Ada yang Manis dari Pulau Sabu

Oleh: Stenly Foni - Staf Perkantas Waingapu

     Bersyukur kepada Tuhan, tanggal 4-6 Oktober 2025 saya berkesempatan melakukan travelling pelayanan ke pulau Sabu. Pelayanan selama tiga hari di sana membawa kesan manis, penuh berkat dan sukacita bagi saya secara pribadi, karena merupakan momen perdana saya berkunjung ke pulau Sabu. Ini juga merupakan jawaban doa dari Tuhan, setelah sekian lama saya rindu untuk berkunjung ke sana. Pada akhirnya Tuhan memberi kesempatan ini dalam rangka membantu perintisan pelayanan di Pulau Sabu, serta membawa berkat dan harapan baru bagi rekan-rekan alumni yang sedang melayani di sana. 

     Setelah tiba di Sabu pada tanggal 4 Oktober, sorenya saya mendapat kesempatan memimpin ibadah Persisten (Persekutuan Siswa Kristen) Kota Sabu Raijua.  Ini merupakan ibadah yang kedua kalinya dilaksanakan oleh teman-teman TP3 (Tim Perintis Pelayanan Perkantas), untuk menolong pertumbuhan iman adik-adik siswa yang dilayani dalam KTB (Kelompok Tumbuh Bersama). Tema yang diangkat adalah “Bertumbuh, Berakar dan Berbuah.” Saya bersyukur dapat melihat semangat dan antusiasme adik-adik siswa mengikuti ibadah, dan bersekutu untuk mendengar Firman Tuhan. Ini menyadarkan saya bahwa di kota Seba ada banyak siswa yang butuh untuk diisi oleh kebenaran firman Tuhan, rindu untuk bertumbuh, dan mempunyai semangat melayani.

Perkantas Sabu - Oktober 2025

Foto selepas Ibadah Persisten Kota Sabu Raijua

    Keesokan harinya pada Minggu, 5 Oktober pagi saya beribadah bersama rekan-rekan TP3 di GMIT Menia. Sorenya saya mendapat kesempatan memimpin PA (Pendalaman Alkitab) dan pembinaan Calon Pengurus Alumni, untuk memberikan semangat dan motivasi bagi mereka dalam melayani bersama rekan-rekan TP3. Dalam momen ini, saya membuka kesempatan bagi calon pengurus dan TP3 untuk sharing tentang panggilan melayani. Mendengar sharing mereka, saya memahami bahwa memang tidak mudah untuk membangun semangat para alumni di pulau Sabu supaya terus bertumbuh dan mau terlibat mendukung pelayanan. Kesibukan pekerjaan, jarak tempat tinggal yang berjauhan, koneksi jaringan internet yang kurang memadai dan sebagainya cukup membuat mereka bergumul ketika mengerjakan pelayanan. Namun hati saya sungguh bersukacita mendengar komitmen mereka untuk tetap taat melayani, dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menolong dan menyertai. Saya pun meyakini hal ini.

Perkantas Sabu - Oktober 2025

Foto PA bersama TP3 dan pembinaan Calon Badan Pengurus Alumni

Perkantas Sabu - Oktober 2025

Foto PA bersama TP3  dan pembinaan Calon Badan Pengurus Alumni

     Pelayanan travelling di hari terakhir, Senin sore tanggal 6 Oktober 2025 saya menyampaikan firman Tuhan dalam Ibadah Alumni Perkantas Sabu Raijua dengan tema “Servant Leadership”, sekaligus melakukan pengukuhan Badan Pengurus Alumni. Ibadah ini menjadi pengalaman yang manis bagi saya karena dapat bertemu dengan alumni di Sabu, baik senior maupun junior. Semua alumni bekerja dengan baik dan bahkan ada beberapa senior yang saya temui memiliki posisi tinggi di pemerintahan. Karena itu saya merasa bahwa pelayanan alumni di Sabu perlu digarap dengan baik, agar alumni-alumni yang ada dapat ditolong untuk menghidupi visi pelayanan.

     Hal lain yang membuat saya terkesan adalah ibadah alumni ini turut dihadiri oleh pemerintah daerah Sabu Raijua, yakni bapak wakil bupati untuk menyatakan dukungannya bagi pelayanan Perkantas di pulau Sabu. Dari hal ini, lahir harapan yang besar. Saya rindu melihat lebih banyak alumni di Sabu yang bergabung, mereka dapat bertumbuh dengan baik sehingga nantinya dapat bergandengan tangan menjadi berkat di pulau Sabu.

Perkantas Sabu - Oktober 2025

Foto selepas Ibadah Alumni sekaligus pengukuhan Badan Pengurus Alumni

    Saya pun diberkati melalui keberadaan rekan-rekan TP3 Sabu yang setia dalam perintisan di Sabu, yaitu Jhon Bili, dr. Joy Ninu, Merly Bunga, Herson Hawu dan Putri Lulu. Kesetiaan mereka dalam melayani dengan penuh tanggung jawab memberikan teladan yang baik. Di tengah kesibukan tugas dan pekerjaan, mereka tetap setia menginvestasikan waktu mereka untuk melakukan rapat koordinasi, melaksanakan PA alumni dan memimpin KTB siswa.

Perkantas Sabu - Oktober 2025

Foto Kak Stenly bersama TP3 Perkantas Sabu Raijua

     Hati saya bersukacita karena selama 3 hari di Sabu, saya disambut dengan keramahan oleh keluarga Kak Lisias Hae, ketua alumni Perkantas Sabu. Kak Lisias adalah adik binaan Kak Ruben Oktovianus semasa mengikuti pelayanan mahasiswa di Kupang. Kehangatan dan keterlibatan Kak Lisias bersama istri dan anak untuk membuka rumahnya menjadi tempat tinggal selama saya berada di Sabu, membuat saya begitu senang dan diberkati dengan adanya alumni yang baik dan setia berjalan dalam Tuhan. 

     Akhirnya tiga hari perjalanan yang begitu manis di Sabu harus selesai. Saya kembali ke Waingapu pada tanggal 7 Oktober 2025. Perjalanan kembali ke Waingapu penuh dengan sukacita, sebuah keyakinan yang besar dan doa agar kiranya pelayanan di Sabu terus berkembang dan berbuah banyak, siswa dapat bertumbuh dengan baik dan alumni semakin terlibat agar Tuhan makin dimuliakan di Pulau Sabu.