yang berdomisili di Maumere maupun yang sedang bertugas kerja di sini. 

     Jejak langkah Tuhan lain kami saksikan lewat kesempatan bertemu lagi dengan alumni yang ditempatkan untuk bekerja di Maumere. Dewi Taga dari Perkantas Kefa dan Onal Enok dari Perkantas Kupang yang baru saja ditempatkan di Maumere.

WhatsApp Image 2023-03-17 at 21.00.12
V5mP4g33gR6djM5Yq4_BfxSkOU3CPg8srBzD8euwdQE=_plaintext_638148333242725355

     Meski aktifitas kantor mereka sangat sibuk tapi kami melihat antusias dari kedua rekan ini untuk membantu menggerakan pelayanan perintisan ini. Tuhan juga mengarahkan kami untuk berjumpa dengan keluarga alumni PMK Faperta. Seminggu sebelum keberangkatan secara “tidak sengaja” kami bertemu dengan Nanda Here. Nanda adalah mantan pengurus PMK Faperta Undana yang ternyata berasal juga dari kota Maumere. Nanda yang sementara terikat kontrak kerja di SoE menghubungkan kami dengan adiknya yang masih duduk dibangku SMA di Maumere. Puji Tuhan dalam kunjungan kali ini kami akhirnya berjumpa dengan Valen Here adik Nanda. Penyertaan Tuhan tidak hanya sampai di situ Valen pun mengajak salah seorang temannya bernama Arta dan mereka berdua bersedia bergabung dalam kelompok pemuridan (KTB) yang akan dipimpin oleh kak Yolis Haning.

    Banyaknya kejadian “tidak disengaja” atau “kebetulan” yang kami alami dalam perkunjungan kedua ini kami imani sebagai jejak langkah Tuhan. Kami percaya Tuhan sudah terlebih dulu bekerja dan menggerakkan orang – orang-Nya untuk pekerjaan perintisan di Maumere.

WhatsApp Image 2023-03-17 at 19.39.19

     Dalam setiap kesempatan di Maumere kami menyempatkan untuk memberitakan Kabar Baik secara pribadi maupun komunal. Penginjilan komunal kami kerjakan lewat kesaksian di ibadah pemuda. Ega (Staf Kupang) yang ikut dalam perkunjungan kali ini membagikan injil lewat kesaksian pertobatannya. Sedangkan untuk penginjilan Pribadi, kami berkesempatan memberitakan kabar baik kepada Valen dan Arta yang akhirnya mau untuk bergabung dalam KTB.

     Kami juga berkunjung ke Kampus Universitas Nusa Nipa untuk mencari mahasiswa yang bisa kami injili. Sayangnya karena hari sabtu banyak mahasiswa yang libur sehingga kami tidak sempat menginjili mahasiswa di Kampus. Kami sempat berkenalan dengan beberapa mahasiswa namun mereka buru buru segera masuk kelas karena dosen sudah tiba. Meski belum berkesempatan menginjili, Tuhan membukakan jalan melalui Arta teman yang dibawa oleh Valen pada Minggu 19 Maret 2023. Arta merupakan mahasiswa semester 8 UNIPA (Universitas Nusa Nipa), Prodi Ilmu Komunikasi. Ia bersedia untuk menjadi penghubung bagi kami dengan mahasiswa UNIPA untuk perkunjungan berikutnya.

WhatsApp Image 2023-03-20 at 11.20a.47
WhatsApp Image 2023-03-20 at 11.20.47

      Pada perkunjungan kali ini kami juga mengambil kesempatan untuk bertemu dengan Ratih, Ecel, Jeslyn dan Vinda. Mereka adalah adik adik yang kami Injili dalam perkunjungan yang pertama di bulan Oktober. KTB mereka belum sempat berjalan meski mereka sempat beberapa kali bertemu dengan kak Yani alumni yang akan memimpin mereka. Namun karena kesibukan mereka masing – masing akhirnya belum ada pertemuan yang rutin.

     Kesempatan pertemuan ini kami pakai untuk mengatur strategi baru bagi KTB mereka agar bisa berjalan dengan rutin. Dewi Alumni dari Perkantas Kefa bersedia membantu kak Yani untuk berbagi waktu memimpin KTB ini. Semoga kelompok pemuridan ini bisa berjalan dengan baik di waktu yang akan datang.

IMG-20230319-WA0057
IMG-20230319-WA0087

     Perkunjungan kedua ini kami akhiri dengan PA bersama di Minggu malam 19 Maret 2023. Kami bersyukur karena Firman Tuhan dalam PA ini menggerakkan para alumni agar memiliki semangat berkorban untuk mempertobatkan orang muda di Maumere. Alumni kembali disegarkan dengan Firman ini dan kembali berkomitmen untuk membuat pertemuan PA setiap minggu dan mulai mengerjakan KTB dengan lebih sungguh.

     Kami percaya Tuhan yang memulai pelayanan ini akan meneruskannya dengan caraNya. Kami berdoa agar kami dapat setia dan taat mengerjakan pekerjaan perintisan ini. Dengan banyaknya jejak langkah Tuhan yang kami saksikan dalam kunjungan kali ini, kami percaya pelayanan perintisan ini merupakan bagian dari inisiatif Tuhan. Dan kami bersyukur kakak – kakak sekalian juga memiliki inisiatif yang sama dengan Tuhan sehingga terus giat mendukung pelayanan ini dalam doa dan dana. Tuhan Memberkati

Sekretariat :
Jalan Piet A. Tallo,
Belakang Akper/RSS Liliba

Kontak:
HP (0822-1118-7308 atau
0852-3942-8806)
Email:
perkantas.ntt20@gmail.com

Kategori
renungan

Tetaplah Berdoa

 

TETAPLAH BERDOA

Oleh: Mada Willa (Staf Perkantas Alor)

     Berbicara tentang berdoa, istilah ini tidak asing bagi banyak orang. Berdoa selalu dikaitan sebagai bagian dari kegiatan ritual keagamaan dan dilakukan oleh semua orang beragama. Namun berbeda dengan kekristenan, doa adalah sebuah hubungan personal. Berdoa merupakan hak istimewa yang dikaruniakan Tuhan bagi kita sebagai anak-anak-Nya. Untuk mendapat hak istimewa ini ada harga mahal yang harus dibayar, yaitu dengan pengorbanan Kristus di kayu salib yang melaluinya kita dapat menghampiri Allah setiap waktu.

