Melihat Tangan Tuhan
Bekerja Di Maumere
Oleh: Senny Pellokila - Staf Perkantas Kupang
Pada tanggal 12–14 September lalu, saya mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan pelayanan ke Maumere. Perjalanan singkat tiga hari itu ternyata membawa banyak berkat, penguatan, sekaligus pengharapan baru bagi saya pribadi maupun bagi rekan-rekan yang sedang melayani di sana. Setiap rangkaian kegiatan yang dijalani baik bersama mahasiswa, panitia, pengurus maupun alumni, semuanya meneguhkan hati bahwa Tuhan sungguh bekerja dengan cara-Nya yang indah di kota ini. Karena itu, yang lahir dalam hati saya setelah pulang dari Maumere adalah ucapan syukur.
Pembinaan Badan Pengurus dan Panitia KATA
Foto Kak Senny bersama adik-adik pengurus dan panitia KATA PMK UNIPA selepas pembinaan
Setibanya di Maumere pada Jumat sore, rangkaian pelayanan langsung dimulai pada malam harinya. Saya mendapat kesempatan membawakan pembinaan kepada teman-teman badan pengurus dan panitia KATA (Kebaktian Awal Tahun Ajaran). Tema yang dibagikan adalah mengenai Kesetiaan dan Kualitas Pelayanan.
Melihat antusiasme mereka mendengar Firman Tuhan sungguh menjadi berkat tersendiri bagi saya. Walaupun masih muda dan baru menapaki pelayanan, mereka memperlihatkan kesungguhan hati untuk belajar, bertumbuh, dan mengerjakan pelayanan dengan penuh tanggung jawab. Semangat itu membuat saya kembali merenungkan bahwa Tuhan selalu menyediakan generasi yang rindu melayani-Nya.
Memimpin KATA di PMK UNIPA
Foto Kak Senny bersama adik-adik PMK UNIPA selepas KATA
Keesokan harinya pada Sabtu, 13 September saya mendapat kesempatan memimpin KATA di Persekutuan Mahasiswa Kristen Universitas Nusa Nipa (PMK UNIPA). Momen ini sungguh mengharukan. Jumlah mahasiswa yang hadir memang tidak banyak, tetapi yang penting adalah kerinduan mereka untuk bersekutu, beribadah, dan saling menguatkan dalam Tuhan.
Saya melihat bagaimana mereka dengan sederhana menata jalannya ibadah PMK, mengajak teman-teman lain untuk ikut bergabung, dan menjaga api semangat pelayanan tetap menyala. Memang tidak mudah merintis pelayanan di kampus, apalagi dengan keterbatasan jumlah orang. Tetapi justru di situlah saya melihat tangan Tuhan yang meneguhkan mereka. Sangat bersyukur bahwa di tengah segala keterbatasan, ada hati yang berkobar untuk Kristus.
Pendamping yang Setia
Hal lain yang sangat saya syukuri adalah keberadaan para pendamping yang setia menolong pelayanan mahasiswa di Maumere. Saya khusus menyebutkan nama Dewi Taga, yang dengan penuh kesetiaan mendampingi mereka. Kehadiran Dewi menjadi teladan yang indah. Di tengah kesibukan dan pergumulan pribadi, ia tetap setia menolong mahasiswa menata PMK yang baru seumur jagung. Dedikasi seperti ini bukan hal yang ringan, dan saya percaya hanya kasih Kristus yang membuatnya terus bertahan.
Selain itu, saya juga bersyukur mendengar kabar tentang KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) yang dipimpin oleh Kak Yolish Haning dan Dewi. Walaupun saat ini karena kesibukan pekerjaan Kak Yolish, KTB tersebut sementara dilanjutkan oleh Dewi, tetapi keberlanjutan pembinaan tetap terjaga. Saya tahu tidak mudah, apalagi Kak Yolish harus bekerja hingga malam bahkan kadang masuk kerja pada hari Sabtu. Namun, kerelaan untuk tetap terlibat adalah bukti nyata bahwa pelayanan mahasiswa di Maumere tidak pernah dikerjakan sendirian. Ada rekan-rekan yang dengan rela menginvestasikan hidup bagi generasi muda.
PA Bersama Alumni
Foto Kak Senny bersama para alumni Perkantas di Maumere selepas PA
Pada Sabtu malam, saya juga berkesempatan untuk PA (Pendalaman Alkitab) bersama para alumni. Pertemuan ini menjadi pengalaman yang menggembirakan. Dua orang alumni baru hadir yaitu Kak Jack Messah dan Christin, alumni MIPA UNDANA Kupang. Kami bersama-sama menggali Firman Tuhan, mendengarkan pergumulan, sekaligus saling menguatkan.
Hati saya bersukacita melihat bahwa alumni pun terus setia berjalan dalam Tuhan. Bahkan dalam kesempatan itu Dewi membagikan kebutuhan pelayanan PMK, khususnya terkait pembicara dan pemimpin KTB. Tanggapan Kak Jack sungguh menguatkan: ia bersedia menolong dalam hal itu. Inilah momen yang membuat saya semakin yakin, pelayanan mahasiswa tidak boleh berjalan sendiri; dukungan dan keterlibatan alumni adalah hal yang sangat penting.
Dari perjumpaan ini, lahirlah harapan besar. Saya rindu melihat lebih banyak alumni yang bergabung, dan memberikan pendampingan yang konsisten kepada mahasiswa. Sebab pelayanan mahasiswa yang baru dirintis sangat membutuhkan perhatian, arahan, dan dukungan dari mereka yang lebih dahulu berjalan. Saya percaya apabila alumni mau melibatkan diri secara nyata, maka PMK UNIPA akan bertumbuh lebih stabil. Mahasiswa yang saat ini melayani kelak akan menjadi alumni, dan bila mereka memiliki kerinduan yang sama untuk menetap dan melanjutkan pelayanan, maka kesinambungan itu akan terus terjadi dari generasi ke generasi.
Ucapan Syukur dan Terima Kasih
Saya juga ingin menyampaikan terima kasih khusus kepada Kak Rabea Seo yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk melayani di Maumere. Kesempatan itu sungguh menjadi berkat besar. Saya yakin bahwa pelayanan di Maumere adalah bagian dari rencana besar Allah untuk meneguhkan iman mahasiswa, memperluas pekerjaan-Nya, dan menghadirkan terang Kristus di tengah-tengah dunia kampus.
Akhirnya tiga hari di Maumere terasa begitu singkat, tetapi meninggalkan kesan yang sangat dalam. Dalam hati saya terpatri satu hal: pelayanan adalah anugerah, dan anugerah itu patut selalu disyukuri. Maumere mengingatkan saya bahwa pelayanan bukan soal jumlah, fasilitas, atau kenyamanan, melainkan tentang kesetiaan, kerinduan, dan kasih kepada Kristus. Karena itu, saya pulang dengan hati yang dikuatkan, dengan doa agar pelayanan di Maumere terus bertumbuh, mahasiswa semakin diperlengkapi, alumni semakin terlibat, dan pendamping semakin diteguhkan. Tuhan yang memulai pekerjaan baik ini, pasti akan setia menyempurnakannya.