Kategori
Berita Ladang

Melihat Tangan Tuhan Bekerja Di Maumere

Melihat Tangan Tuhan
Bekerja Di Maumere

Oleh: Senny Pellokila - Staf Perkantas Kupang

     Pada tanggal 12–14 September lalu, saya mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan pelayanan ke Maumere. Perjalanan singkat tiga hari itu ternyata membawa banyak berkat, penguatan, sekaligus pengharapan baru bagi saya pribadi maupun bagi rekan-rekan yang sedang melayani di sana. Setiap rangkaian kegiatan yang dijalani baik bersama mahasiswa, panitia, pengurus maupun alumni, semuanya meneguhkan hati bahwa Tuhan sungguh bekerja dengan cara-Nya yang indah di kota ini. Karena itu, yang lahir dalam hati saya setelah pulang dari Maumere adalah ucapan syukur.

Pembinaan Badan Pengurus dan Panitia KATA

Travelling Perkantas Maumere September 2025

Foto Kak Senny bersama adik-adik pengurus dan panitia KATA PMK UNIPA selepas pembinaan

     Setibanya di Maumere pada Jumat sore, rangkaian pelayanan langsung dimulai pada malam harinya. Saya mendapat kesempatan membawakan pembinaan kepada teman-teman badan pengurus dan panitia KATA (Kebaktian Awal Tahun Ajaran). Tema yang dibagikan adalah mengenai Kesetiaan dan Kualitas Pelayanan.

     Melihat antusiasme mereka mendengar Firman Tuhan sungguh menjadi berkat tersendiri bagi saya. Walaupun masih muda dan baru menapaki pelayanan, mereka memperlihatkan kesungguhan hati untuk belajar, bertumbuh, dan mengerjakan pelayanan dengan penuh tanggung jawab. Semangat itu membuat saya kembali merenungkan bahwa Tuhan selalu menyediakan generasi yang rindu melayani-Nya.

Memimpin KATA di PMK UNIPA

Travelling Perkantas Maumere September 2025

Foto Kak Senny bersama adik-adik PMK UNIPA selepas KATA

     Keesokan harinya pada Sabtu, 13 September saya mendapat kesempatan memimpin KATA di Persekutuan Mahasiswa Kristen Universitas Nusa Nipa (PMK UNIPA). Momen ini sungguh mengharukan. Jumlah mahasiswa yang hadir memang tidak banyak, tetapi yang penting adalah kerinduan mereka untuk bersekutu, beribadah, dan saling menguatkan dalam Tuhan.

     Saya melihat bagaimana mereka dengan sederhana menata jalannya ibadah PMK, mengajak teman-teman lain untuk ikut bergabung, dan menjaga api semangat pelayanan tetap menyala. Memang tidak mudah merintis pelayanan di kampus, apalagi dengan keterbatasan jumlah orang. Tetapi justru di situlah saya melihat tangan Tuhan yang meneguhkan mereka. Sangat bersyukur bahwa di tengah segala keterbatasan, ada hati yang berkobar untuk Kristus.

Pendamping yang Setia

     Hal lain yang sangat saya syukuri adalah keberadaan para pendamping yang setia menolong pelayanan mahasiswa di Maumere. Saya khusus menyebutkan nama Dewi Taga, yang dengan penuh kesetiaan mendampingi mereka. Kehadiran Dewi menjadi teladan yang indah. Di tengah kesibukan dan pergumulan pribadi, ia tetap setia menolong mahasiswa menata PMK yang baru seumur jagung. Dedikasi seperti ini bukan hal yang ringan, dan saya percaya hanya kasih Kristus yang membuatnya terus bertahan.

     Selain itu, saya juga bersyukur mendengar kabar tentang KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) yang dipimpin oleh Kak Yolish Haning dan Dewi. Walaupun saat ini karena kesibukan pekerjaan Kak Yolish, KTB tersebut sementara dilanjutkan oleh Dewi, tetapi keberlanjutan pembinaan tetap terjaga. Saya tahu tidak mudah, apalagi Kak Yolish harus bekerja hingga malam bahkan kadang masuk kerja pada hari Sabtu. Namun, kerelaan untuk tetap terlibat adalah bukti nyata bahwa pelayanan mahasiswa di Maumere tidak pernah dikerjakan sendirian. Ada rekan-rekan yang dengan rela menginvestasikan hidup bagi generasi muda.

PA Bersama Alumni

Travelling Perkantas Maumere September 2025

Foto Kak Senny bersama para alumni Perkantas di Maumere selepas PA 

     Pada Sabtu malam, saya juga berkesempatan untuk PA (Pendalaman Alkitab) bersama para alumni. Pertemuan ini menjadi pengalaman yang menggembirakan. Dua orang alumni baru hadir yaitu Kak Jack Messah dan Christin, alumni MIPA UNDANA Kupang. Kami bersama-sama menggali Firman Tuhan, mendengarkan pergumulan, sekaligus saling menguatkan.

     Hati saya bersukacita melihat bahwa alumni pun terus setia berjalan dalam Tuhan. Bahkan dalam kesempatan itu Dewi membagikan kebutuhan pelayanan PMK, khususnya terkait pembicara dan pemimpin KTB. Tanggapan Kak Jack sungguh menguatkan: ia bersedia menolong dalam hal itu. Inilah momen yang membuat saya semakin yakin, pelayanan mahasiswa tidak boleh berjalan sendiri; dukungan dan keterlibatan alumni adalah hal yang sangat penting.

     Dari perjumpaan ini, lahirlah harapan besar. Saya rindu melihat lebih banyak alumni yang bergabung, dan memberikan pendampingan yang konsisten kepada mahasiswa. Sebab pelayanan mahasiswa yang baru dirintis sangat membutuhkan perhatian, arahan, dan dukungan dari mereka yang lebih dahulu berjalan. Saya percaya apabila alumni mau melibatkan diri secara nyata, maka PMK UNIPA akan bertumbuh lebih stabil. Mahasiswa yang saat ini melayani kelak akan menjadi alumni, dan bila mereka memiliki kerinduan yang sama untuk menetap dan melanjutkan pelayanan, maka kesinambungan itu akan terus terjadi dari generasi ke generasi.

Ucapan Syukur dan Terima Kasih

     Saya juga ingin menyampaikan terima kasih khusus kepada Kak Rabea Seo yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk melayani di Maumere. Kesempatan itu sungguh menjadi berkat besar. Saya yakin bahwa pelayanan di Maumere adalah bagian dari rencana besar Allah untuk meneguhkan iman mahasiswa, memperluas pekerjaan-Nya, dan menghadirkan terang Kristus di tengah-tengah dunia kampus.