     Berdoa adalah komunikasi personal antara Allah dengan kita sebagai anak-anak-Nya, sehingga bisa terus terhubung dengan Allah yang adalah Bapa. Itu sebabnya kita memanggil Allah dengan sebutan paling intim yaitu Bapa, sehingga dasar kita berdoa adalah kita ingin punya hubungan yang lebih dekat dengan-Nya. Dengan berdoa berarti kita sungguh menyadari ketidakberdayaan kita sebagai manusia yang terbatas dalam setiap kelemahan kita untuk bergantung kepada Allah yang adalah pencipta, pemelihara dan penebus yang kepadaNya kita berhutang dalam setiap tarikan nafas kita.

     Tetaplah berdoa tidak berarti kita terus menerus mengucapkan doa yang formal, tetapi tetaplah berdoa menunjuk kepada menaikan bermacam-macam doa pada segala waktu, segala kesempatan sepanjang hari kepada Allah. Dan hal yang disampaikan bukan hanya setiap daftar permohonan kepada Allah, tetapi ada ucapan syukur, penyembahan, pengakuan dosa yang dapat dinaikan kepada Allah.

    Tetaplah berdoa bukanlah suatu keadaan hidup yang mendesak untuk memaksa Tuhan menjawab setiap doa-doa kita dengan pemikiran bahwa berdoa setiap waktu bahkan semalam suntuk dengan berulang-ulang mengucapkan doa yang sama dan semakin banyak waktu berdoa, pasti Tuhan menjawab. Tetapi tetaplah berdoa adalah kesadaran akan Allah dan penyerahan diri secara total kepada Allah setiap waktu dalam hidup yang kita jalani, dengan kesadaran bahwa Allah beserta kita dan hal itu juga ditunjukkan dalam sikap hidup kita.

      Tetaplah berdoa pada dasarnya mengenai sikap hati kita yang terus menerus bersandar dan bersekutu dengan Allah. Tetaplah berdoa bukan supaya permohonan kita dijawab dengan merangkai kata, tetapi menjalin relasi yang semakin hari semakin mendalam bersama Allah. Tetaplah berdoa membuat kita mengalami hubungan sejati dan pribadi bersama Allah, merasakan kasih Allah, mengalami kekuatan walapun persoalan dan permasalahan tidak langsung sirna dengan berdoa, namun di tengah kondisi inilah kasih, kekuatan dan ketenangan diperoleh ketika tetap berdoa.

     Kedalaman kehidupan doa seseorang akan bertumbuhseiring dengan pengenalannya akan Allah melalui kehidupan yang terus melekat erat dengan FirmanNya. Semakin dalam pengenalan seseorang kepada Allah melalui Firman-Nya, semakin baik juga pola kehidupan doanya, termasuk pola-pola doanya kepada Allah dan tujuannya adalah supaya Allah dipermuliakan.

     Sebagai anak-anakNya, mari tetaplah berdoa. Ketika kita telah menetapkan jam-jam doa setiap hari, maka berdoalah dan berelasilah dengan Allah ketika sudah tiba waktu yang ditetapkan. Jangan biarkan ada hal lain yang mencegah kita berdoa kepada Allah.

Kategori
renungan

Kasih Yang Mengubahkan

KASIH YANG MENGUBAHKAN

Kejadian 50:15-21

     Seorang yang mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan, akan nampak dari kerendahan hatinya ketika ia bertingkah laku dan bertutur kata. Keadaan sulit yang melanda hidupnya membuat ia akan tetap berusaha menjaga konsistensi imannya yang sungguh-sungguh taat kepada Allah, meskipun penderitaan, kesulitan bahkan hinaan melanda hidupnya.  Untuk mencapai titik ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan bagi setiap orang percaya yang telah dimerdekakan oleh darah Kristus.  Butuh usaha lebih! Kesetiaan, ketaatan dan komunikasi yang intim serta penyertaan Tuhan atas setiap suka duka pengalaman hidup yang dialami merupakan bagian dari rencana Tuhan untuk mendewasakan imannya dan membentuk pribadinya agar semakin teguh serta menguatkan iman percayanya bahwa dalam segala keadaaan, Allah berdaulat dan merancangkan sesuatu yang indah dalam hidupnya.

     Saudara-saudara, Kasih Allah melampui segala akal pikiran manusia yang terbatas karena dosa. Kasih Allah juga yang menyelamatkan manusia dari jurang maut menuju jalan keselamatan yang kekal. Kasih Allah pula yang mengubah penindasan, kejahatan serta dendam kebencian menjadi kasih persaudaraan yang rukun dan saling mengasihi, serta mengampuni satu dengan yang lain. Melalui firman ini kita belajar dari seorang tokoh bernama Yusuf yang bersikap sebagai Murid Kristus yang sejati. Kita dapat melihat bagaimana Yusuf berhikmat dalam merespon setiap keluh kesah dari saudara-saudaranya, ia tetap menunjukan kasihnya terhadap mereka, ia tidak menaruh dendam dan membalaskan kejahatan yang pernah dibuat saudara-saudaranya, bahkan tidak membinasakan mereka. Ia menunjukan bagaimana seorang Murid Kristus mengutamakan dan memohon pengampunan yang sejati dari Tuhan bukan dari dirinya sendiri. Bahkan ia dengan berbelas kasih menangisi perbuatan jahat yang pernah dilakukakan saudara-saudaranya kepadanya, dan dengan kerendahan hati membawa hidup mereka pada pengakuan dan meminta pengampunan dari Tuhan. Ia tetap melihat dan percaya kepada Tuhan bahwa segala sesuatu yang telah terjadi dalam hidupnya dan yang telah membentuk hidupnya sekarang, semuanya karena rencana Tuhan. Tidak ada lagi dendam dan tangisan dukacita bersalah yang membentengi persaudaraan mereka. Kasih Allah telah mengahapus air mata mereka dan mengubahnya menjadi sukacita sejati penuh damai sejahtera.  Kasih Allah yang telah menyertai hidup mereka dan membawa mereka dalam ikatan keluarga yang rukun untuk menjadi kesaksian bagi mereka dan untuk semua orang yang dikasihinya.

     Kasih Allah telah nyata bagi setiap orang yang percaya kepada kedaulatan dan otoritasNya, bukan sebagai suatu kejadian yang direka-rekakan untuk tujuan semata. Seperti yang tertulis dalam kitab Kejadian 50:20 yang berbunyi “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi pada saat ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar”.  Ya…. KasihNya telah nyata bagi kita umat manusia, bahwa oleh karena begitu besar kasihNya kepada kita, DIA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk penebusan dan keselamatan umat manusia. Karena kasihNya yang besar, Allah dalam Yesus Kristus telah menjadi manusia, datang ke dalam dunia menjadi sama dengan manusia kecuali dosa, mengasihi kita orang berdosa serta mendamaikan kita dengan Allah.

