Form Output To Impact
Retreat Pemuridan Siswa Perkantas Alor dan Atambua – Juni 2025
Foto seluruh peserta retreat pemuridan siswa Perkantas Alor dan Atambua
Retreat Pemuridan Siswa Alor–Atambua 2025 merupakan salah satu program dari Tim Pembimbing Siswa (TPS) Alor yang diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun sekali. Di tahun 2025, kegiatan ini terasa semakin istimewa karena dilaksanakan melalui kolaborasi pelayanan siswa dari dua wilayah, yaitu TPS Alor dan pelayanan siswa Atambua. Sinergi ini memperluas cakupan dan dampak kegiatan, menjadikan retreat ini sebagai momentum berharga untuk memperlengkapi para siswa dalam perjalanan iman mereka. Mengangkat tema “From Output to Impact”, retreat ini bertujuan untuk menolong setiap peserta memahami bahwa buah dari pemuridan bukan hanya tentang rutinitas dan aktivitas semata, melainkan tentang kehidupan yang berdampak nyata—baik di dunia siswa, mahasiswa, hingga kehidupan alumni.
Retreat yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam di Villa Tenun Ikat Sebanjar ini dihadiri oleh 111 orang yang terdiri dari 86 peserta, 2 staf, 15 Panitia, 4 pendamping dari Atambua, serta 4 mentor dari PPA (Pusat Pengembangan Anak). Selain AKTB (Anggota Kelompok Tumbuh Bersama) dari kalangan Persisten (Persekutuan Siswa Kristen) Alor dan Atambua, peserta juga berasal dari AKTB PPA GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) Pola dan PPA Adang Buom. Keberagaman latar belakang peserta menjadi kekayaan tersendiri, di mana setiap individu hadir dengan cerita pertumbuhan rohani yang unik namun memiliki kerinduan yang sama: menjadi murid Kristus yang setia dan berdampak.
Pembicara utama dalam kegiatan ini adalah Ev. Yohana S. Puling, S.Th., yang membukakan pemahaman mendalam tentang inti dari tema “From Output to Impact”. Dalam pemaparannya peserta diajak untuk tidak hanya puas dengan rutinitas KTB, menghafal ayat Alkitab atau keterlibatan pelayanan sebagai sebuah “output”, tetapi lebih dari itu membiarkan kebenaran firman Allah mentransformasi hidup secara menyeluruh. Dari situ lahirlah kehidupan yang berdampak nyata—yang tidak hanya terlihat di permukaan tetapi menyentuh nilai, karakter, dan keputusan sehari-hari. Dengan meneladani Daniel, peserta disadarkan bahwa pemuridan yang sejati berakar dari pengenalan yang intim akan Allah. Daniel tetap hidup dalam ketaatan, integritas dan keberanian, bukan karena sistem atau pengawasan melainkan karena ia sungguh mengenal siapa Allahnya. Inilah pemuridan yang berdampak: bukan hanya menghasilkan murid yang aktif, tetapi murid yang menjadi jawaban bagi generasi dan bangsanya.
Kami semakin dikuatkan dengan sesi Talk Show bertema “Student Today, Leader Tomorrow”. Dalam sesi ini peserta diajak menyadari bahwa pemuridan yang mereka jalani hari ini bukanlah sesuatu yang berhenti di dunia siswa saja. Justru pemuridan adalah bekal penting yang akan mempengaruhi masa depan mereka sebagai mahasiswa, pekerja, maupun pemimpin di berbagai sektor kehidupan. Talk show ini menolong peserta untuk melihat pentingnya keberlanjutan pemuridan dan pentingnya tetap bertumbuh dalam komunitas KTB sebagai komunitas yang sehat dan membangun.
Tidak kalah penting, sesi Kapsel (Kapita Selekta) turut memperkuat komitmen kami. Dalam kapsel AKTB, kami diteguhkan bahwa KTB harus menjadi best circle kami—lingkaran terdekat yang menolong kami untuk hidup dalam kebenaran, bertumbuh, dan saling membangun. Sementara dalam Kapsel PKTB (Pemimpin Kelompok Tumbuh Bersama), kami dibukakan akan panggilan untuk tidak berhenti pada diri sendiri. Dengan tema “Tidak Berhenti di Aku”, kami dipanggil untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin KTB yang kelak akan memuridkan orang lain. Sesi ini mendorong kami untuk tidak hanya menerima pemuridan, tetapi juga berani melangkah sebagai pelayan yang siap melakukan multiplikasi.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam suasana yang penuh sukacita, kehangatan, dan kerinduan akan firman Tuhan. Persekutuan yang terbangun antar peserta dari Alor dan Atambua menciptakan ikatan persaudaraan rohani yang erat. Kami berharap, setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya pulang dengan semangat yang baru, tetapi juga membawa visi yang diperbaharui untuk menjadi murid Kristus yang berdampak. Kami rindu mereka terus bertumbuh di dalam Kristus, menjadikan KTB sebagai wadah pembentukan karakter, dan kelak melayani generasi berikutnya dengan hati yang taat dan hidup yang menjadi berkat—sehingga dari output hidup mereka, lahirlah dampak yang memuliakan Allah.
Foto Ev. Katherine Belly-Riwoe saat memimpin ibadah pembukaan
Foto MC saat memandu acara pembukaan
Foto seksi acara ketika memberikan arahan kepada peserta
Foto Ev. Yohana S. Puling ketika memimpin sesi Eksposisi 1
Foto bersama pembicara sesi Eksposisi dan Talk Show
Foto sharing peserta dalam kelompok
Foto sharing peserta dalam kelompok
Foto kegiatan senam pagi seluruh peserta retreat