     Akhirnya tiga hari di Maumere terasa begitu singkat, tetapi meninggalkan kesan yang sangat dalam. Dalam hati saya terpatri satu hal: pelayanan adalah anugerah, dan anugerah itu patut selalu disyukuri. Maumere mengingatkan saya bahwa pelayanan bukan soal jumlah, fasilitas, atau kenyamanan, melainkan tentang kesetiaan, kerinduan, dan kasih kepada Kristus. Karena itu, saya pulang dengan hati yang dikuatkan, dengan doa agar pelayanan di Maumere terus bertumbuh, mahasiswa semakin diperlengkapi, alumni semakin terlibat, dan pendamping semakin diteguhkan. Tuhan yang memulai pekerjaan baik ini, pasti akan setia menyempurnakannya.

Kategori
Event

Taat dan Setia: Bersaksi dalam Karya

Taat dan Setia: Bersaksi dalam Karya

Kamp Nasional Mahasiswa 2025

Peserta KNM 2025 dari Perkantas NTT

Foto peserta KNM beserta staf dari Perkantas NTT

    Kamp Nasional Mahasiswa (KNM) tahun 2025 telah dilaksanakan pada tanggal 13-17 Agustus, bertempat di Merlynn Park Hotel-Jakarta. Dari total kurang lebih 800 peserta yang mengikuti kamp ini, 40 diantaranya berasal dari Perkantas Nusa Tenggara Timur (32 mahasiswa dan alumni fresh graduate serta 8 orang staf). Kesempatan mengikuti KNM ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperlengkapi tetapi juga menolong kami menikmati kasih setia dan pimpinan Tuhan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

     Bukti kesetiaan dan pimpinan Tuhan kami rasakan ketika Ia mencukupkan semua yang kami butuhkan untuk mengikuti kegiatan ini. Pada awal pembentukan panitia lokal dan menyusun rancangan anggaran biaya, kami cukup pesimis karena total biaya yang dibutuhkan tergolong besar bagi kami. Kami lalu mengupayakannya dengan melakukan usaha dana setiap minggu dan juga sharing proposal ke kakak-kakak alumni. Dalam proses mengerjakannya, kami juga dihadapkan dengan tantangan untuk dapat membagi waktu dengan baik antara keluarga, kuliah/kerja dan juga pelayanan sehingga tidak jarang ada miskomunikasi dan bahkan beberapa teman memilih pergi. Namun semua proses ini mendorong kami untuk terus belajar, berupaya dan juga tidak lupa berdoa, hingga pada akhirnya Tuhan menyatakan kesetiaan dan pimpinan-Nya dengan kebutuhan dana yang cukup, bahkan lebih.

     Bukti kesetiaan dan pimpinan Tuhan juga kami rasakan melalui kehadiran orang-orang yang setia mendukung kami dalam doa, tenaga maupun dana. Kehadiran kakak-kakak staf Perkantas yang setia mendoakan dan mendampingi kami selama persiapan, kakak-kakak alumni yang mendukung kami melalui proposal yang disharingkan, maupun teman-teman sepelayanan yang membeli usaha dana kami merupakan wujud kasih Tuhan yang sungguh menghibur dan menguatkan kami untuk tekun melewati setiap proses yang ada. Kahadiran mereka juga menjadi teladan bagi kami untuk terus berkarya dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar kami.

     Tidak hanya itu, KNM merupakan momen bagi kami untuk diperlengkapi Tuhan supaya menjadi perpanjangan tangan-Nya dalam menyatakan Kerajaan Allah di tengah dunia. “Taat dan Setia : Bersaksi dalam Karya” merupakan tema utama yang diangkat berdasarkan pesan firman Tuhan dari kitab Daniel dengan tujuan untuk melahirkan komitmen-komitmen berupa kontribusi dan karya nyata di dunia profesional, lembaga misi, dukungan terhadap pelayanan Perkantas dan bahkan kerinduan untuk menjadi misionaris di negara lain. Oleh karenanya semenjak persiapan kami diarahkan untuk melakukan PA (Pendalaman Alkitab) bersama dari kitab Daniel, baca dan sharing bersama dari buku Fruitfulness On The Frontline, berdoa bersama, hingga setiap sesi pembinaan yang kami ikuti selama kegiatan KNM di Jakarta semakin memperlengkapi dan meneguhkan panggilan hidup kami untuk melayani Tuhan di bidang kami masing-masing. Dengan demikian KNM 2025 tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan pembelajaran, tetapi juga menjadi katalisator bagi perubahan nyata dan kontribusi signifikan dari kami sebagai mahasiswa Kristen di berbagai bidang kehidupan di mana pun kami berada.

Rut Waworuntu – Tim Pendamping Pelayanan Mahasiswa Kupang

    Salah satu sesi yang cukup berkesan bagi saya adalah Eksposisi Kitab Daniel yang dibawakan oleh Dr. Loh Kim Cheng mengenai Kesetiaan Dalam Tekanan seperti halnya Daniel dan teman-teman yang tetap setia kepada Tuhan meskipun berada di tengah tekanan dan ancaman dari pemerintah Babel. Bagian ini mengajarkan saya untuk tetap menjaga integritas dan keberanian dalam menghadapi berbagai ujian, belajar percaya dan mengandalkan Allah yang berdaulat supaya tetap berbuah meskipun hidup di era yang penuh ketidakpastian dan perubahan yang cepat. Saya juga bersyukur karena disediakannya Pameran Lembaga Misi di mana saya disadarkan tentang pentingnya bermisi dan ragam misi yang bisa dilakukan, menjadi tahu adanya lembaga misi di Indonesia serta membuat saya rindu untuk bisa menjadi connecting hub, bermisi, dan melayani melalui lembaga misi yang ada. Tak hanya itu, saya juga bersyukur lewat adanya Kapsel Profesi saya bisa lebih mendalami profesi yang saya pilih dengan POV sebagai saksi Kristus yang taat dan setia serta berdampak dalam era yang serba cepat, instan dan juga penuh tantangan. -Rut Waworuntu-

   “Meski Gelap Sekitarku, Bahaya Trus Menderu,.. Kuasa Kekal Disediakan Kitapun Dimampukan.. Kumau Setia, Taat Slamanya Walau Dunia Pergi Dariku, Yesuslah Sgalanya Bagiku.. ”  Penggalan lirik lagu tema KNM ini pun menjadi semangat dan komitmen kami semua untuk tetap taat dan setia memberitakan Kerajaan Allah bagi dunia. Kami percaya bahwa di dalam segala kelemahan dan keterbatasan kami, Allah sanggup menolong kami melayani Dia di zaman yang penuh tantangan ini. 