     Yesus Kristus adalah kasih paling agung yang dikorbankan bagi manusia. Begitu pula dengan Kasih Allah yang nyata dalam skenario hidup Yusuf, seorang anak buangan yang diangkat menjadi penguasa di Mesir serta diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Kasih Allah telah menghapus dosa, untuk memperbaiki relasi persaudaraan antara Yusuf dengan saudara-sauadaranya. Kasih Allah yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi Yusuf, saudara-sauadaranya dan semua orang yang taat pada perintaNya. Oleh karena itu saudara-sauadara, marilah kita mensyukuri akan kasih Allah yang mengalir dalam hidup kita selama kita masih diberikan kesempatan untuk hidup dan berkarya di dunia ini. Dengan iman kita percaya bahwa Allah dalam segala kemahakuasaanNya yang memegang kendali dalam menentukan arah kehidupan kita sejak dahulu, sekarang dan sampai selamanya. Amin

Kategori
Kesaksian Staf

Membangun Disiplin Rohani

 

 

 

 

MEMBANGUN DISIPLIN ROHANI

Oleh: Bella Toulasik (Associate Staf Perkantas Rote)

Apa yang pertama kali muncul di benak anda ketika mendengar kata “Disiplin?”

Ada beberapa orang beranggapan bahwa kata ini memiliki makna: keras, tegas, dan kasar. Bagi mereka kata ini mengandung makna negatif. Lalu apa pengertian dari disiplin itu?

Disiplin berasal dari bahasa latin yaitu DISCERE yang berarti “Belajar”.  Dari kata tersebut berkembang menjadi kata DISCIPLINA yang berarti “Pengajaran/Pelatihan”. Disiplin dalam bahasa Inggris berasal dari kata DISCIPLE yang berarti “Pengikut/Murid”. Kata ini kemudian mengalami perkembangan makna seperti kepatuhan atau taat terhadap suatu peraturan. Dengan kata lain jika semua pihak menjalani hidup dengan disiplin maka semua kegiatan yang dilakukan dalam masayarakat akan berlangsung dengan baik dan teratur.  Disiplin harus menjadi suatu karakter dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk juga aspek kerohanian. Tujuan dari disiplin rohani adalah untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan rohani seseorang yang memampukan dia mencapai kedewasaan dalam iman kepada Allah. Selain itu, disiplin rohani juga bertujuan untuk mengembangkan jiwa rohani seseorang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat seperti yang dituliskan dalam 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Ketika seseorang menerima Yesus, itu berarti perilaku hidupnya harus serupa dengan Kristus. Perilaku lama dari diri sendiri akan berubah secara perlahan demi mencapai keserupaan dengan Kristus. Oleh sebab itu syarat pertama untuk mengikut Yesus adalah “menyangkal diri”, dimana seseorang harus mengadakan pembaharuan dirinya dari dalam ke luar. Hal ini mencakup pembaharuan cara berpikir, perasaan dan karakter.

Bagaimana Caranya?

Kita tidak hanya perlu untuk mengetahui makna dari disiplin rohani itu saja, namun ada cara yang harus dilakukan untuk mencapai keserupaan dengan Kristus. Cara atau disiplin rohani apa sajakah yang harus dilakukan untuk mencapai keserupaan itu?

  • Berdisiplin dalam Firman Tuhan

Disiplin firman mencakup dan berhubungan dengan Firman Tuhan. Dengarlah suara dan isi hati Tuhan melalui pembacaan Alkitab. Bacalah Alkitab dengan kehausan dan kerinduan untuk mendengarkan suara Tuhan dan mengenal Tuhan lebih dekat, bukan hanya sekedar membaca. 2 Timotius 3:15-16 berkata “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

  • Berdisiplin dalam Doa

Doa adalah media yang diberikan Tuhan agar manusia bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan sungguh-sungguh dari hati, bukan hanya sekedar kebiasaan. Berdoalah senantiasa untuk segala hal dengan ucapan syukur, permohonan bahkan pengakuan dosa kita. Filipi 4:6 berkata “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Membina hubungan yang dekat dengan Tuhan mutlak membutuhkan firman Tuhan dan kehidupan doa yang sehat. Jika kita berdisiplin terhadap Firman Tuhan dan Doa, maka kita memampukan diri kita berlomba menjadi serupa dengan Yesus, seperti yang dikatakan Paulus dalam 1 Korintus 9:24-27. Seorang atlit akan berlatih agar pada saat pertandingan ia dapat mengalahkan setiap tantangan dan mendapat hadiah. Dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Allah, bagaimana caranya untuk kita memperoleh mahkota yang abadi itu? Jawabannya adalah dengan melakukan disiplin rohani!

Kategori
Kesaksian Staf

Sharing Pelayan Misi


 

 

SHARING PELAYANAN MISI

Senny Pellokila (Staf Perkantas Kupang)

 Saat ini kami sedang melayani di tiga desa yang berdekatan di Pulau Timor. Dasar awal kami melayani karena jemaat-jemaat tersebut sudah banyak yang jadi mualaf. Faktor terbesar mereka menjadi mualaf karena masalah kemiskinan. Selain miskin, masyarakat tersebut juga mempunya tingkat pendidikan yang rendah dan pemahaman rohani yang dangkal sehingga dengan mudah berpindah kekyakinan pada waku di tawari dengan berbagai bantuan yang ada seperti sembako, air bersih, rumah maupun menyekolahkan anak-anak Kristen tetapi akhirnya anak-anak ini berpindah keyakinan kemudian kembali ke desanya dan mempengaruhi keluarganya untuk juga berpindah keyakinan.  Bahkan ada desa yang jumlah masyarakat muslim sudah lebih banyak dari pada masyarakat yang beragama Kristen.

            Masyarakat menikmati kemiskinan sejak dahulu dan bagi mereka itu bukan masalah. Kemiskinan tersebut menyebabkan dari dalam kandungan mereka sudah mengalami kurang gizi. Mereka hanya ke gereja tetapi tidak punya pemahaman yang dalam akan firman Tuhan dan juga secara pendidikan mereka kalah dibanding dengan saudara-saudara mereka yang telah menjadi mualaf. Di jemaat Kristen hanya satu atau dua orang yang menjadi sarjana tetapi teman-teman muslim sudah banyak yang menjadi sarjana bahkan mereka bisa memenangkan pemilihan kepala desa, karena calon mereka adalah orang asli yang bergelar sarjana, padahal di tempat-tempat tersebut umat Kristen masih mayoritas. Bahkan ustad mereka juga orang asli. Mereka saling mendukung untuk menyekolahkan anak-anak mereka apalagi anak-anak Kristen akan di sekolahkan di sekolah-sekolah mereka sehingga mudah berpindah keyakinan. Jadi secara pendidikan jemaat Kristen kalah jauh dan semakin terbelakang dibanding dengan teman-teman muslim. Apalagi dibandingkan dengan sekolah-sekolah GMIT (sekolah Kristen dibawah otoritas gereja tradisional), anak-anak baru diajar menggunakan bahasa Indonesia pada kelas III, ditambah lagi dengan guru-gurunya juga banyak yang tidak punya kapasitas dan beban, karena masih ada guru-guru yang hanya tamatan SMA dan hampir semua guru jika musim tanam tidak pergi mengajar berhari-hari tanpa ada rasa bersalah.

