Kategori
renungan

Tetaplah Berdoa

 

 

 

TETAPLAH BERDOA

Oleh: Mada Willa (Staf Perkantas Alor)

Berbicara tentang berdoa, istilah ini tidak asing bagi banyak orang. Berdoa selalu dikaitan sebagai bagian dari kegiatan ritual keagamaan dan dilakukan oleh semua orang beragama. Namun berbeda dengan kekristenan, doa adalah sebuah hubungan personal. Berdoa merupakan hak istimewa yang dikaruniakan Tuhan bagi kita sebagai anak-anak-Nya. Untuk mendapat hak istimewa ini ada harga mahal yang harus dibayar, yaitu dengan pengorbanan Kristus di kayu salib yang melaluinya kita dapat menghampiri Allah setiap waktu.

Berdoa adalah komunikasi personal antara Allah dengan kita sebagai anak-anak-Nya, sehingga bisa terus terhubung dengan Allah yang adalah Bapa. Itu sebabnya kita memanggil Allah dengan sebutan paling intim yaitu Bapa, sehingga dasar kita berdoa adalah kita ingin punya hubungan yang lebih dekat dengan-Nya. Dengan berdoa berarti kita sungguh menyadari ketidakberdayaan kita sebagai manusia yang terbatas dalam setiap kelemahan kita untuk bergantung kepada Allah yang adalah pencipta, pemelihara dan penebus yang kepadaNya kita berhutang dalam setiap tarikan nafas kita.

Tetaplah berdoa tidak berarti kita terus menerus mengucapkan doa yang formal, tetapi tetaplah berdoa menunjuk kepada menaikan bermacam-macam doa pada segala waktu, segala kesempatan sepanjang hari kepada Allah. Dan hal yang disampaikan bukan hanya setiap daftar permohonan kepada Allah, tetapi ada ucapan syukur, penyembahan, pengakuan dosa yang dapat dinaikan kepada Allah.

Tetaplah berdoa bukanlah suatu keadaan hidup yang mendesak untuk memaksa Tuhan menjawab setiap doa-doa kita dengan pemikiran bahwa berdoa setiap waktu bahkan semalam suntuk dengan berulang-ulang mengucapkan doa yang sama dan semakin banyak waktu berdoa, pasti Tuhan menjawab. Tetapi tetaplah berdoa adalah kesadaran akan Allah dan penyerahan diri secara total kepada Allah setiap waktu dalam hidup yang kita jalani, dengan kesadaran bahwa Allah beserta kita dan hal itu juga ditunjukkan dalam sikap hidup kita.

 Tetaplah berdoa pada dasarnya mengenai sikap hati kita yang terus menerus bersandar dan bersekutu dengan Allah. Tetaplah berdoa bukan supaya permohonan kita dijawab dengan merangkai kata, tetapi menjalin relasi yang semakin hari semakin mendalam bersama Allah. Tetaplah berdoa membuat kita mengalami hubungan sejati dan pribadi bersama Allah, merasakan kasih Allah, mengalami kekuatan walapun persoalan dan permasalahan tidak langsung sirna dengan berdoa, namun di tengah kondisi inilah kasih, kekuatan dan ketenangan diperoleh ketika tetap berdoa.

 Kedalaman kehidupan doa seseorang akan bertumbuhseiring dengan pengenalannya akan Allah melalui kehidupan yang terus melekat erat dengan FirmanNya. Semakin dalam pengenalan seseorang kepada Allah melalui Firman-Nya, semakin baik juga pola kehidupan doanya, termasuk pola-pola doanya kepada Allah dan tujuannya adalah supaya Allah dipermuliakan.

Sebagai anak-anakNya, mari tetaplah berdoa. Ketika kita telah menetapkan jam-jam doa setiap hari, maka berdoalah dan berelasilah dengan Allah ketika sudah tiba waktu yang ditetapkan. Jangan biarkan ada hal lain yang mencegah kita berdoa kepada Allah.