Peserta KNM 2025 dari Perkantas NTT

Foto seluruh peserta KNM 2025

Peserta KNM 2025 dari Perkantas NTT

Foto penatalayanan dari Kupang dalam sesi Eksposisi 2: Daniel 6, bersama Dr. Loh Kim Cheng

Peserta KNM 2025 dari Perkantas NTT

Foto Alan Mussu & Putri Suyono sebagai perwakilan dari NTT dalam acara parade budaya

Peserta KNM 2025 dari Perkantas NTT

Foto Pdt.Alexander Nanlohy saat memimpin sesi Sedication Service : Jadikan Aku Batu Hidupmu

Peserta KNM 2025 dari Perkantas NTT

Foto saat sesi menuliskan doa dan harapan bagi negara/bangsa yang dipilih

Peserta KNM 2025 dari Perkantas NTT

Foto sharing dalam kelompok PA

Peserta KNM 2025 dari Perkantas NTT

Foto peserta NTT setelah koordinasi daerah

Kategori
Berita Ladang

His Story, Our Journey

His Story, Our Journey

Ibadah Syukur HUT Ke-25 Perkantas Sumba Timur – Juli 2025

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto seluruh binaan yang hadir dalam ibadah syukur HUT

     Mensyukuri usia pelayanan yang sudah genap 25 tahun, Perkantas Sumba Timur mengadakan ibadah bersama untuk merayakan sekaligus mensyukuri pemeliharaan Tuhan bagi pelayanan. Ibadah syukur ini berlangsung dengan sukacita di Sekretariat Perkantas Sumba Timur pada 5 Juli 2025. Ibadah dipimpin oleh Kak Stenly Foni (Staf Perkantas Waingapu) dan dihadiri oleh 100 orang binaan yang terdiri dari siswa, mahasiswa dan alumni.

     Momen ibadah syukur ini menolong kami untuk kembali berefleksi tentang kehadiran kami sebagai siswa, mahasiswa maupun alumni dalam menghidupi visi Allah untuk menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia dengan hidup berdampak bagi sesama. Dalam khotbahnya di bawah tema His Story, Our Journey, Kak Stenly membukakan kepada kami tentang kehidupan dan pelayanan murid Kristus mula-mula, di mana dengan memahami kehendak Tuhan menolong mereka untuk dapat bertumbuh dan berdampak bagi lingkungan sekitar mereka. Dengan demikian di usia yang ke-25 tahun ini, diharapkan Perkantas Sumba Timur dapat terus bertumbuh dan berdampak bagi sekitar. 

     Salah satu bentuk kontribusi nyata yang kami lakukan untuk menjadi berkat dalam momen perayaan HUT ini adalah dengan melaksanakan aksi donor darah. Kegiatan donor darah ini dilaksanakan pada 19 Juli 2025 bertempat di unit bank darah RS Umbu Rara Meha kota Waingapu. Bersyukur karena kami dapat menunjukkan kepedulian secara langsung melalui aksi donor darah ini untuk orang-orang yang membutuhkan, sebagai bagian dari komitmen Perkantas untuk berdampak bagi sekitar. 

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto Kak Rambu Eti Ndapananjar saat mengikuti kegiatan donor darah

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto Kak Pingky Leo Lede saat mengikuti kegiatan donor darah

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto Kak Stenly Foni saat mengikuti kegiatan donor darah

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto Kak Rambu Yana Praing saat mengikuti kegiatan donor darah

    Kehadiran beberapa kakak alumni perintis dalam ibadah syukur HUT juga memberikan sukacita sekaligus semangat bagi kami untuk terus giat memberitakan Kerajaan Allah bagi sesama. Kesetiaan mereka dalam melayani, mendukung pelayanan dalam dana, daya dan doa menjadi teladan bagi generasi binaan yang baru. Kak Pingky Leo Lede selaku ketua Badan Pengurus Ranting Perkantas Sumba Timur memberikan apresiasi kepada kakak-kakak perintis dengan menyematkan pin salib sebagai ucapkan terima kasih dan syukur atas kehadiran kakak-kakak alumni yang memberikan teladan yang baik.

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto alumni perintis yang hadir dalam ibadah syukur HUT

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto penyematan pin salib oleh Kak Pingky

    Ibadah ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun, makan bersama dengan menu makanan yang disediakan oleh alumni-alumni senior, fellowship serta line dance bersama untuk memeriahkan sukacita HUT ini. Doa kami, Perkantas Sumba Timur terus hadir sebagai alat Tuhan dengan terlibat aktif menjadi berkat di mana pun kami berada supaya nama Tuhan terus dimuliakan.

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto sesi tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto sesi tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto binaan yang mengikuti kegiatan donor darah

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto Kak Stenly Foni ketika memberitakan Firman Tuhan

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto binaan yang hadir dalam ibadah syukur HUT

HUT Ke-25 Ptas Sumba Timur

Foto binaan yang hadir dalam ibadah syukur HUT

Kategori
Berita Ladang

From Output To Impact

Form Output To Impact

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua – Juni 2025

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua

Foto seluruh peserta retreat pemuridan siswa Perkantas Alor dan Atambua

     Retreat Pemuridan Siswa Alor–Atambua 2025 merupakan salah satu program dari Tim Pembimbing Siswa (TPS) Alor yang diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun sekali. Di tahun 2025, kegiatan ini terasa semakin istimewa karena dilaksanakan melalui kolaborasi pelayanan siswa dari dua wilayah, yaitu TPS Alor dan pelayanan siswa Atambua. Sinergi ini memperluas cakupan dan dampak kegiatan, menjadikan retreat ini sebagai momentum berharga untuk memperlengkapi para siswa dalam perjalanan iman mereka. Mengangkat tema “From Output to Impact”, retreat ini bertujuan untuk menolong setiap peserta memahami bahwa buah dari pemuridan bukan hanya tentang rutinitas dan aktivitas semata, melainkan tentang kehidupan yang berdampak nyata—baik di dunia siswa, mahasiswa, hingga kehidupan alumni.

     Retreat yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam di Villa Tenun Ikat Sebanjar ini dihadiri oleh 111 orang yang terdiri dari 86 peserta, 2 staf, 15 Panitia, 4 pendamping dari Atambua, serta 4 mentor dari PPA (Pusat Pengembangan Anak). Selain AKTB (Anggota Kelompok Tumbuh Bersama) dari kalangan Persisten (Persekutuan Siswa Kristen) Alor dan Atambua, peserta juga berasal dari AKTB PPA GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) Pola dan PPA Adang Buom. Keberagaman latar belakang peserta menjadi kekayaan tersendiri, di mana setiap individu hadir dengan cerita pertumbuhan rohani yang unik namun memiliki kerinduan yang sama: menjadi murid Kristus yang setia dan berdampak.