Jika kondisi terus terjadi seperti ini maka kedepan orang Kristen sulit menjadi pemimpin di daerahnya sendiri, bahkan banyak desa yang jumlah jemaat muslimnya semakin banyak karena teman-teman muslim terus gencar dengan berbagai cara menjadikan jemaat Kristen menjadi mualaf sedangkan gereja tidak ada pertahanannya karena satu pendeta bisa memegang 4-6 gereja lokal sehingga akan terus kebobolan. Oleh karena itu perlu gerakan yang hebat untuk menolong jemaat Kristen, perlu membantu gereja karena gereja tidak bisa melakukan banyak hal. Gereja terbatas sumber daya dan dana. Memang  sudah banyak gereja atau lembaga yang datang menolong jemaat Kristen di tempat ini, tetapi sayangnya mereka hanya memberikan bantuan secara langsung misalnya sembako, alat tulis, instalasi air tetapi tidak menolong jemaat yang ada untuk mandiri, bahkan jemaat terus bergantung pada bantuan-bantuan yang ada.

            Jemaat Kristen tidak melihat pentingnya hidup sejahtera, maka mereka tidak punya usaha yang lebih dalam bekerja. Karena miskin maka mereka diberikan banyak bantuan yang tanpa sadar ini meninabobohkan mereka, padahal ancaman untuk berpindah keyakainan akan siap menyergap mereka. Maka dari itu kita harus membantu mereka dengan tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat karitatif tetapi diharapkan mereka bisa mandiri, bukan hanya merubah konsep berpikir tetapi juga memberikan contoh yang bisa diikuti, dan ini harus dikerjakan secara masif karena kita sudah kalah jauh dibanding teman-teman muslim. Kita harus saling mendukung, membuat jaringan yang besar agar impian tersebut bisa terjadi, dan arah perubahan itu sudah mulai nampak walaupun masih kecil.

Untuk mengatasi kemiskinan dan kekurangan gizi maka perlu adanya pemberdayaan ekonomi. Jemaat harus mempunyai kehidupan ekonomi yang baik sehingga tidak terpengaruh dengan bantuan dari pihak muslim, juga di tunjang oleh pendidikan dan pemahaman rohani yang semakin baik maka jemaat akan sejahtera baik secara spiritual maupun material. Oleh karena itu kami memutuskan pada tahun 2017 mengirim dua orang guru lalu di tambah tiga orang guru dan saat ini sudah sepuluh orang guru yang melayani di tiga desa. Pengiriman guru bisa diterima oleh masayarakat desa, termasuk teman-teman muslim. Para guru ini bisa melakukan banyak hal dalam tiga bidang yang ada yaitu pendidikan, kerohanian dan pemerdayaan ekonomi.

Dalam bidang pendidikan, mereka bukan hanya menjadi guru di sekolah tetapi hampir setiap hari mereka mengajar BIMBEL (Bimbingan Belajar) dan saat ini terdapat 188 siswa aktif yang ikut BIMBEL, termasuk beberapa siswa muslim. Selain itu kami juga menyekolahkan 10 orang siswa di SMP Kristen unggulan, dan ada 21 siswa yang sudah menjadi asisten guru yang membantu teman-temannya. Para asisten dan juga teman-teman yang di sekolah unggulan inilah yang diharapkan kedepan bisa membantu pendidikan di desanya.

Dalam bidang kerohanian, guru-guru membentuk beberapa kelompok pemuridan termasuk kelompok pemuridan ibu-ibu yang menanam sayur. Selain itu guru-guru juga mengajar sekolah minggu dan merekrut anak-anak sekolah minggu yang sudah dibina untuk menjadi guru sekolah minggu sehingga kedepan dalam taraf anak-anak maka mereka akan mempunyai pemahaman rohani yang sangat baik karena adanya pengajar/pembina yang berkualitas.

Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, jemaat yang dahulu tidak pernah menanam sayur, saat ini mereka bisa memiliki ratusan bedeng sayur, walaupun bedeng itu cukup jauh dari rumah mereka karena berlokasi di tempat mata air yang ada. Juga ada 14 KK (Kepala Keluarga) yang memelihara ikan Lele dan beberapa jemaat sudah membeli lele yang ada selain mereka jual keluar.

Ini pencapaian yang luar biasa karena jemaat belum penah membuat bedeng sayur dan memilihara ikan Lele. Bahkan awal mulanya mereka sangat takut terhadap ikan Lele karena bentuk tubuhnya yang menyerupai ular, tetapi sekarang mereka bisa mengkonsumsi ikan tersebut.

 Jemaatnya juga diedukasi untuk menabung dan ada beberapa KK yang sudah melakukan hal ini. Puji Tuhan. Juga yang sedang kami lakukan saat ini adalah jemaat diminta memelihara ayam untuk dijual dan telurnya bisa dikonsumsi oleh anak-anak mereka. Walapun hal ini belum berhasil, tetapi para guru terus mendorong orang tua dan anak-anak untuk melakukan hal ini.

Masih ada beberapa hal lagi yang ke depan akan dilakukan untuk menolong kondisi ini agar jemaat bisa hidup sejahtera dan punya pemahaman rohani yang baik sehingga tidak terpengaruh dengan berbagai bantuan untuk berpindah keyakinan. Bahkan kenginan kami adalah anak-anak yang suda dibina bisa juga menginjili teman-teman mereka yang sudah mualaf. Hal ini sudah dilakukan tetapi baru sebatas dikerjakan oleh beberapa guru yang ada.

Kedepan kami akan menjangaku beberapa desa lagi dengan menempatkan beberapa guru baru. Oleh karena itu bantuan/dukungan dari kakak-kakak dan teman-teman sangat kami butuhkan. Doakanlah agar pelayanan ini menjadi berkat yang berarti sehingga terbentuk system yang baik dalam bidang pendidikan, kerohanian dan ekonomi. Dengan demikian mereka bisa mandiri pada waktu kami menyelesaikan pelayanan di desa-desa tersebut.

