Satu Rumah, Satu Panggilan, Seribu Karya: Perkantas Rumah Kita

Kamp Regional Alumni Perkantas NTT 2026

KRA Perkantas NTT 2026

Foto peserta KRA bersama pemerintah Kab. Alor saat acara pembukaan

    Tidak ada perjumpaan yang terjadi secara kebetulan. Demikianlah yang kami alami dalam Kamp Regional Alumni (KRA) Perkantas NTT di Alor, 17–20 Maret 2026, ketika Tuhan kembali mempertemukan sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur. Bukan sekadar ajang reuni, KRA menjadi momentum penuh syukur di mana Tuhan memanggil kami pulang ke rumah rohani yang pernah membentuk iman, karakter, dan arah hidup kami.

    Mengusung tema “Perkantas Rumah Tuhan, Rumah Kita Sendiri” dengan subtema “Panggil Pulang dan Berkarya,” kegiatan ini menjadi ruang persekutuan yang menguatkan para alumni untuk kembali meneguhkan panggilan sebagai murid Kristus di tengah keluarga, pekerjaan, dan pelayanan masing-masing. Meski setiap peserta telah berjalan dalam tanggung jawab hidup yang berbeda, Tuhan mempersatukan kami kembali melalui perjalanan pemuridan yang sama, sebuah perjalanan yang pernah membentuk siapa kami hari ini.

    Di balik sukacita kegiatan ini, ada proses panjang yang Tuhan pimpin. Selama kurang lebih sebelas bulan, panitia berjalan bersama mempersiapkan setiap detail kegiatan. Pergumulan terbesar yang kami hadapi adalah keterbatasan dana, disertai dinamika internal; perbedaan pandangan, dan kelelahan dalam proses persiapan. Namun justru melalui semua keterbatasan itu, Tuhan menunjukkan bahwa pelayanan ini adalah milik-Nya. Ia memperbaharui hati kami, menuntun langkah demi langkah, dan menghadirkan pertolongan melalui banyak tangan yang rela menopang dalam doa, perhatian, tenaga, dan dukungan.

    Ketika seluruh peserta akhirnya berkumpul di Hotel Simfoni Alor, hati kami dipenuhi rasa syukur yang mendalam. Kami menyadari bahwa semua ini terjadi bukan karena kekuatan kami, melainkan semata-mata karena anugerah dan kemurahan Tuhan yang begitu besar. Sepanjang kegiatan, Tuhan bekerja melalui Seminar, Talk Show, Eksposisi dan sesi Kapita selekta untuk menjawab kebutuhan para alumni. Melalui pelayanan para pembicara—Dr. Ir. Tony Antonio, M.Eng (Bang Toni), Dr. Peter Jacobs, SH, MPA, MA (Bang Peter), Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si (Pak Melki), Senny Pellokila, SE., M.Div (Kak Senny) dan Imanuel Meok, S.Pd., M.Div (Kak Nuel). Setiap materi menjadi jawaban yang sangat personal atas pergumulan peserta, baik tentang keluarga, pekerjaan, pelayanan, kepemimpinan, maupun panggilan hidup di tengah dunia. Tuhan seakan menyapa setiap hati dengan cara yang tepat pada waktunya.

KRA Perkantas NTT 2026

Foto saat acara pembukaan KRA

KRA Perkantas NTT 2026

Foto saat sesi sharing dalam kelompok

KRA Perkantas NTT 2026

Foto saat menyanyikan pujian dalam sesi Eksposisi

KRA Perkantas NTT 2026

Foto saat sesi Talk Show

Foto Bang Tony Antonio saat menyampaikan materi KRA

KRA Perkantas NTT 2026

Foto Bang Peter Jacobs saat menyampaikan materi KRA

KRA Perkantas NTT 2026

Foto Kak Senny Pellokila saat menyampaikan materi KRA

KRA Perkantas NTT 2026

Foto Kak Nuel Meok saat menyampaikan materi KRA

     Sukacita itu semakin lengkap melalui outing bersama ke Wisata Dugong, Kampung Adat Takpala, serta snorkeling di Pulau Pura dan Ternate. Dalam keindahan ciptaan Tuhan, tawa kebersamaan, dan percakapan yang hangat, kami melihat bagaimana Tuhan juga memulihkan relasi, mempererat persaudaraan, dan menghangatkan kembali rumah rohani yang sama. Banyak hati yang kembali dikuatkan, banyak relasi yang kembali dipulihkan, dan banyak komitmen yang kembali diperbaharui.

KRA Perkantas NTT 2026

Foto saat outing ke Wisata Dugong

KRA Perkantas NTT 2026

Foto saat outing di Kampung Adat Takpala

KRA Perkantas NTT 2026

Foto kebersamaan peserta KRA saat outing 

KRA Perkantas NTT 2026

Foto perwakilan dari setiap kota dengan pakaian adat daerah masing-masing

     Pada akhirnya, Kamp Regional Alumni, Perkantas NTT bukan hanya sebuah kegiatan, tetapi sebuah kesaksian hidup tentang Tuhan yang tetap bekerja memanggil pulang, memulihkan, dan mengutus kembali. Kami pulang dengan hati yang tak lagi sama. Langkah kami kini membawa visi yang lebih tajam dan komitmen yang telah dimurnikan; sebuah janji untuk menjanjikan setiap karya di tempat kami masing-masing sebagai persembahan bagi kemuliaan-Nya.