     Pembicara utama dalam kegiatan ini adalah Ev. Yohana S. Puling, S.Th., yang membukakan pemahaman mendalam tentang inti dari tema “From Output to Impact”. Dalam pemaparannya peserta diajak untuk tidak hanya puas dengan rutinitas KTB, menghafal ayat Alkitab atau keterlibatan pelayanan sebagai sebuah “output”, tetapi lebih dari itu membiarkan kebenaran firman Allah mentransformasi hidup secara menyeluruh. Dari situ lahirlah kehidupan yang berdampak nyata—yang tidak hanya terlihat di permukaan tetapi menyentuh nilai, karakter, dan keputusan sehari-hari. Dengan meneladani Daniel, peserta disadarkan bahwa pemuridan yang sejati berakar dari pengenalan yang intim akan Allah. Daniel tetap hidup dalam ketaatan, integritas dan keberanian, bukan karena sistem atau pengawasan melainkan karena ia sungguh mengenal siapa Allahnya. Inilah pemuridan yang berdampak: bukan hanya menghasilkan murid yang aktif, tetapi murid yang menjadi jawaban bagi generasi dan bangsanya.

     Kami semakin dikuatkan dengan sesi  Talk Show bertema “Student Today, Leader Tomorrow”. Dalam sesi ini peserta diajak menyadari bahwa pemuridan yang mereka jalani hari ini bukanlah sesuatu yang berhenti di dunia siswa saja. Justru pemuridan adalah bekal penting yang akan mempengaruhi masa depan mereka sebagai mahasiswa, pekerja, maupun pemimpin di berbagai sektor kehidupan. Talk show ini menolong peserta untuk melihat pentingnya keberlanjutan pemuridan dan pentingnya tetap bertumbuh dalam komunitas KTB sebagai komunitas yang sehat dan membangun.

     Tidak kalah penting, sesi Kapsel (Kapita Selekta) turut memperkuat komitmen kami. Dalam kapsel AKTB, kami diteguhkan bahwa KTB harus menjadi best circle kami—lingkaran terdekat yang menolong kami untuk hidup dalam kebenaran, bertumbuh, dan saling membangun. Sementara dalam Kapsel PKTB (Pemimpin Kelompok Tumbuh Bersama), kami dibukakan akan panggilan untuk tidak berhenti pada diri sendiri. Dengan tema “Tidak Berhenti di Aku”, kami dipanggil untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin KTB yang kelak akan memuridkan orang lain. Sesi ini mendorong kami untuk tidak hanya menerima pemuridan, tetapi juga berani melangkah sebagai pelayan yang siap melakukan multiplikasi.

     Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam suasana yang penuh sukacita, kehangatan, dan kerinduan akan firman Tuhan. Persekutuan yang terbangun antar peserta dari Alor dan Atambua menciptakan ikatan persaudaraan rohani yang erat. Kami berharap, setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya pulang dengan semangat yang baru, tetapi juga membawa visi yang diperbaharui untuk menjadi murid Kristus yang berdampak. Kami rindu mereka terus bertumbuh di dalam Kristus, menjadikan KTB sebagai wadah pembentukan karakter, dan kelak melayani generasi berikutnya dengan hati yang taat dan hidup yang menjadi berkat—sehingga dari output hidup mereka, lahirlah dampak yang memuliakan Allah.

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua

Foto Ev. Katherine Belly-Riwoe saat memimpin ibadah pembukaan

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua

Foto MC saat memandu acara pembukaan

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua

Foto seksi acara ketika memberikan arahan kepada peserta

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua

Foto Ev. Yohana S. Puling ketika memimpin sesi Eksposisi 1

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua

Foto bersama pembicara sesi Eksposisi dan Talk Show

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua

Foto sharing peserta dalam kelompok

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua

Foto sharing peserta dalam kelompok

Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua

Foto kegiatan senam pagi seluruh peserta retreat

Kategori
Event

Hadir Untuk Hari Ini

Hadir Untuk Hari Ini

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

Foto seluruh binaan yang hadir dalam Ibadah Syukur HUT Perkantas NTT

   Tahun ini Perkantas NTT merayakan sekaligus mensyukuri pemeliharaan Tuhan atas pelayanan yang sudah berlangsung sepanjang 36 tahun. Perayaan ini berlangsung dalam Ibadah Syukur bersama di Gereja Kristen Protestan Kehidupan Rohani Kupang pada 4 Juli 2025. Ibadah Syukur ini dipimpin oleh Kak Imanuel Meok (Staf Perkantas Kupang) dan dihadiri oleh 155 orang binaan yang terdiri dari siswa, mahasiswa dan alumni.

    Pada usia pelayanan yang ke-36 tahun ini, kami diajak untuk melihat kehadiran Perkantas sebagai jawaban atas masalah-masalah yang terjadi di NTT sekarang ini. Masalah keadilan, pendidikan, HAM, gizi buruk, human trafficking, mental health, sosial, PHK dan lain-lain marak terjadi di sekeliling kita. Oleh karena itu Perkantas sebagai lembaga yang membina siswa dan mahasiswa (kader masa depan) perlu prihatin dengan hal ini. Dalam khotbahnya di bawah tema Hadir Untuk Hari Ini, Kak Imanuel mengajak kami untuk belajar dari Ester dan Mordekhai yang hadir dan menjadi jawaban atas permasalahan bangsa pada saat itu (Ester 4:14). Maka di usia yang ke-36 tahun, Perkantas perlu terus melihat diri sebagai alat Tuhan yang hadir dan terlibat dalam penyelesaian masalah-masalah di NTT sekarang ini.

    Kami juga dikuatkan melalui video sharing dari Pendeta Gustaf Nenu, Alumni Perkantas yang saat ini melayani di GMIT Overa Fatululat, Klasis Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang yang diputar sebelum sesi pemberitaan Firman. Dalam video tersebut Kak Gustaf mensharingkan tentang program GASING (Gereja Bersih Stunting) yang dilakukan oleh Kak Gustaf bersama jemaat di sana melalui pemberian asupan gizi tambahan berupa 1 butir telur ayam organik setiap hari kepada ibu hamil, ibu menyusui dan anak di bawah 2 tahun yang ada di desa Fatumonas.  Selain itu Kak Gustaf bersama jemaat juga membuka lapangan pekerjaan di bidang pertanian lahan kering dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, sebagai langkah untuk mengurangi angka human trafficking yang cukup tinggi di NTT. Sharing ini mendorong kami untuk menggumulkan dampak apa yang bisa kami berikan melalui profesi masing-masing dalam menjawab berbagai permasalahan di NTT.