 

Kategori
Kesaksian Staf

Cerita Tentang Pelayanan di Pulau Rote

CERITA TENTANG PELAYANAN DI PULAU ROTE

Rabea M.S. Seo, S.Th., M.Th

     Terpujilah Allah Tritunggal, sang pemilik pelayanan yang terus mempercayakan kita untuk melayani Dia sampai saat ini. Bersyukur pula atas kasih dan penyertaanNya bagi pelayanan Perkantas, terkhususnya di Rote yang terus megalami pembaharuan dalam kasihNya bagi setiap generasi yang dilayani hingga saat ini. Sungguh kami melihat begitu besar kasih Tuhan yang tak henti-hentinya kami rasakan dalam wadah pelayanan Perkantas ini, untuk melayani generasi-generasi baik siswa, mahasiswa serta alumni supaya dimuridkan dengan harapan bahwa kelak mereka akan menjadi pemimpin- pemimpin bangsa yang berkompoten serta takut akan Tuhan. Meskipun sempat melewati tantangan di mana kami harus terus mengerjakan pelayanan ini di tengan pandemic Covid19 dengan segala keterbatarasan yang ada, namun kasih dan setia Tuhan terus menguatkan kami untuk tetap setia mengerjakan pelayanan ini, hingga keadaan berangsur-angsur kembali normal seperti sekarang ini.

     Bersyukur untuk pelayanan Kak Rabea M.S. Seo, S.Th., M.Th, sebagai Pimpinan Cabang Perkantas NTT yang pada tahun ini berkesempatan untuk melayani gerenerasi-generasi muda yang dipanggil Tuhan di Kabupaten Rote Ndao pada tanggal 05–08 Agustus 2022.  Dalam kunjungannya Kak Bea berkesempatan melayani dalam Kebaktian Awal Tahun Ajaran (KATA) di Persisten SMA Negeri 1 Rote Barat Laut dan SMA Negeri 1 Rote Tengah. Kami bersyukur untuk pihak sekolah yang terus mendukung pelayanan Persektuan Siswa Kristen (Persisten) ini yang diharapkan bisa menguatkan siswa dalam hal moral maupun spiritual untuk menolong generasi ini menjadi berkat, terkhususnya di lingkungan sekolah mereka berada. Tema yang dipilih adalah “Grace Alone”, Semuanya Karena Knugerah. Kami percaya semua pergumulan yang kami lewati bersama, terutama saat pandemi Covid-19 di mana aktivitas belajar mengajar harus dilakukan dari rumah rumah, pembatasan aktivitas untuk melakukan suatu kegiatan termasuk pelayanan, kini semuanya telah pulih dan kembali normal seperti semula hanya karena anugerah dari Tuhan semata. Kami terus meminta dukungan doa bagi orang-orang yang melayani sebagai Tim Pembimbing Siswa maupun guru kunci yang ada di sekolah, yang terus menolong dan mempunyai visi untuk mengerjakan pelayanan ini bersama-sama, serta doakan juga untuk setiap rencana follow-up yang akan dilakukan untuk mempersiapkan setiap generasi agar dimuridkan dalam wadah Kelompok Tumbuh Bersama (KTB).

     Kak Bea juga berkesempatan melayani di komponen alumni binaan Perkantas Rote dalam ibadah Persekutuan Besar Alumni. Dalam pelayanannya Kak Bea juga melakukan sharing kepada kakak- kakak alumni untuk menguatkan visi dan misi mereka dalam menghadapi pergumulan hidup baik keluarga, pekerjaan, studi, pelayanan supaya mereka tetap percaya dan bergantung kepada Tuhan. Terima kasih untuk pelayanan Kak Bea kepada komponen siswa dan alumni binaan di Rote. Kiranya Tuhan Yesus terus menyertai setiap pelayanan yang kakak kerjakan untuk menjadi berkat bagi kemuliaaNya.

Foto Kegiatan Pelayanan

Kategori
Kesaksian Staf

Sukacita Melayani Tuhan dalm Penderitaan

SUKACITA MELAYANI TUHAN DALAM PENDERITAAN

Kolose 1:24-29

     Sebagai manusia penderitaan adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dalam kehidupan kita.  Dalam melayani Tuhan pun kita mengalami penderitaan. Namun melayani dengan sukacita meskipun mengalami penderitaan itu adalah sesuatu yang sulit ditemui. Karena namanya penderitaan pasti ada kesakitan, kesusahan dan lain-lain, yang melaluinya orang sulit merasakan sukacita. Namun, sebagai pelayan Tuhan kita diharapkan untuk melayani Tuhan dengan sukacita meskipun kita mengalami penderitaan. Mengapa kita perlu bersukacita melayani Tuhan meskipun kita sedang mengalami penderitaaan? Bukankah itu adalah dua hal yang berlawanan?

     Ketika Paulus menulis suratnya kepada jemaat di Kolose, ia sedang berada dalam tahanan. Menjadi seorang tahanan, itu bukanlah sesuatu yang mengenakkan. Tekanan batin, fisik yang terancam sakit, belum lagi diperhadapkan dengan kondisi jemaat yang dilayaninya diterpa ajaran sesat dan lain-lain. Hal ini tentu membuatnya menderita, tetapi justru dalam penderitaanya, ia tidak fokus kepada dirinya sendiri, tetapi ia fokus pada tugas yang dipercayakan kepadanya untuk meneruskan Firman-Nya tentang Kristus yang menjadi pengharapan akan kemuliaan. Meskipun Paulus menderita, tetapi dia tetap bersukacita.

     Paulus memandang penderitaan sebagai bagian dari penderitaan Yesus atas gereja dan penderitaannya adalah bagian dari panggilan itu. Paulus bersukacita karena ia diberi kesempatan untuk mengambil bagian dalam penderitaan yang Kristus alami. Paulus sadar sebagai Pelayan Tuhan, penderitaan yang ia alami tidak menghilangkan sukacita karena tugas yang dipercayakan Allah kepadanya untuk memberitakan Injil keselamatan di dalam Kristus. Injil keselamatan itu adalah rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad, dari generasi ke generasi. Karena rahasia itu adalah Kristus, maka ia tetap bersukacita dalam penderitaan dan tetap memberitakan Kristus yang menjadi pengharapan dan kemuliaan supaya melaluinya orang mengenal, bertumbuh menuju kedewasaan di dalam Dia.

     Penderitaan tidak membuat Paulus kehilangan sukacita di tengah keterbatasannya karena berada di dalam penjara. Hal ini  ditunjukkan ketika ia mendengar permasalahan yang dihadapi jemaat Kolose melalui Epafras, yaitu adanya ajaran palsu yang mengancam kehidupan rohani jemaat Kolose. Ia menulis surat kepada jemaat di Kolose bahwa Injil keselamatan hanya ada di dalam Kristus dan itulah yang ia usahakan dan gumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa yang dikaruniakan Tuhan baginya.

