Hadir & Terlibat : Bukti Kesetiaan Tuhan

Oleh Kak Ega Maggang - Pimpinan Cabang Perkantas NTT

     Bersyukur kepada Tuhan yang setia memelihara sehingga pelayanan Perkantas di NTT terus berkembang dari waktu ke waktu. Pada tanggal 9 Januari 2026 saya berkesempatan melakukan kunjungan pelayanan ke Perkantas Kefa. Dalam kunjungan ini saya menghadiri Ibadah Natal & Tahun Baru sekaligus Regenerasi Pengurus Perkantas Kefa 2026. Meskipun terlambat dimulai, bersyukur ibadah ini dapat berjalan dengan baik. Ibadah dimulai pukul 17.30 dan selesai kira-kira pukul 20.00, kemudian dilanjutkan dengan acara fellowship bersama BPR (Badan Pengurus Ranting) dan alumni Perkantas Kefa hingga pukul 22.00. Ibadah dilaksanakan di Sekretariat (rumah persekutuan) Perkantas Kefa dan dihadiri oleh siswa, mahasiswa dan alumni. Saya bertugas menjadi pelayan Firman dan membacakan Surat Keputusan BPC (Badan Pengurus Cabang) untuk pengurus BPR Perkantas Kefa yang baru, yang diketuai oleh Kak Grace Saliana.

Perkantas Kefa

Foto binaan yang hadir dalam Ibadah Nataru & Regenerasi Pengurus Perkantas Kefa

Perkantas Kefa

Foto Kak Ega Magaang saat memimpin khotbah

     Dari perkunjungan kali ini, ada 3 hal yang bisa kita syukuri dari pelayanan Perkantas di Kefa.

1. Keterlibatan Alumni.

     Alumni yang terlibat aktif memimpin KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) dan rutin hadir dalam berbagai acara Perkantas Kefa merupakan kekuatan tersendiri dari pelayanan di Kefa. Alumni yang hadir dan berkontribusi bagi pelayanan ini menjadi penggerak pelayanan sekaligus teladan yang baik bagi siswa dan mahasiswa yang dilayani di Kefa. Baik alumni senior, alumni junior, alumni yang pulang setelah bersekolah dari luar Kefa juga turut hadir dalam ibadah dan berkontribusi sebagai penatalayan maupun sebagai donatur pelayanan. Alumni Kefa memberikan keteladanan bahwa menjadi berkat di kantor yang sibuk tidak menghentikan mereka untuk terus terlibat aktif sebagai penatalayan.

2. Staf yang Memberi Ruang

     Rani Feka dan Dessy Talan merupakan staf yang melayani saat ini di Perkantas Kefa. Keduanya merupakan hasil binaan Perkantas Kefa dan terbilang sebagai ‘staf baru’. Meski demikian, pengenalan mereka akan ladang pelayanan yang selama ini membina mereka dalam pelayanan mahasiswa, menurut penilaian saya membuat mereka mampu mengubah kelemahan mereka menjadi kekuatan. Sebagai staf muda mereka menyadari keterbatasan pengalaman mereka, dan akhirnya meminta bantuan banyak alumni untuk terlibat dalam pelayanan di Kefa. Alhasil banyak alumni yang terlibat membantu pelayanan karena adanya ruang keterlibatan yang Rani dan Dessy sediakan bagi mereka.

3. Regenerasi

     Keterlibatan alumni ini tidak serta merta meniadakan peran staf. Tetapi dalam pelayanan pemuridan, memang tidak bijak jika staf bekerja sendirian. Pemuridan di Perkantas sejak awal dimulai oleh alumni. Kehadiran staf adalah sebagai pelengkap untuk mengerjakan apa yang tidak mampu dikerjakan alumni karena kesibukan pekerjaan mereka. Staf secara fulltime mengatur organisasi dan mempersiapkan para binaan menjadi pemimpin. Inilah yang berhasil dilakukan oleh teman-teman staf di Kefa dengan adanya regenerasi. Sudah lama Persisten (Persekutuan Siswa Kristen) Kota tidak diregenerasi sampai para pengurus sudah tamat SMA. Tetapi setelah para staf mengatur ulang strategi dan memperkuat pemuridan siswa, Badan Pengurus Persisten Kota berhasil diregenerasi. Regenerasi mengindikasikan adanya perkembangan pelayanan karena munculnya pemimpin baru di Persisten Kota Kefa. Ada 12 orang adik siswa yang memberi diri untuk dibentuk dan dipakai Tuhan sebagai pengurus dalam pelayanan tahun ini.

     Dari 3 hal ini, sekali lagi Tuhan terus setia menunjukan kesetiaan-Nya memelihara ladang pelayanan ini. Kita patut mensyukuri dan bersuka serta terus bersemangat mengerjakan panggilan mulia ini. Juga kita perlu tekun dan setia mendoakan pelayanan ini agar makin berkembang dan nama Tuhan dimuliakan.