    Kami pun diberkati melalui kehadiran Oma Arnoldus dalam Ibadah Syukur HUT tahun ini, yang mana Oma Arnoldus dahulu sering menyediakan rumahnya sebagai tempat beribadah pada masa awal pelayanan Perkantas dirintis di NTT. Kehadiran Oma Arnoldus menjadi sukacita dan dorongan bagi kami untuk terus hadir dan menjadi alat bagi Tuhan dalam menyatakan kemuliaan-Nya. Akhirnya, ibadah ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun, makan bakso dan fellowship bersama. Doa kami, Perkantas terus hadir sebagai alat Tuhan dengan terlibat aktif dalam penyelesaian masalah-masalah di NTT supaya nama Tuhan terus dimuliakan.

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

Foto saat ibadah berlangsung

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

Foto Kak Imanuel Meok ketika memimpin pemberitaan Firman

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

Foto saat ibadah berlangsung

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

Foto persembahan pujian dari alumni perintis

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

Foto saat menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

Foto perwakilan komponen meniup lilin ulang tahun

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

Foto Kak Linda Moata (Ketua Badan Pengurus Cabang Perkantas NTT) saat memberikan sambutan

HUT 36 Tahun Perkantas NTT

Foto fellowship di akhir ibadah

Kategori
Event

To Be and To Work with HIM

To Be and To Work with HIM

PEMBINAAN BOARD PERKANTAS NTT
Hotel Sahid T-More Kupang, 14-15 Juni 2025

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Baris depan dari kiri ke kanan: Kak Abraham Talluta-BPC, Kak Stef Ndun-BPC, Kak Melky Takoy-TP3 Atambua, Kak Linda Moata-BPC, Kak Hilda Suherman-BPN, Kak Robby Lugito-Alumni, Kak Bubun Bangalino-BPC, Kak Lucia Pirayana-TP3 Waibakul, Kak David Tambaru-BPC, Kak Butje Fanggi-BPC
Baris tengah dari kiri ke kanan: Kak Pingki Leo Lede-BPR Waingapu, Kak Yuli Walli-BPR Kefa, Kak Helena Selan-BPR Soe, Kak Ija Sopaba-BPR Soe, Kak Ita Takoy-TP3 Atambua, Kak Elsa Boimau-BPR Soe, Kak Vita Karmany-BPC, Kak Jener Tloim-BPR Soe, Kak Jeny Ngana TP3 Waibakul, Kak Elnora Sitio-BPR Waingapu, Kak Novri Noenoehitoe-BPC, Kak Elita Theofani-Alumni Perkantas Jakarta, Kak Merly Bunga-TP3 Sabu, Kak Ance Tamelab-BPR Kefa
Baris belakang dari kiri ke kanan: Kak Arlin Sing-BPC, Kak Domi Sesfao-BPR Soe, Kak Herson Hawu-TP3 Sabu, Kak Kris Missa-BPR Kefa, Kak Nusan Willa-BPR Kefa, Kak Egidius Laka-BPR Kefa, Kak Rabea Seo-Staf Kupang, Kak Adi Rishard-BPR Kefa

  “Board ini sebenarnya apa dan harus berbuat apa? Apa tugas dan tanggung jawab board? Apa peran penting board dalam pelayanan Perkantas? Bagaimana board bisa memanajemen waktu agar bisa membagi fokus antara pekerjaan, keluarga dan pelayanan supaya bisa seimbang? Bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan di daerah mereka? Bagaimana cara fundraising?  Disiplin rohani seperti apa yang dibutuhkan oleh seorang board supaya bisa melayani dengan baik? Bagaimana menghadapi ketakutan-ketakutan board?”

    Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan pergumulan-pergumulan para pengurus Yayasan Regio NTT, dan karena itu menjadi alasan diadakannya Pembinaan Board Perkantas Regional NTT di bulan Juni kemarin. Board atau Pengurus Yayasan di Level Regio (BPC/Badan Pengurus Cabang), Level Ranting (BPR/Badan Pengurus Ranting) maupun dalam tahap perintisan (TP3/Tim Perintis Pelayanan Perkantas) adalah tim yang berperan penting untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan Perkantas sebagai organisasi. Meski board tidak se-aktif staf di ladang pelayanan, tetapi board berperan memastikan pelayanan Perkantas secara finansial dan organisasi tertata dengan baik, hak dan kewajiban staf terpenuhi dan bersama staf memikirkan rencana strategis untuk mengembangkan pelayanan di daerah.

    Selayaknya staf dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai murid Kristus, anggota board perlu tetap bertumbuh dan berakar dalam Kristus. Sehingga board di saat yang sama perlu terus memperlengkapi diri dengan kapasitas management organisasi yang baik dan juga kehidupan rohani yang baik. “To Be and To Work with HIM” menjadi tema pada Pembinaan Board Perkantas Regional NTT yang berlangsung tanggal 14-15 Juni 2025, bertempat di Hotel Sahid T-More Kupang. Tujuannya adalah (1) Menjelaskan pentingnya kehidupan spiritual board yang mendukung pelayanan dengan terus “mengidentifikasi” karakter dan karya Kristus dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam pelayanan yang dikerjakan di Perkantas; (2) Menjelaskan perspektif yang benar tentang peran sebagai board; (3) Membangun semangat melayani board sebagai murid dalam persekutuan dan dalam mendukung pekerjaan pemuridan Perkantas; dan (4) Mengerjakan pelayanan dengan “hati sebagai hamba” yang mau terus belajar, diajar dan mengalami Tuhan.