     Bagian Firman Tuhan ini menegur saya dengan keras bahwa saat mengerjakan pelayanan pemuridan, terkadang kendala-kendala, hambatan-hambatan yang dihadapi sebenarnya masih bisa saya hadapi dan penderitaan yang dialami pun tidak sebanding yang alami oleh Rasul Paulus. Jika dibandingkan dengan Rasul Paulus, saya hanya mengalami sampai pada perasaan yang tidak nyaman karena disalah mengerti, namun tidak sampai pada penganiayaan secara fisik dan penderitaan lainya, sehingga saya hanya terjebak dalam mengasihani diri sendiri. Paulus mengalami sampai pada penderitaan fisik, psikis dan lain-lain, tetapi ia tetap bersukacita melayani Tuhan dengan memberitakan injil Kristus. Ia tetap mengusahakan, menggumulkan di dalam doa-doanya dan dengan kekuatan yang diberikan Kristus membuatnya terus berjuang. 

     Kiranya sebagai pelayan Tuhan kita pun melayani dengan setia dan penuh sukacita meskipun kita mengalami banyak penderitaan. Karena kita tahu bahwa Tuhan Yesus pun dalam pelayanan-Nya mengalami banyak penderitaan, tetapi Ia setia kepada panggilan-Nya sehingga rela mati demi manusia diselamatkan. Karena itu biarlah kita pun mau makin mengenal Kristus, mengalami kuasa kebangkitan-Nya dan bersekutu dalam penderitaan-Nya. Dengan demikian kita pun dimampukan untuk bersukacita dalam mengerjakan pelayanan meskipun ada banyak penderitaan yang kita hadapi. AMIN

Kategori
Mahasiswa

Bertumbuh dan Menjadi Berkat Melalui KTB

 

 

 

 BERTUMBUH DAN MENJADI BERKAT MELALUI KTB

Ina Nalle (PKTB)

Hallo…Saya Yuniati Paulina Nalle, akrab disapa Ina, berasal dari suku Rote. Saya mahasiswi di Universitas Nusa Cendana Kupang, Prodi Budidaya Perairan dan saat ini sudah semester 10. Awal saya mulai berKTB di tahun 2018. Di dalam KTB saya dibentuk untuk terus bertumbuh di dalam Kristus, hingga tahun 2019 saya dipercayakan untuk memimpin KTB yang mana pada saat itu saya baru semester 5. Waktu pertama kali dipercayakan untuk memimpin KTB, saya sempat merasa kurang percaya diri dan merasa tidak mampu, tetapi karena hikmat dan pimpinan Tuhan yang meyakinkan saya untuk menerima panggilan Tuhan dan memimpin KTB ini. KTB yang saya piumpin diberi nama KTB Claire yang berarti “Terang atau cahaya”. Alasan kami memilih nama ini adalah agar setiap kami yang ada dalam Kelompok Tumbuh Bersama ini bisa menjadi terang bagi diri sendiri dan sesama seturut dengan kehendak Tuhan Yesus Kristus. KTB Claire terbentuk di tahun 2019 dengan jumlah anggota (AKTB) 5 orang, karena saat itu bertepatan dengan diadakannya Kebaktian Awal Tahun Ajaran (KATA) di PMK Ichthys sehingga banyak mahasiswa baru yang difollow up untuk mengikuti KTB.

Saya dipercayakan untuk memimpin 5 orang AKTB dari jurusan dan daerah asal yang berbeda-beda. Saya sangat bersyukur karena mereka benar-benar mau memberi diri untuk berKTB dan mau belajar mengenal Tuhan dan Firman-Nya lebih dalam. Dalam pertemuan KTB kami tidah hanya membahas materi dari buku-buku panduan KTB, tetapi kami juga saling sharing pengalaman maupun masalah hidup, melakukan PA, saat teduh bersama, bahkan untuk mengatasi kebosanan kami bermain Game dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu kami juga menemui banyak kendala yang juga dialami oleh kelompok-kelompok KTB pada umumnya, diantaranya PKTB maupun AKTB yang sulit untuk keluar rumah, sulit mengatur waktu yang pas untuk berKTB dan lain sebagainya. Tahun 2020, salah seorang adik KTB saya memutuskan untuk tidak lagi berKTB karena alasan pribadi yang tidak bisa diceritakan dan hampir saja di tahun 2022 ini, salah satu AKTB ingin keluar dan tidak mau melanjutkan KTB. Ketika diperhadapkan dengan siatuasi tersebut saya cukup tertekan dan merasa diri belum baik dalam memimpin adik-adik, namun saya kembali diingatkan oleh PKTB saya sendiri, Kak Feby Soares bahwa saya bukan Tuhan yang mampu bekerja sampai ke dalam hati dan pikiran manusia. Tugas saya adalah memberitakan injil Tuhan dan membimbing mereka untuk bertumbuh menjadi murid Kristus dan sisanya adalah bagian Tuhan. Perkaran mereka bertobat atau tidak itu bagiannya Tuhan. Melalui Kak Feby saya kembali dikuatkan oleh Tuhan untuk semangat dalam melanjutkan pelayanan ini. Oleh larena adanya rasa persaudaraan, saling mendukung, saling mengasihi, saling menguatkan antara satu dengan yang lain dan yang pasti karena campur tangan Tuhan Yesus, sehingga KTB Claire masih kuat bertahan dan ada sampai saat ini dengan 4 orang anggota yaitu Ismie, Hilda, Tuti, dan Noban. Berkat yang saya peroleh ketika menjadi seorang PKTB yaitu saya belajar untuk bisa menjadi saudara, teman, dan kakak yang baik buat adik-adik, selalu mendengar ketika mereka ingin bercerita dan membantu ketika mereka meminta tolong. Lambat laun kebiasaan ini berakar kuat di dalam diri saya sehingga ketika berada di kampus, keluarga, dan lain sebagainya saya bisa menjadi tempat berbagi yang baik bagi orang-orang di sekeliling saya.

Ismie DRK (AKTB)

Hallo, saya Ismie, lengkapnya Ismie Dwigita Rambu Kurniawati. Dari kata Rambu saja teman-teman sudah bisa tahu bahwa saya berasal dari Waingapu, Sumba Timur. Seperti Kak Ina, saya juga mahasiswi Undana Kupang, Prodi Budidaya Perairan, dan sekarang semester 6.

Pada saat dihubungi pertama kali untuk berKTB sempat timbul keraguan dalam diri kerena posisi saya saat itu sebagai mahasiswa baru yang masih butuh banyak belajar dan juga saya masih menumpang tinggal bersama keluarga sehingga ada rasa takut tidak dapat memanajemen waktu dengan baik untuk mengikuti pertemuan KTB maupuan kegiatan organisasi lainnya, tetapi dengan bermodalkan kerinduan untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan, saya memutuskan untuk tetap bergabung dalam KTB.

