Pada 26 September lalu, saya kembali menjejak Pulau Sumba. Kali ini, perjalanan dimulai dari Waingapu di Sumba Timur dan berakhir di Waitabula, Sumba Barat Daya—kebalikan dari rute perjalanan tiga tahun lalu. Setiap kota memiliki kesan tersendiri: Waingapu yang panas, Waibakul dan Waikabubak yang sejuk, hingga Waitabula yang nyaman di siang maupun malam. Perubahan cuaca dan padatnya jadwal membuat tubuh harus terus beradaptasi, namun Tuhan memberi kekuatan di setiap langkah.
Waingapu – Langkah Awal yang Menguatkan
Foto pembinaan BPR dan pengurus komponen tanggal 26 September
Foto Pembinaan calon PKTB dan PKTB tanggal 27 September
Foto ibadah alumni tanggal 27 September
Setibanya di Waingapu, saya langsung memimpin pembinaan bagi BPR (Badan Pengurus Ranting) dan pengurus komponen. Walau acara molor, semuanya berjalan baik dan hangat. Hari berikutnya, pembinaan PKTB (Pemimpin Kelompok Tumbuh Bersama) dan pelantikan pengurus PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) Kota berlangsung penuh semangat. Malamnya, ibadah alumni bertema “To Be With Him” menutup hari dengan sukacita.
Minggu pagi, saya melayani di GBI Waingapu lalu menikmati sarapan sederhana di puncak yang sejuk bersama rekan-rekan, sambil memandang keindahan kota dari ketinggian. Sore itu perjalanan panjang menuju bagian barat pulau Sumba dimulai.
Waibakul – Melihat Buah yang Nyata
Foto ibadah siswa Perkantas Waibakul
Di tengah perjalanan, kami singgah di kota Waibakul untuk memotivasi pengurus alumni Persisten (Persekutuan Siswa Kristen) yang sedang rapat evaluasi. Saya bersyukur melihat pelayanannya berkembang pesat dibanding tiga tahun lalu. KTB berjalan, ibadah sekolah hidup, dan para alumni sangat kompak.
Kagum rasanya melihat tekad para Srikandi—para ibu muda alumni Perkantas—yang dengan setia membangun Rumah Persekutuan yang kini sudah 80% jadi. Malamnya saya memimpin ibadah siswa dan alumni. Meskipun kota sepi, semangat mereka luar biasa.
Waikabubak – Pelayanan yang Penuh Kehangatan
Di Waikabubak, saya mengisi pembinaan BPR, memimpin ibadah alumni sekaligus melantik BPR Sumba Barat periode 2025–2028, serta melayani ratusan mahasiswa di kampus Akademi Keperawatan. Walau aula panas dan tubuh mulai lelah, Tuhan memampukan. Pelayanan juga dilakukan di RS Kristen Lende Meripa bersama para perawat dan staf rumah sakit. Puji Tuhan—semua berjalan lancar dan penuh sukacita.
Waitabula – Ketika Kelemahan Justru Menjadi Kekuatan
Foto seminar di Wewewa Selatan
Foto seminar di Wewewa Selatan
Setelah tiga hari di Waikabubak dan Waibakul, tubuh mulai demam. Namun setiba di Waitabula, Tuhan memberi kekuatan untuk memimpin ibadah PMK Poltekkes dan pelantikan pengurus baru.
Hari berikutnya bersama mahasiswa dan alumni, kami melayani seminar di Wewewa Selatan dengan topik “God’s Plan or My Plan” serta “Strengthening the Family of God”. Suasana hangat, banyak pertanyaan dan diskusi sangat hidup. Malamnya kami sempat menjenguk seorang alumni yang dirawat di RSU Waitabula.
Penutup – Semua Karena Anugerah
Tanggal 3 Oktober, saya kembali ke Kupang dengan hati penuh syukur. Tuhan memberi kekuatan yang cukup untuk setiap pelayanan di empat kota. Semua berlangsung dengan baik karena anugerah-Nya. Soli Deo Gloria.