    Peserta yang mengikuti pembinaan board berasal dari daerah-daerah binaan Perkantas Regional NTT yakni dari Kupang 12 orang yang terdiri dari BPC 9 orang, BPN (Badan Pengurus Nasional) 2 orang dan PC (Pimpinan Cabang) 1 orang, BPR Soe 5 orang, BPR Kefamenanu 6 orang, BPR Waingapu 2 orang, TP3 Waibakul 2 orang, TP3 Atambua 2 orang, dan TP3 Sabu 2 orang. Pembinaan board dilaksanakan selama 2 hari yang terdiri dari beberapa sesi tiap harinya. Pada hari pertama tanggal 14 Juni 2025, Ibadah Pembuka dipimpin oleh Kak David Tambaru dengan tema “To Be With Him”. Pada sesi ini Kak David mengingatkan board untuk hidup bersama Kristus, artinya wajib hidup seperti Kristus hidup, dan itu tidak mudah sehingga hanya mungkin jika kita punya hubungan yang intim dan berakar dalam Kristus, hidup di dalam Dia dan Dia di dalam kita, hidup diajar oleh Dia dan dalam rencana-Nya. Kemudian dilanjutkan dengan sesi Seminar I oleh Kak Hilda Suherman dengan tema “Perspektif Yang Benar Tentang Peran Sebagai Board”. Pada sesi ini para board dibukakan tentang peran dan tanggung jawab sebagai board dan bahwa semua peran board yakni memimpin, mengawasi, membimbing, memutuskan akan rapuh bila tidak dilandasi oleh kehidupan rohani yang sehat. Dalam sesi ini juga dibukakan hal-hal yang perlu diwaspadai oleh board agar dapat mengidentifikasinya sedari dini sehingga pelayanan dapat bertumbuh dalam rencana Tuhan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi doa dan fellowship yang dipandu oleh Kak Rabea Seo. Pada bagian ini board dibagi dalam kelompok untuk mensharingkan pergumulan pelayanan mereka masing-masing kemudian saling mendoakan.

    Hari kedua pembinaan board dimulai dengan Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Kak Roby Lugito dengan tema “To Work With Him”. Pada sesi ini Kak Roby mengajak board untuk merefleksikan kembali karya keselamatan yang Yesus telah kerjakan bagi kita, dan membangun semangat melayani board sebagai murid dalam persekutuan dan dalam mendukung pekerjaan pemuridan Perkantas. Setelah itu sesi berikutnya adalah Seminar II yang dibawakan oleh Kak Hilda Suherman dengan tema “Praktikal, Tips-Tips Dalam Melayani Sebagai Board”. Pada bagian ini Kak Hilda membagikan bagaimana tips-tips fundraising yang pernah dikerjakan oleh Kak Hilda sendiri, kemudian membangun kerangka berpikir board untuk melihat potensi dari daerah masing-masing yang dapat digunakan sebagai bahan fundraising. Kak Hilda juga mengajak board untuk memahami bahwa fundraising yang sehat dimulai dari doa, dipelihara dalam iman, dan ditutup dengan ucapan syukur. Selain itu Kak Hilda membagikan tips-tips bagaimana menyeimbangkan keluarga, pekerjaan dan pelayanan, bagaimana membangun komunikasi bersama staf di daerah masing-masing dan mengajak board untuk memperhatikan dan memelihara kebutuhan staf. Dari materi yang dibagikan, board kemudian dikelompokkan sesuai daerah masing-masing untuk memikirkan secara konkret pelaksanaan di lapangan nanti setelah pulang dari pembinaan.

    Sesi terakhir yaitu Ibadah Penutup dengan tema “Faithful Servant” dipimpin oleh Kak Roby Lugito. Setelah semua rangkaian sesi yang telah disampaikan oleh para pembicara, sesi ini membukakan bahwa kualitas karakter yang bisa kita kontrol adalah kesetiaan, sehingga kita bisa memilih untuk tetap setia mengerjakan panggilan sebagai board karena Kristus pun tetap setia dan tidak pernah menyerah akan hidup kita. Kak Roby mengajak board untuk memberikan hidup tanpa takut dan ragu untuk menjadi serupa serta menjadi rekan sekerja Allah dalam mengerjakan rancangan besar-Nya dalam dunia ini.

    To Be and To Work With HIM menjadi komitmen para board setelah pembinaan ini. Mereka kembali ke daerah masing-masing dengan sukacita karena diisi dan disegarkan oleh Tuhan. Kiranya board semakin diproses dan dibentuk oleh Tuhan agar semakin kuat dan kokoh dalam menjalankan pelayanan yang Tuhan percayakan.

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto Kak David Tambaru ketika memimpin Ibadah Pembuka

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto Kak Hilda Suherman ketika menyampaikan materi dalam sesi Seminar 1

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto Kak Roby Lugito ketika memimpin Ibadah Minggu

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto penyampaian materi dalam sesi Seminar 2

 

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto saat Ice Breaking

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto saat sesi fellowship dan doa bersama dalam kelompok

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto saat tanya-jawab dalam sesi seminar

Pembinaan Board Perkantas NTT 2025

Foto seluruh peserta Pembinaan Board Perkantas NTT

Kategori
Kesaksian Pribadi

Sukacita Kami

Sukacita Kami

     Dalam Rapat Evaluasi 6 Bulanan Perkantas NTT yang berlangsung di Rumah Persekutuan Perkantas Kupang, 11-12 Juni 2025, para staf dari seluruh daerah pelayanan regional NTT tidak hanya mengevaluasi dan mendiskusikan strategi pelayanan tetapi juga berkesempatan mensharingkan tentang pertumbuhan iman dan karakter adik-adik binaan. Cerita-cerita ini menjadi sukacita dan semangat bagi kami untuk terus melayani. 

Keluarga Baru

     Adik-adik binaan memberi kesaksian bahwa mereka menemukan keluarga baru melalui relasi yang dibangun dalam KTB (Kelompok Tumbuh Bersama). Sebagai remaja yang masih mencari jati diri di tengah maraknya pergaulan bebas sekarang ini, KTB menjadi tempat yang aman bagi mereka untuk jujur dan bertumbuh. Saudara KTB juga menjadi orang yang paling peduli, tidak hanya saat pertemuan KTB. 

     Ketika mereka terbuka untuk saling sharing tentang pergumulan hidup dengan saudara KTB, mereka disadarkan bahwa pertumbuhan rohani tidak terjadi ketika mereka pura-pura terlihat baik, namun ketika mereka jujur akan kelemahan diri dan saling mendukung. Kehadiran saudara KTB juga menolong mereka untuk saling mengingatkan agar tidak hanya mengejar pengetahuan rohani dengan belajar firman, tetapi taat menghidupi firman serta saling menegur dengan kasih. Doa bersama yang dibangun dalam KTB semakin menguatkan mereka karena mengetahui bahwa ada saudara seiman yang selalu peduli dan mendoakan pergumulan mereka.

Perubahan Karakter

     Relasi dalam KTB tidak hanya menghadirkan keluarga baru yang menolong pertumbuhan iman adik-adik binaan, tetapi juga menolong mereka mengalami perubahan karakter yang semakin baik. Mereka memberi kesaksian bahwa melalui kebiasaan sharing tentang pergumulan hidup dalam KTB, mereka belajar membuka diri dan peduli tentang pergumulan sesama, bukan memikirkan kepentingan pribadi. Pembinaan dalam KTB juga mendorong mereka untuk hidup menyatakan kasih dengan menjadi berkat bagi sesama, dimulai dari keluarga. Karena itu mereka memulainya dengan hal-hal kecil seperti membantu mengerjakan pekerjaan rumah, antar/jemput keluarga ke sekolah, pasar dan sebagainya, atau sekedar menjadi teman cerita. Hal ini menolong mereka belajar setia dalam hal kecil tanpa motivasi untuk mencari pujian.