Tahun pertama berKTB memang apa yang sebelumnya menjadi ketakutan saya benar-benar terjadi. Karena tinggal dengan keluarga, saya tidak bisa pulang terlambat sehingga sulit mengatur waktu untuk berKTB. Akibatnya pertemuan KTB kami harus ditunda terus menerus. Namun saya bersyukur bahwa ketika kita selalu memiliki kerinduan untuk bertumbuh di dalam Tuhan, maka Ia akan selalu memberi jalan keluar terhadap setiap kesulitan yang kita alami. Puji Tuhan pergumulan saya terjawab sehingga di tahun kedua saya diijinkan untuk tinggal di kost sampai sekarang sehingga tidak ada alasan lagi untuk menunda pertemuan KTB.  

Berkat yang saya peroleh melalui KTB yaitu saya diingatkan bahwa saya adalah anak Tuhan yang sangat Dia kasihi sehingga Dia menjamin banyak hal dalam hidup saya, mulai dari Jaminan Keselamatan, Jaminan Jawaban Doa, Jaminan Kemenangan, Jaminan Pengampunan Dosa dan Jaminan Bimbingan Tuhan yang selalu ada. Saya selalu merasa dikuatkan dengan banyak hal, baik itu ketika belajar dari bahan KTB, mendengar sharing pengalaman hidup dari SKTB, dan lain sebagainya. Saya semakin tahu bahwa Tuhan Yesus sungguh mengasihi saya dan penyertaannya selau nyata dalam kehidupan saya. Saya bukan apa-apa jika tanpa Tuhan dan saya kuat sampai saat ini karena Tuhan. Saya juga diajak untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan PMK, baik di PMK Ichthys maupun PMK Sekota Kupang, dan di situ saya bisa menjalin pertemanan dengan banyak mahasiswa yang sama-sama belajar melayani Tuhan. Ini merupakan satu hal yang saya syukuri hingga saat ini dan sekarang diberi kesempatan melayani sebagai Badan Pengurus di PMK Ichthys dan bonusnya lagi adalah di awal April kemarin saya dipercayakan untuk memimpin kelompok KTB. Rasa takut pasti ada tetapi dukungan dan dorongan dari PKTB, SKTB, teman-teman BP dan pendamping yang menjadikan saya lebih semangat dan percaya diri. Bersyukur untuk PKTB dan SKTB yang benar-benar menjadi teman bercerita dalam hal apa pun itu sehingga saya tidak pernah merasa sendiri karena Tuhan menolong saya lewat orang-orang yang mau berbagi dan peduli dengan saya.

Hilda Nubatonis (AKTB)

Shalom… nama saya Juni Matilda Agustina Nubatonis, panggil saja Hilda. Saya juga mahasiswi Undana Kupang, Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan, sekarang semester 6, asal dari Kota Soe, Timor Tengah Selatan. Sedikit berbeda dengan Ismie, saya tidak dihubungi untuk berKTB namun saya yang menghubungi kakak-kakak badan pengurus PMK untuk menanyakan soal KTB dan Tuhan menolong sehingga ada respon yang baik dari dan saya bisa bergabung dalam KTB. Dalam KTB saya mendapatkan banyak pelajaran berharga yang membuat saya semakin bertumbuh dalam Tuhan, baik itu melalui materi KTB maupun melalui sharing pengalaman hidup yang dibagikan oleh PKTB dan SKTB saya. Selain itu saya juga seperti mendapat Rumah Baru bersama PKTB Kak Ina dan SKTB Ismie, Noban,dan Tuti. Bersama mereka saya dapat menceritakan segala hal yang saya alami, bahkan cerita-cerita yang abstrak sekali pun mereka tetap menjadi pendengar setia, dan itu merupakan salah satu berkat Tuhan yang sangat saya syukuri karena meskipun jauh dari orang tua, namun Tuhan mengirim orang-orang yang mau mendengar setiap keluh kesah saya. Saya juga lebih peka untuk merasakan penyertaan Tuhan dan jawaban Tuhan dalam setiap doa-doa saya, yang awalnya saya anggap itu biasa-biasa saja tetapi semakin ke sini saya semakin mengerti bahwa Tuhan begitu mengasihi saya. Bersyukur juga karena saya dipercayakan untuk melayani Tuhan menjadi badan penggurus di PMK Ichthys dan menjadi panitia dalam kegiatan-kegiatan di PMK dan saya bisa menggunakan talenta yang Tuhan kasih untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Dengan demikian, saya tidak hanya mengalami pertumbuhan untuk semakin dewasa secara rohani tetapi saya juga semakin memiliki kepercayaan diri untuk memberkati orang lain dengan apa yang saya punya.

Tuti Talelu (AKTB)

Hallo… saya Tuti Irnawati Talelu, panggil saja Tuti. Asal dari Soe, Timor Tengah Selatan. Sama seperti Ismie, saya berkuliah di Undana Kupang, Prodi Budidaya Perairan, semester 6 sekarang. Motivasi awal saya berKTB karena saya merasa bahwa pergi ke Gereja saja tidak cukup menjamin agar iman saya semakin bertumbuh di dalam Tuhan sehingga saya membutuhkan komunitas lain yang lebih intim untuk saya dapat belajar bertumbuh mencapai kedewasaan dalam Kristus. Karena alasan itulah saya memutuskan untuk berKTB. Bersyukur karena Tuhan selalu menolong orang-orang yang punya kerinduan untuk mengenal Dia sehingga selama berjalannya KTB saya benar-benar merasakan pertumbuhan di dalam Tuhan. Saya diajarkan banyak hal yang membuat saya semakin dalam mengenal Tuhan Yesus. Hal yang tidak saya dapatkan di gereja bisa saya peroleh melalui KTB karena saya belajar bahwa Tuhan menjamin banyak hal di dalam hidup saya dan saya merasa sangat dikasihi. Selain itu, Tuhan mempertemukan saya dengan PKTB dan SKTB yang sangat peduli, pengertian, dan mengasihi saya seperti saudara kandung saya sendiri. Itu merupakan berkat Tuhan yang patut saya syukuri. Di tahun 2020 saya dipercayakan untuk menjadi badan penggurus di PMK Ichthys dan tetap berlanjut sampai tahun 2022 sekarang. Bersyukur lewat pelayanan di PMK Ichthys saya makin mengenal banyak orang dan tentunya lewat pelayanan ini saya dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Yunita Nuban (AKTB)