Dunia Kerja

     Pengalaman bertumbuh dalam KTB juga menolong mereka saat memasuki dunia alumni dan bergumul dengan pekerjaan. Adik-adik binaan memberi kesaksian bahwa ketika mereka bergumul untuk mencari pekerjaan, kehidupan rohani melalui Saat Teduh maupun Pendalaman Alkitab yang sudah dibangun sejak ber-KTB di siswa-mahasiswa menolong mereka untuk selalu bergantung pada pimpinan Tuhan. Ketika mereka bergumul dengan tantangan untuk kompromi di dunia kerja, kehadiran saudara seiman yang saling sharing dan mendoakan juga menolong mereka untuk tetap berhikmat dan menjadi berkat di lingkungan kerja.

     Kami bersyukur, dari cerita-cerita ini kami dapat melihat bahwa Tuhan terus memelihara pelayanan ini dan memberi pertumbuhan kepada adik-adik yang dibina.  Kami pun sadar bahwa pelayanan ini bukan milik kami melainkan milik Tuhan, dan kami hanya orang-orang yang diundang untuk ikut mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, biarlah melalui pelayanan ini nama Tuhan terus dimuliakan. 

Kategori
Event

Menjadi Saksi Kebesaran Tuhan

Menjadi Saksi Kebesaran Tuhan

Rapat Kerja 6 Bulan Perkantas NTT

All Staf Perkantas NTT - Juni 2025

Foto 21 orang staf Perkantas NTT yang mengikuti RAKER 6 Bulan 2025

    Rapat Kerja (RAKER) 6 Bulan Perkantas NTT tahun 2025 berlangsung di Rumah Persekutuan Perkantas Kupang, 11-12 Juni. RAKER ini dihadiri oleh 21 orang staf yang melayani di Perkantas NTT. Tujuan RAKER ini diadakan untuk mengevaluasi pelayanan selama 6 bulan terakhir dan merencanakan pelayanan 6 bulan ke depan, saling sharing tentang penyertaan Tuhan dalam mengerjakan pelayanan serta mendoakan pergumulan yang ada.

    RAKER hari pertama dimulai dengan ibadah bersama yang dipimpin Kak Senny Pellokila dengan tema PANGGILAN KRISTUS: Antara Panggilan dan Tanggung Jawab. Dalam sharingnya, Kak Senny mengingatkan staf untuk menjaga kehidupan rohani di tengah kesibukan pelayanan agar staf bisa terus bertumbuh.

    RAKER hari pertama juga menolong staf melihat penyertaan Tuhan yang mencukupkan segala keperluan dalam pelayanan, dengan terlaksananya travelling ke kota-kota perintisan dan pengembangan serta kegiatan Siswa Membaca Alkitab (SMA) dan Bulan PI. Kebaikan Tuhan pun dinyatakan melalui kehadiran orang-orang yang memberi diri menjadi panitia serta memberi dukungan dana dalam persiapan Kamp Nasional Mahasiswa (KNM) Agustus mendatang serta Kamp Regional Alumni (KRA) tahun 2026.

     Kehadiran siswa, mahasiswa dan alumni yang memberi diri untuk dibina menjadi bukti nyata pimpinan Tuhan yang kami saksikan melalui kesempatan sharing tentang kemajuan pemuridan di setiap kota. Pertumbuhan iman dan karakter mereka menjadi semangat dan dorongan bagi kami untuk semakin giat memberitakan Kabar Keselamatan dan Memuridkan. Kami juga mendengarkan sharing dan bersama mendoakan Kak Inda (Kupang ke Waikabubak), Kak Yesti (Soe ke Kupang) dan Kak Rince (resign dari Perkantas Kefa dan melayani sebagai ASN) tentang pergumulan mereka menyesuaikan diri dengan tempat pelayanan yang baru.

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Gospel (Staf Kupang) sedang melaporkan pelaksanaan kegiatan SMA

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Nona Riwoe (Staf Alor) sedang melaporkan progress persiapan KRA

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Yesti Radja (Staf Kupang) ketika mensharingkan pergumulan menyesuaikan diri dengan tempat pelayanan yang baru

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto dari kiri ke kanan (Kak Inda Jacob-Staf Waikabubak, Kak Mada Willa-Staf Alor, Kak Nita Mila-Staf Waingapu) saat makan siang bersama

Foto dari kiri ke kanan (Kak Serli Missa-Staf Soe, Kak Stenly Foni-Staf Waingapu, Kak Eben Dapa Zesi-Staf Waikabubak) saat mensharingkan perkembangan Pemuridan di kota masing-masing

    Kesulitan-kesulitan yang kami hadapi dalam mengembangkan Pemuridan di daerah menolong kami semakin bergantung kepada Tuhan dan terus melakukan evaluasi untuk pelayanan yang lebih baik. Oleh karenanya dalam RAKER hari ke-2 kami bersama melakukan evaluasi, saling sharing dan berdoa bersama tentang kesulitan serta hal-hal yang dapat kami kembangkan untuk kemajuan Pemuridan di kota kami masing-masing.

    RAKER hari ke-2 ditutup dengan ibadah bersama yang dipimpin Kak Imanuel Meok dengan tema Natur Seorang Pelayan Rohani. Dalam khotbahnya Kak Nuel mengingatkan staf bahwa natur seorang pelayan rohani adalah memiliki keberanian, ketulusan, kelembutan serta kesaksian hidup. Oleh karenanya Kak Nuel mendorong staf untuk berjuang menumbuhkan natur pelayan rohani dalam diri demi kemajuan pelayanan untuk kemuliaan Allah. Setelahnya atas dukungan BPC (Badan Pengurus Cabang) kami berkesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan bersama dr. Ariyanti Yusnita (direktur RS St. Carolus Borromeus Kupang), dr. Exhantie Jezua dan dr. Gusto Mesakh serta berfellowship dalam makan malam bersama.

    Kami bersyukur kepada Tuhan atas terselenggaranya RAKER 6 Bulan Perkantas NTT ini dengan baik. Lebih dari pada itu, kami bersyukur melalui RAKER ini Tuhan menunjukkan kebesaran-Nya bahwa Dia tidak hanya mempercayakan, tetapi juga memelihara dan mencukupkan segala sesuatu bagi kami di dalam mengerjakan Amanat Agung-Nya. Ini menjadi semangat yang terus mendorong kami agar setia menjangkau lebih banyak jiwa bagi kemuliaan-Nya, serta terus bergantung kepada-Nya di dalam doa.

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Imanuel Meok (Staf Kupang) ketika menyampaikan Firman dalam ibadah penutup

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Nona Riwoe saat pemeriksaan tekanan darah dengan dr. Gusto Mesakh

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Mada Willa saat pemeriksaan kadar gula darah dengan dr. Exhantie Jezua

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto Kak Dance Dengak (Staf Kupang) saat pemeriksaan kesehatan jantung dan paru-paru dengan dr. Ariyanti Yusnita

RAKER 6 Bulan Ptas NTT

Foto staf dan BPC saat fellowship  dalam makan malam bersama

Kategori
Berita Ladang

Only By HIS Grace

"Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah" (2 Korintus 3:5)

    Bulan Maret dan April adalah bulan penuh berkat dimana Tuhan memberikan kesempatan kepada kami untuk terus mengembangkan pelayanan mahasiswa di Maumere. Melalui Traveling staf dari Kupang (Kak Rabea Seo) dan  perkunjungan Dokter Bobby Koamesah bersama isteri (dr. Idawati Koamesah) memberi semangat, dukungan dan inspirasi bagi kami. Kami tahu bahwa kekuatan kami berasal dari Allah dan juga dukungan dari kakak-kakak semua.

    Perjalanan traveling Kak Rabea kali ini diadakan tanggal 19-23 Maret 2025, dimana pada tanggal 19 Maret kami belajar tentang Bersaksi Sebagai Gaya Hidup. Kak Rabea kembali mengingatkan kami pentingnya menceritakan kasih Kristus kepada teman-teman di kampus. Selain teori tentang Kabar Keselamatan (PI), kami juga diajar bagaimana membuat alat peraga “Buku Tanpa Kata” untuk memudahkan kami dalam menceritakan kasih Kristus. PI Pribadi ke kampus kami follow up di bulan April sesuai dengan program bulan PI. Kami tahu ini adalah tantangan baru bagi kami dalam menjangkau jiwa untuk dikenalkan pada Kristus dan dimuridkan melalui pemuridan kelompok kecil.

    Selain materi Bersaksi sebagai Gaya Hidup, di tanggal 20 Maret 2025 Kak Rabea juga mengajak kami untuk belajar mengenali pribadi kami masing-masing dengan bantuan alat tes MBTI dan Eneagram. Materi pengenalan diri ini menolong kami mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sehingga kami bisa saling menerima dan saling melengkapi dalam melayani Tuhan. Kiranya kami semakin sehati dan kompak dalam mengembangkan pelayanan di Maumere yang memiliki banyak tantangan. Kami akan terus meningkatkan kesehatian dan terus saling mendukung dalam pelayanan.

    Pada traveling kali ini kami juga dilengkapi melalui SEMINAR PRA PASKAH dengan Tema “PENDERITAAN TOTAL”  yang disampaikan oleh dr. Bobby Koamesah di Gedung GMIT Kalvari. Kami bersyukur untuk beberapa Alumni yang menjadi majelis di GMIT Kalvari sehingga dapat melakukan kerja sama dengan pihak gereja dan panitia hari raya gereja (PHRG) sehingga seminar ini dibuka untuk majelis dan jemaat. Pemahaman baru tentang penderitaan total Kristus memotivasi kami untuk lebih mencintai Tuhan dan memiliki relasi yang dalam dengan-Nya.

     Pemahaman tentang penderitaan Kristus juga dibukakan dalam Ibadah Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) UNIPA di kampus pada hari Sabtu, 22 Maret 2025 dengan tema “Salib-Nya mengubah HIdup”. Ibadah dipimpin oleh Kak Rabea Seo yang kembali mengingatkan peserta ibadah untuk merenungkan makna penderitaan Kristus dalam kehidupan ini sehingga melalui penderitaan dan kematian Kristus, kita dapat bangkit untuk melakukan yang terbaik bagi-Nya. Di hari yang sama, pada malam hari para Alumni juga berkumpul untuk belajar Firman Tuhan dalam PA (Pendalaman Alkitab) Alumni. PA Alumni memotivasi mereka untuk terus bertumbuh dan setia pada Tuhan serta mendorong alumni untuk terus mendukung pergerakan pelayanan mahasiswa.

    Sebelum kepulangan Kak Rabea ke Kupang di hari minggu, kami menyempatkan diri untuk mengadakan Rapat Evaluasi dan Perencanaan Pelayanan Mahasiswa. Kami melihat semua pelayanan berjalan dengan baik hanya karena anugerah Tuhan yang memampukan kami untuk mengerjakan pelayanan ini. Ada banyak tantangan yang kami hadapi namun anugerah Tuhan cukup bagi kami dalam mengatasi setiap persoalan yang ada. Kami mau terus belajar untuk bergantung kepada Tuhan dalam mengerjakan pelayanan ini. Kami sadar dengan diri kami sendiri, kami tidak sanggup mengerjakan pelayanan ini namun karena kekuatan dan hikmat Tuhanlah kami dapat mengerjakan pelayanan ini dengan baik.

    Kami terus berjuang untuk mengerjakan program yang sudah disusun namun target kami adalah dapat membawa jiwa-jiwa yang dipercayakan kepada kami. Bulan April kami awali dengan Rapat Kalender Acara dan usaha dana untuk mendukung dua orang rekan kami (Ananda Sausabu dan Anto) yang akan mengikuti Kamp Nasional Mahasiswa di Jakarta pada Agustus mendatang. Kami juga terus bertumbuh dalam KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) baik kami yang dipimpin maupun sebagai pemimpin, karena kami menyadari KTB adalah salah satu sarana yang efektif untuk kami bertumbuh. Selain itu, kakak-kakak alumni terus membangun persekutuan melalui PA yang diadakan secara online bersama Kak Rabea. Kiranya Tuhan memberkati kami sehingga di bulan Mei dan seterusnya pelayanan kami semakin berkembang dan semakin banyak jiwa yang dijangkau serta dimuridkan. Tuhan memberkati kita semua.

Perkantas Maumere

Foto: Setelah Pembinaan Pengurus PMK Universitas Nusa Nipa (UNIPA)

Perkantas Maumere

Foto: Setelah Ibadah PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) UNIPA

Perkantas Maumere

Foto: PA Alumni dan Pengurus PMK bersama dokter Bobby