Hallo… Saya Yunita Elisabet Nuban, akrab disapa Noban, asal dari Soe, Timor Tengah Selatan. Saya juga berkuliah di Undana Kupang, Prodi Budidaya Perairan, semester 6. Saya tertarik untuk bergabung dalam KTB karena saya ingin tahu KTB itu seperti apa, kegiatan apa saja yang dilakukan dalam KTB dan tentunya ingin mengenal Tuhan lebih dalam. Saya sangat senang memiliki PKTB dan SKTB yang baik, peduli, dan pengertian antara satu dengan yang lain. Di dalam KTB saya tidak hanya diberkati dengan firman Tuhan namun saya juga diajarkan tentang bagaimana memanajemen waktu, uang, dan lain sebagainya yang membuat kualitas diri saya semakin baik dan bisa menjadi berkat bagi orang lain. Seiring berjalannya waktu, di tahun 2020 saya diberi kesempatan untuk melayani sebagai Badan Penggurus di PMK Ichthys selama 1 tahun dan sering terlibat dalam kepanitian kegiatan PMK. Pada tahun 2022 saya masih dpercayakan untuk lanjut melayani sebagai Badan Penggurus namun saya mengalami masalah pribadi yang tidak bisa diceritakan. Ketika saya mengalami masalah ini, saya merasa tidak pantas untuk melanjutkan pelayanan dan saya sempat berpikir untuk tidak lanjut berKTB, tetapi dengan adanya dukungan dari PKTB, SKTB, teman-teman BP serta kakak-kakak pendamping PMK yang selalu menguatkan dan peduli dengan masalah yang saya alami sehingga saya tetap melanjutkan KTB namun tidak lanjut menjadi badan penggurus. Dengan adanya masalah ini mengajarkan saya untuk tidak mengandalkan kekuatan saya sendiri, selalu ingat untuk tidak sombong dan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal.

Sekian sharing dari kami KTB Claire, semoga memberkati rekan-rekan semua. Shalom…

Kategori
Alumni

Kekuatan Injil

KEKUATAN INJIL

     Shalom rekan-rekan Perkantas di NTT, saya Doni Baok, alumni dari Perkantas Soe. Melalui tulisan ini, saya ingin sedikit berbagi tentang pengalaman awal pertobatan saya. Saya sudah beragama Kristen sejak lahir karena mengikuti orang tua. Meskipun saya melakukan aktivitas seperti rajin bergereja, berdoa, berbuat baik dan lain-lain, saya belum sungguh memahami apa arti dari semua aktivitas tersebut. Bisa dibilang motivasi saya melakukan semuanya itu adalah sebagai tiket untuk masuk surga, dan juga masih sebatas rutinitas belaka. Saya belum menerima dan menjadikan Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupan saya.

     Satu proses yang harus saya lewati sebelum menerima Kristus adalah saya dibiarkan Tuhan untuk merasa sakit hati terlebih dahulu. Waktu itu saya gagal SBMPTN di kampus dan jurusan impian. Saya kemudian diharuskan orang tua untuk masuk ke kampus yang sama sekali tidak saya inginkan. Padahal, saya masih ada peluang untuk masuk ke kampus tersebut melalui jalur mandiri. Saya sakit hati dengan orang tua, merasa “kurang gaul”, tidak percaya diri ketika ditanya tentang kuliah dimana?, merasa tidak adil dengan Tuhan, dan lain-lain yang intinya tidak menerima keadaan saya saat itu. Sampai suatu saat saya diajak untuk berKTB. Awalnya pun saya terpaksa karena yang mengajak (sebagai PKTB) adalah dosen sendiri. Tapi ternyata itu adalah awal pembentukan dan pengenalan saya akan Kristus.

     Saya belajar tentang jaminan-jaminan yang Tuhan berikan kepada setiap orang yang percaya kepadaNya melalui KTB, salah satunya adalah Jaminan Keselamatan. Di akhir pembelajaran saya ditantang untuk menerima Kristus, namun belum sepenuhnya menerima. Proses pengenalan dan belajar di KTB terus berlanjut, sampai di bahan Pembinaan Dasar saya disarankan untuk membaca buku The Purpose of Driven Life (salah satu buku yang mengubah kehidupan saya). Selalu ada hal-hal menarik disetiap bab dari buku ini yang menarik perhatian saya. “Kamu bukan kebetulan” – Keberadaan dan keadaanmu saat ini bukanlah kebetulan, jauh sebelum itu Allah sendiri yang telah merencanakan dan menetapkannya bagi anda untuk maksud dan tujuan-Nya”. Salah satu kutipan dari bagian awal di buku ini yang bisa dibilang meneguhkan saya untuk menerima dan menjadikan Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat.

     Ketika saya menerima Kristus, hal lainnyapun ikut berubah. Saya mulai menerima keadaan dan keberadaan diri sendiri. Kehidupan lama secara perlahan mulai saya tinggalkan, walaupun sampai sekarang saya masih terus belajar dan berproses. Motivasi awal saya pun berubah. Saya belajar dan bersyukur bahwa saya telah diselamatkan melalui pengorbanan Kristus, dan hal-hal seperti rajin gereja, berdoa, berbuat baik itu hanya sebagai bentuk ucapan syukur saya kepada Tuhan karena telah menyelamatkan saya. Itulah proses awal bagaimana saya mengenal Kristus dan Injil-Nya.

Bagaimana hal ini menolong saya didunia alumni? 

     Saat ini saya bekerja sebagai seorang guru di pedalaman Suku Lauje – Sulawesi Tengah. Suku Lauje adalah salah satu suku terasing di Indonesia, dan tempat saya mengajar bukanlah sebuah sekolah formal (sekolah formal harus ditempuh dalam waktu 2-3 jam dengan berjalan kaki), tetapi sebuah komunitas belajar (usia 5-17 tahun) yang baru dirintis 2 tahun lalu. Budaya malu dan penggunaan bahasa Indonesia yang masih minim di tempat ini menyebabkan awalnya saya kesulitan dalam mengajar, karena ketika ditanya peserta didik tidak mau menjawab sampai pelajaran berakhir, ditambah dengan akses jalan yang cukup menantang serta kondisi yang serba terbatas. Namun, dengan terus mengingat pengorbanan Kristus dan motivasi bahwa segala sesuatu yang dikerjakan harusnya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusialah yang terus menolong saya sejauh ini untuk bertahan. Termasuk juga kelompok KTB yang dibentuk semester sebelumnya dengan tujuan mengabarkan Injil atau kabar baik yang telah saya terima kepada orang lain. Bersyukur bahwa saat ini ketika ditanya tentang apakah yakin masuk surga jika mati sekarang?, maka jawabannya adalah YAKIN karena sudah percaya Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan mereka.

     Selalu ada kesempatan untuk memberitakan Injil kepada orang lain melalui profesi masing-masing, tinggal bagaimana kita menemukan dan memanfaatkan kesempatan itu. Ingat bahwa, sebagai orang yang telah diselamatkan kita bertanggung jawab untuk memberitakan kabar baik itu kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Shalom…